Selasa, 31 Mei 2016

Situs Makam Singaperbangsa di Kota Banjar

Situs Makam Singaperbangsa di Kota Banjar 

Situs Makam Singaperbangsa di Kota Banjar
Situs Makam Singaperbangsa 

Wisata Kota Banjar Jawa Barat Situs Makam Singaperbangsa di Kota Banjar berada dipinggiran jalan Siliwangi Kota Banjar, dibukit Gunung Babakan kawasan hutan Perum Perhutani, terdapat sebuah situs makam kuno. situs tersebut konon ialah makam Kangjeng Dalem Singaperbangsa. menurut banyak keterangan bahwa Singaperbangsa lebuih identik berada di kota Karawang, dikarenakan ia seorang Bupati Karawang pertama. Makamnya berada di Desa Manggung Jaya Kacamatan Cilamaya kota Karawang 

Setelah Runtuhnya Kawali 

Kembali ke akhir abad XVI M, merupakan sesudah runtuhnya kerajaan Hindu Sunda-Galuh & awal penyebaran Islam di tatar Priangan. Pasca runtuhnya Kawali yang merupakan ibukota Kerajaan Galuh oleh serangan Cirebon yang dibantu Demak terhadap 1570 M, muncul pusat-pusat kekuasaan baru yang mempertahankan corak Hindu. Salah satunya, di Salawe raja Prabu Maharaja Sanghiyang Cipta di Galuh. Sang prabu mempunyai 3 anak, yaitu Putri bernama Tanduran Ageung atau Tanduran Gagang. ke-2, bernama Cipta Permana serta yang ke-3 Sanghyang Permana

Sesudah dewasa, Tanduran Ageung dinikahkan dgn Rangga Permana, satu orang menak dari Sumedanglarang. Dirinya yaitu keponakan dari Prabu Geusan Ulun. Artinya, terhadap periode ini telah dilakukan Islamisasi dikerajaan. 

Awal Berdirinya Kerajaan Kertabumi 

Situs Makam Singaperbangsa di Kota Banjar, sebagai hadiah atas pernikahan tersebut, sang prabu memberikan suatu daerah dipinggir sungai Cimuntur di wilayah Kertabumi. Di sini mereka membangun satu buah kerajaan kecil yaitu bernama Kertabumi. Rangga Permana setelah itu bergelar Prabu Di Muntur. Nama Prabu Di Muntur sekarang ini diabadikan jadi nama suatu jalan kecil di kota Bandung. setelah wafatnya Sanghyang Cipta, wilayah kerajaannya dibagi jadi 3, adalah Gara Tengah dirajai oleh Cipta Permana, Kertabumi oleh Rangga Permana serta Kawasen oleh Sanghyang Permana. 

Prabu Di Muntur memerintah Kertabumi dari 1585 M hingga thn 1602 M. kemudian dirinya digantikan oleh anaknya, bernama Sang Raja Cita yg bergelar Adipati Kertabumi II (1602 – 1608 M). Rupanya kepada waktu ini, wilayah tatar priangan telah sepenuhnya berada di kekuasaan Mataram. Sang Raja Cita mempunyai 2 anak. bernama Natabumi dinikahkan dengan Adipati Panaekan serta yang ke-2 bernama Singaperbangsa (ada yg menyebutkan Wiraperbangsa). Raja Cita meninggal terhadap pada tahun 1608 dimakamkan di Kampung Bunder, Desa Bojongmengger. Singaperbangsa seterusnya naik tahta bergelar Adipati Kertabumi III. 

Perselisihan dengan Adipati Panaekan, tahun 1625, Sultan Besar sejak mulai bersiap untuk menyerang Batavia. Buat itu dia meminta partisipasi dari para bupati tatar Sunda. ini yang menjadi sumber perselisihan hebat antara Singaperbangsa dengan Panaekan yang sudah ditunjuk juga sebagai wadana Bupati oleh Sultan Agung. Singaperbangsa menentang Panaekan yang mau akan menyerang Batavia. Konstelasi politik makin panas, maka berpuncak kepada terbunuhnya Panaekan tahun 1625 M. sehingga Singaperbangsa setelah itu memindahkan pusat pemerintahan Kertabumi ke Bojonglopang, sekarang ini menjadi kota Banjar. Serangan pasukan Mataram ke Batavia dilaksanakan tahun 1628 & 1629, dua-duanya menemui kegagalan. 

Ditugaskan ke Karawang, nama Singaperbangsa kembali muncul tahun 1632. Juga Sebagai persiapan penyerangan kemudian, Sultan Agung menugaskan Singaperbangsa beserta 1.000 orang cacah mengamankan daerah Karawang dari kendala tentara Banten sekaligus menyiapkan logistik. Pekerjaan tersebut dilaksanakan baik oleh Singaperbangsa maka tahun 1633 beliau dipanggil ke Mataram dengan memperoleh penghargaan berupa keris bernama "karosinjang." 

Akhir Hayat Singaperbangsa

Situs Makam Singaperbangsa di Kota Banjar, dalam perjalanan pulang dari Mataram tersebut, Singaperbangsa mampir ke Galuh. Bisa Jadi dia rindu terhadap tanah kelahiran & saudara-saudaranya di Kertabumi. Tetapi Singaperbangsa tak sempat kembali lagi ke Karawang. Di Kertabumi dirinya jatuh sakit & tidak lama selanjutnya meninggal yang akhirnya dimakamkan di Gunung Babakan, Kota Banjar Jawa Barat. Kekuasaan di Karawang diteruskan oleh putranya bernama Singaperbangsa, dgn gelar Adipati Kertabumi IV.

Terimakasih, semoga bermanfaat !

Minggu, 29 Mei 2016

OBJEK WISATA ICAKAN CIAMIS

OBJEK WISATA ICAKAN CIAMIS

Kolam Icakan
Kolam Icakan

Wisata Ciamis Jawa Barat │ Destinasi wisata air untuk keluarga di Ciamis adalah Icakan atau  nama lengkapnya Mega Wisata Icakan. mungkin saja, Icakan termasuk obyek wisata keluarga paling besar di Ciamis sekarang ini. Objek Wisata Icakan Ciamis Terbaru sekarang ini,sebagai destinasi wisata keluarga favorite di Priangan Timur. Visitor datang dari daerah Tasik, Banjar Patroman, Garut bahkan hingga sekitaran Kuningan, Cirebon, Bandung & Jakarta.

Pemandangan di Objek Wisata Icakan merupakan suatu lembah yang dibangun dan ditata rapi sehingga membut pemandangan yang akan memanjakan mata. Obyek wisata ini terhitung besar. Konon luas mencapai 35 ha, meskipun yg telah dibangun baru kira kira 15 ha. 

Lokasinya berada di kaki Gunung Syawal bersama hawa pegunungan yang sejuk & kontur tanah yg berbukit-bukit. Visitor serta tak dapat bosan melihat-lihat pemandangan sekeliling dikarenakan di tiap-tiap segi terdapat taman-taman bunga yang indah.

Bermacam Wahana Icakan

Objek Wisata Icakan Ciamis pasti saja daya tarik utamanya yaitu beraneka wahana yang lumayan banyak wahana yang dapat memanjakan visitor. Yang pertama Danau (situ) buatan. Di danau ini kita mampu berperahu atau bersepeda air mengelilingi danau bersama keluarga. diatas danau melintang trayek flying fox yang patinya panjang & tinggi. Kita sanggup mencobanya jika berminat.

Wahana yang paling diminati yaitu waterboom serta kolam ombak atau kolam arus. Buat menikmatinya kita mesti membayar ticket penambahan Rp25.000 per orang. Setelah puas bermain di kolam arus & waterboom kita mungkin bisa beristirahat dikolam terapi ikan.

TAMAN AIR ICAKAN

Tidak Cuma itu ada juga wahana lain yang harus dicoba, yaitu seperti roller coster, kereta api mini & mobil kucing. Terdapat juga gazebo-gazebo free berukuran besar dan mungil, penginapan serta sirkuit.

Gazebo  ICAKAN CIAMIS
Untuk sarana penunjang seperti Mesjid Baiturrahman, toilet, fasilitas mainan anak-anak, media outbond, serta camping ground. 

Seandainya mau melangsungkan pesta pernikahan di kawasan ini, bisa menyewa lokasi yang sudah tersedia untuk resepsi pernikahan. Kabarnya juga diwaktu dekat mau dibangun hotel, cottage, bioskop 4 dimensi serta gondola. tentunya tambah asyik lagi bermain disini.


Tempat Wisata Icakan Ciamis 

Objek Wisata Icakan Ciamis berada di Desa Sukamulya, Kecamatan Baregbeg, Kab Ciamis, seputar 7 kilo meter dari pusat Kota. tiada kendaraan umum yg mengambil segera ke sana, kita mesti mengambil kendaraan sendiri.



Menuju ke destinasi tempat wisata Icakan ini sangat mudah. Dari alun-alun Ciamis belok kiri ke arah jalan menuju Kawali/Cirebon 3 kilo meter, setelah itu hingga ke Kampus Galuh (UNIGAL) yang biasa dijadikan patokan buat menuju area wisata Icakan. yang lainnya. sesudah melintasi pom bensin Baregbeg & Alinayin, belok ke arah kiri memasuki jalan desa bersama jarak lebih kurang 5 kilometer. Sedang yg ke-2 berada sekian banyak kilo meter sesudahnya. Ada jalan masuk kusus yg dibuat ke Icakan. 

Sesudah sekian banyak lama, kita dapat hingga ke pintu masuk Icakan. Utk masuk ke dalam kita mesti membayar karcis Rp5.000 per orang.

dari tempat parkir WISATA ICAKAN

Tiket Masuk Icakan Ciamis 

Objek Wisata Terbaru Icakan Ciamis dengan harga karcis masuk tergolong masih murah. Buat masuk gerbang penting, visitor lumayan membayardengan lima ribu rp per orang. Kalau mau memanfaatkan wahana lain, visitor mesti membayar lagi. Tarifnya adalah Kolam Rp. (Waterboom, Kolam Ombak, Kolam Arus) Rupiah 25.000/orang, Perahu Rp. 10.000/orang, Flying Fox Rp. 20.000/orang, Roller Coster Rp. 25.000/orang, Kereta Api Rp. 10.000/orang, Mobil Kucing Rp. 10.000/orang, Ban Rp. 15.000 (single), Rupiah 25.000,00 (double), Loker Rupiah 10.000/kotak 

Untuk parkir motor Rp. 2.000, Mobil Rp. 5.000. Tarif tersebut bisa berubah sewaktu-waktu. atau INFO lengkapnya bisa lihat websitenya pada icakan.co.id. selamat berkunjung dengan keluarga.

Trimakasih, semoga bermanfaat!

Sabtu, 28 Mei 2016

OBJEK WISATA KANGJENG PREBU DI JAMBANSARI CIAMIS

OBJEK WISATA KANGJENG PREBU DI JAMBANSARI CIAMIS

KANGJENG PREBU DI JAMBANSARI CIAMIS


Wisata Ciamis Jawa Barat │ Situs Jambansari terletak di tengah kota Ciamis. Tepatnya di Jl. Achmad Dahlan, lingkungan Rancapetir, Kelurahan Linggasari, Kecamatan Ciamis. Di sini terdapat kompleks makam yang dikenal bersama nama Jambansari. Seputar kompleks adalah pemukiman masyarakat, kecuali di sebelah selatan berupa sawah. Kompleks makam yang dikelola oleh Yayasan Kusumadiningrat ini dibangun kepada tahun 1872 bersama luas sekitar 4 hektar.

Biarpun terletak di tengah kota, tetapi suasana di kawasan situs ini berbeda dengan kawasan sekitarnya. Lingkungannya asri dan rindang jauh dari kebisingan. Teramat serasi buat tempat bersantai di disaat senja sembari melihat hamparan sawah. juga dapat buat sekedar melepas penat sambil menyantap makanan ringan dipinggir danau yang tidak sedikit ditumbuhi bunga teratai. Terdapat juga terapi ikan dengan tarif teramat terjangkau. 

Keadaan Situs Jambansari, Kompleks ini dikelilingi pagar tembok setinggi 2 m. Pintu gerbang buat masuk ke kompleks berada di segi timur, bersama wujud bangunan seperti telor. Kita mesti melintasi tangga trap utk masuk ke sana. Di tengah kompleks makam terdapat bangunan cungkup yg terbuat dari kayu jati bersama atap berbentuk limas. Di sanalah makam Kanjeng Prebu berada. Di sekeliling pemakaman terdapat sekian banyak makam kerabat & para keturunan Prebu.

Koleksi Benda Purbakala, Di dalam kompleks serta terdapat bangunan ruang daya simpan benda-benda purbakala seperti yoni, lingga, menhir, patung Ganesha, gong, keris, keramik & lain-lain. Tidak Cuma di dalam bangunan, benda-benda pusakajuga ada yg dikumpulkan di rerimbunan pohon weregu disamping bangunan. Keseluruhan semua arca yg ada di kompleks tersebut ialah 13 buah.

Koleksi Benda Purbakala

Menurut keterangan juru kunci makam, arca-arca yg terdapat di ruang ini dikumpulkan oleh Kangjeng Prebu. Pengumpulan dilakukan dalam rangka dakwah agama Islam. Penduduk yang memiliki arca atau berhala diharuskan untuk mengumpulkannya di area tersebut. Arca-arca yg terdapat di tempat ini di antaranya berbentuk arca megalitik, arca kategori Pajajaran, Nandi, Ganesha, & lingga. Tidak Cuma itu di ruang ini serta terdapat lumpang batu & lapik arca.

Objek Wisata Kangjeng Prebu Di Jambansari Ciamis juga sebagai destinasi wisata budaya, ada sekian banyak aspek yang dapat kita dapati bersama mengahdiri kompleks makam ini. Mula-mula berkenaan info berkaitan jejak kebesaran RAA Kusumadiningrat dalam memimpin Ciamis. Ke-2 pola islamisasi yang dilaksanakan oleh dirinya, khususnya macam mana RAA Kusumadiningrat menanggapi keyakinan warga yg tidak sama pada dikala itu.

Peristiwa Situs Jambansari 

Objek Wisata Kangjeng Prebu Di Jambansari ini adalah kompleks makam Raden Adipati Aria Kusumadiningrat, Bupati Ciamis ke-16, yg memerintah dari th 1839 - 1886. Dirinya ialah salah satu bupati Ciamis paling populer & dianggap berjasa gede dalam membangun wilayah Ciamis, dulu tetap bernama Galuh.

Sesudah resmi menjabat juga sebagai bupati, RAA Kusumahdiningrat tidak tinggal di gedung Kabupaten. Dirinya tinggal di rumahnya yang berupa rumah panggung kokoh terbuat dari kayu jati berukir yang dinamakan Keraton Selagangga. Ruumahnya ini kini ternama dengan sebutan Jambansari. 


Raden Adipati Aria Kusumadiningrat
Raden Adipati Aria Kusumadiningrat 

Kangjeng Prebu dikenang sebagai bupati yang cakap. Konon dia pandai berbahasa Belanda & Perancis. Di bawah pemerintahannya, Ciamis muncul sebagai Kabupaten yang makmur. Ia membangun gedung-gedung di pusat kota diantaranya : Gedung Kabupaten yang megah (sekarang ini jadi gedung DPRD), Mesjid Agung, Gedung Asisten Residen yang kini jadi gedung Negeri, tangsi prajurit, penjara, kantor pos, kantor telegram, & gedung sositeit. 

Beliau sukses menghilangkan Tanam Paksa (Cultuur Stelsel) di Ciamis, membangun irigasi, mengakses pesawahan, mendirikan 3 pabrik penggilingan kopi, terhubung perkebunan kelapa, membangun jalan antara Kawali-Panjalu. Di bagian pendidikan, Kangjeng Prebu mendirikan Sekolah Sunda yang terletak di Ciamis & di Kawali. 

Atas jasa-jasanya dia dikasih gelar Kanjeng Prebu. Pada tahun 1874 dirinya mendapatkan tanda kehormatan dari pemerintahan Hindia Belanda berupa songsong kuning (payung kebesaran berwarna kuning mas). Tahun 1878 dia pula dianugerahi Ridder Orde van de Nederlandsche Leeuw dari Ratu Belanda. 

Pada 1886 ia meninggal dan dimakamkan di Gunung Sirnayasa, Jambansari ini. Gapura makamnya ditulis dgn aksara Sunda Kuno petuahnya berupa gugurutan yang isinya juga sebagai berikut : 


Jamban tinakdir yang agung 
Caina Tamba Panyakit 
Amal Jariah Kaula 
Bupati Galuh Ciamis 
Aria Kusumadiningrat 
Medal Mas Payung Kuning


Itulah sedikit ulasan informasi tentang KANGJENG PREBU DI JAMBANSARI,

Terima Kasih


WISATA BUDAYA CIUNG WANARA KARANGKAMULYAN CIAMIS

WISATA BUDAYA CIUNG WANARA  KARANGKAMULYAN CIAMIS

OBJEK WISATA BUDAYA CIUNG WANARA  KARANGKAMULYAN CIAMIS TERBARU 2017


Wisata Ciamis Jawa Barat │ Objek Wisata Karangkamulyan sudah diakui sebagai sebuah peninggalan kerajaan Galuh di jaman cerita sejarah Ciung Wanara atau Sang Manarah. Kisah Ciungwanara sendiri merupakan kisah kepahlawanan seseorang anak raja yang dibuang dengan berjuang untuk meraih kembali haknya yang merupakan latar belakang Kerajaan Galuh.

Area Situs Karangkamulyan 

Wisata Budaya Ciung Wanara Ciamis ialah merupakan situs dari jaman Hindu-Buddha yang terletak di Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, sekittar 16 Kilo Meter dari Kota Ciamis ke arah timur. Tepatnya berada pada koordinat GPS : -7.350451, 108.473694. seperti pada peta dibawah ini :


Komplek situs ini berupa hutan dengan luas 25,5 hektar, sesuai berada di tepi jalan raya yang menghubungkan Ciamis - Banjar. Batas situs disebelah utara yaitu jalan raya, sebelah timur Sungai Cimuntur, sebelah selatan Sungai Citanduy, & sebelah barat rest area.

Keunikan Situs Karangkamulyan 

Objek Wisata Budaya Ciung Wanara Ciamis yakni objek wisata sejarah yang telah tertata sangat rapi. Gerbang masuk terdapat di sebelah barat. Pada bagian ini tersedia lahan parkir yang lumayan luas juga dilengkapi kuliner seperti warung makanan yang berjajar rapi disebelah timur halaman parkir. disebelah selatan halaman parkir tetap terdapat halaman luas yang pada bagian barat berdiri sarana tempat ibadah yang lumayan megah. 

Untuk memasuki komplek Karangkamulyan dapat lewat pintu masuk yang terdapat di bagian timur halaman belakang ruang parkir. Dengan melintasi jalan tanah yang terpelihara bersih dengan sekian banyak situs yang sudah nyaman dijangkau. Sejuknya udara serta keheningan yang mistis dapat menyongsong visitor ketika memasuki situs. Terdapat sekian banyak objek yang mampu ditemukan di situs ini, yakni :

Batu Pangcalikan 

Wisata Budaya Ciung Wanara ini yang pertama kali dijumpai dari pintu masuk situs ke arah timur. situs ini berupa lahan yang sudah dikasih pagar besi, terdiri tiga halaman. Masing-masing dibatasi susunan batu dengan ketinggiannya 1 m lebar 0,35 m.

Halaman pertama terletak disebelah selatan. Halaman ke-2 terdapat disebelah utara halaman pertama. Setelah Itu halaman ke3 terdapat di sebelah utara halaman ke-2. Terhadap halaman ke3 ini terdapat bangunan cungkup tidak dengan dinding tapi diselubungi vitrage putih. 

Peninggalan yang ada berupa batu putih tufaan berukuran 92 x 92 centimeter bersama tinggi total 48 senti meter. Batu ini oleh penduduk dinamakan pangcalikan. Di sebelah selatan batu ini berjajar tiga buah batu datar dari bahan andesitik. Di sebelah barat daya batu pangcalikan terdapat sekumpulan batu satu diantaranya berbentuk bulat panjang.

Situs Batu Pangcalikan
Situs Batu Pangcalikan 

Leuwi Sipatahunan, Sanghyang Bedil & Panyabungan Hayam 

Objek Wisata Budaya Ciung Wanara dan seterusnya lewat jalan tanah ke arah timur akan menemukan simpang empat. Ke arah utara dapat mengambil kita menuju Leuwi Sipatahunan, sedang ke arah selatan menuju SItus Sanghyang Bedil & Panyabungan Hayam. 

Leuwi Sipatahunan yakni salah satu sektor tepian Citanduy yang landai. Di sini tak terdapat objek arkeologi. Konon di sinilah Aki Balangantrang menemukan bayi Ciungwanara pada saat pertama kali. 

Situs Sanghyang Bedil berupa bangunan susunan batu berbentuk sudut empat. Pada bagian selatan terdapat celah tembok yang merupakan jalan masuk. Di tengah lahan terdapat 2 batu panjang dalam kondisi patah. Sebuah batu dalam posisi tegak & yang satunya lagi roboh. Batu yang roboh ini dinamakan Sanghyang Bedil lantaran wujudnya serupa senapan (bedil). Konon, ruangan ini dulunya yakni tempat simpanan senjata. 

Di sebelah selatan situs Sanghyang Bedil terdapat lahan yang dinamakan Panyabungan Hayam. Halaman ini berbentuk melingkar yang di tengahnya terdapat pohon bungur. Pada sudut utara terdapat tatanan batu. Ruang ini, sama seperti namanya, yakni ruangan berlangsungnya penyabungan ayam antara Ciungwanara & Raja, sebelum hasilnya dilakukan kudeta.

Sanghyang Bedil
Sanghyang Bedil 

Lambang Peribadatan 

Wisata Budaya Ciung Wanara Ciamis, kalau menyusuri jalan tanah ke arah utara selanjutnya berbelok ke timur bakal dijumpai batu Lambang Peribadatan. Batu ini berada kepada halaman yang dibatasi susunan batu berbentuk bujur sangkar. Jalan masuknya berada di sudut timur. 

Di tengah halaman terdapat batu berdiri berbentuk sisi empat panjang, dikelilingi susunan batu bulat. Batu berdiri tersebut dahulu (thn 1960-an) ditemukan disebelah utara area kini terhadap jarak kira kira 10 m. Dengan beraneka pertimbangan selanjutnya didirikan di area saat ini & dibuatkan pagar dari susunan batu layaknya objek yg lain.

Lambang Peribadatan
Lambang Peribadatan 

Cikahuripan 

Wisata Budaya Ciung Wanara, untuk menyusuri jalan tanah ke arah timur hingga di Cikahuripan. Cikahuripan adalah jumpa dua sungai mungil yang bernama Citeguh & Cirahayu. Keadaan Cikahuripan yang ada waktu ini yakni ruang mandi untuk kebutuhan tertentu. Bangunan yang ada ialah bangunan baru dengan di lengkapi bermacam sarana contohnya ruangan sholat.

Batu Panyandaan & Makam Sri Bhagawat Pohaci 

Wisata Budaya Ciung Wanara Ciamis, Ke arah timur dari Cikahuripan terdapat susunan batu berbentuk persegi yang menyerupai tembok batu. Terhadap segi timur terdapat celah sebagai jalan masuk. ditengah struktur batu keliling terdapat batu berdiri & batu datar berbentuk segitiga yang dikelilingi susunan batu mungil. SItus yang ini dinamakan Panyandaan. 

Di depan situs Panyandaan terdapat tiga buah batu berdiri yang salah satunya dalam posisi cenderung. disekitar batu berdiri ini terdapat sebaran batu-batu bulat. Objek ini diakui juga sebagai makam Sri Bhagawat Pohaci.

Pamangkonan 

Wisata Budaya Ciung Wanara Ciamis, situs Pamangkonan terletak jauh di sebelah selatan situs Panyandaan atau di sebelah timur situs Pangcalikan. Objek berupa susunan batu berbentuk persegi. Kepada segi timur terdapat celah sbg jalan masuk. 

Di tengah objek terdapat susunan batu-batu bulat mengelilingi salah satu batu. Batu ini serta dinamakan Sanghyang Indit-inditan, dulu ditemukan di Sungai Citanduy. 

Makam Adipati Panaekan 

Dari Pamangkonan ke arah tenggara terdapat makam Adipati Panaekan. Objek yg ada berupa tatanan batu bersusun melingkar. Di tengah susunan batu tersebut terdapat makam. Adipati Panaekan yakni tokoh yg menurunkan bupati mula-mula Ciamis. Menyangkut kisah Adipati Panaekan baca : Kisah Tragis Adipati Panaekan. 

Fetur Parit & Benteng 

Wisata Budaya Ciung Wanara, Tidak Cuma sekian banyak objek layaknya disebutkan terdahulu, di komplek Karangkamulyan terdapat fetur parit. Parit ini dijumpai di sebelah barat halaman parkir & di sekeliling web inti. Jejak parit kuna disebelah barat halaman parkir tepatnya terletak terhadap batas web kini dgn kawasan rest tempat. 

Parit tersebut membujur utara-selatan menghubungkan antara Sungai Citanduy dgn Sungai Cimuntur. Kondisi parit disebelah selatan jalan raya telah tak demikian nampak. Sedangkan disebelah utara jalan raya masihlah terang kondisinya. Lebar parit yg ada lebih kurang 10 m bersama kedalaman seputar 2 m. 

Situs Karangkamulyan, dikelilingi oleh parit kuna yg mempunyai lebar bervariasi 0,5-1,5 meter, sebahagian tertutup oleh semak. Kepada sudut luar parit disebelah terdapat gundukan tanah mencetak benteng membujur utara-selatan, dgn tinggi seputar 2 m dgn lebar bervariasi antara 3 sampai 4 m. 

Dipandang dari jejak-jejak yang ada, benteng ini pula berlanjut sampai pinggir Sungai Cimuntur. Berdasarkan temuan keramik asing menunjukkan berasal dari kurang lebih abad ke-10-17 M. 

Di situs ini pula dibangun Gong Perdamaian Dunia yang merupakan lambang persaudaraan perdamaian & gong ini adalah gong perdamaian paling besar didunia. Itulah ulasan tentang informasi dari Situs Karangkamulyan, semoga bermanfaat!.

Terima kasih kunjungannya.

WISATA EKSOTIS JEMBATAN CIRAHONG CIAMIS

WISATA EKSOTIS JEMBATAN CIRAHONG CIAMIS 

JEMBATAN CIRAHONG CIAMIS
JEMBATAN CIRAHONG CIAMIS

Wisata Ciamis Jawa Barat │ Jembatan Cirahong merupakan suatu jembatan yang menghubungkan Kecamatan Manonjaya Kab Tasik bersama Desa Panyingkiran Kecamatan Ciamis. Jembatan yg melintas diatas Sungai Citanduy ini memiliki No. register BH 1290 & terletak disebelah timur Stasiun Manonjaya Daerah Operasi 2 Bandung. Jembatan Cirahong mempunyai panjang 202 meter. Dibangun pada tahun 1893 dengan memakai konstruksi baja yang rapat & kokoh. Konstruksinya sempat diperkuat pada th 1934. 

Perbaikan Jembatan Cirahong Jaman Belanda
Perbaikan Jembatan Cirahong Jaman Belanda

Dua Fungsi Jembatan

Jembatan ini unik sebab mempunyai 2 fungsi. Jalur atas jembatan berfungsi untuk lalu lintas kereta api, sedangkan jalur bawah jembatan berfungsi untuk lalu lintas kendaraan mobil & motor termasuk juga pejalan kaki. 

Jembatan ini menjadi rute alternatif dari Tasik menuju Ciamis melalui Manonjaya & sebaliknya, dan ini satu-satunya jembatan peninggalan Belanda di Kab Ciamis. Tak ada angkutan umum resmi yang melintasi jalur ini. Kendaraan melintas biasanya yaitu mobil pribadi. 

Dikarenakan lebar Jembatan Cirahong yang lumayan untuk satu mobil, kendaraan yang melintas mesti bergantian. Kebanyakan di ke-2 ujung pintu jembatan, ada beberapa pemuda yang bertugas untuk mengatur lalu lintas. Pemuda dari daerah Manonjaya, mengatur arus masuk kendaraan dari pintu jembatan sebelah selatan atau pintu dari Manonjaya. Sedang pemuda Ciamis mengatur arus dari arah utara. Mereka bergantian berjaga selagi 24 jam. Para Pegawai tersebut meraih penghasilan alakadarnya dari sopir atau masyarakat yang melintas di jembatan.

Peristiwa Pembangunan Jembatan Cirahong 

Pembangunan Jembatan Cirahong tak terlepas dari peran R.A.A. Kusumadiningrat atau Kangjeng Prebu, Bupati Galuh Ciamis pada tahun 1839 - 1886. 

Saat itu Pemerintah Kolonial Belanda sedang membangun jalan kereta api trayek selatan yang melintasi Bandung, Garut, Tasik & Banjar kemudian nyambung ke jateng. Pembangunan jurusan kereta api tersebut, terkecuali utk angkutan massal, pula buat mengangkut hasil bumi dari Priangan, seperti kapas, kopi, kapol, & yang lain ke Jakarta. 

Disaat itu tidak sedikit perkebunan baru dibangun di daerah Galuh, seperti perkebunan Lemah Neundeut, Bangkelung & lain-lain. Angkutan kereta di inginkan bakal menopang jurusan angkutan barang ataupun mobilisasi masyarakat.

Pada awalnya Jembatan Cirahong ini tak direncanakan untuk dibangun. Dari gambar konsep yang dibuat pemerintah kolonial Belanda, jurusan kereta api dari Tasik tak melintasi kota Ciamis. Tapi membawa jalur ke Cimaragas atau sebelah selatan Sungai Citanduy. seterusnya masuk kota Banjar & selanjutnya jalur terbagi jadi dua adalah jalur yang menuju ke Pangandaran & yang ke Cilacap Jawa Tengah. Pertimbangannya, kalau melintas ke Kota Ciamis sehingga Pemerintah Belanda mesti membangun dua jembatan melintasi Sungai Citanduy. Pasti saja bakal memakan budget yang amat sangat mahal. 

Kabar tersebut hasilnya hingga ke telinga Kangjeng Prebu, yang diwaktu itu telah pensiun dari jabatan Bupati. Kangjeng Prabu yang tetap mempunyai pengaruh ke pemerintah kolonial, seterusnya melobi Belanda supaya trayek rel kereta yang dibangun tersebut melewati Kota Ciamis.

Jembatan Cirahong Tempo Dahulu Dari Bawah
Jembatan Cirahong Tempo Dahulu Dari Bawah

Ada sekian banyak pertimbangan yg diungkapkan Kangjeng Prebu. Perdana, jumlah warga Kota Ciamis telah sangat pas dibanding Cimaragas, maka keberadaan kereta dapat lebih berguna untuk warga. Tidak Hanya itu, adanya stasiun Kereta Api dapat memperkuat eksistensi Ciamis sebagai Ibu Kota Galuh. 

Sesudah lewat lobi panjang, hasilnya pemerintah kolonial menyetujui usulan Kangjeng Prebu. Belanda selanjutnya membangun dua jembatan di atas Sungai Citanduy. Ialah Jembatan Cirahong, & jembatan Karangpucung di dekat Kota Banjar, dengan biayanya yang lumayan mahal.

Menjadi Ruang Wisata 

Berada di antara dua bukit di pingir sungai, menjadikan Jembatan Cirahong mempunyai pemandangan yang eksotis. Dikarenakan keunikan & keindahan panorama yang ada di sekitarnya, jembatan ini jadi destinasi wisata bagi masyarakat setempat. Kebanyakan tiap-tiap pekan pagi, tidak sedikit masyarakat yang sengaja berolah raga bersama bejalan kaki menuju ke Jembatan. 

Di sore hri tidak sedikit anak-anak muda yang menghabiskan waktu untuk menikmati keindahan pemandangan jembatan sambil ngopi atau menyantap gorengan di warung-warung. Pada saat bulan Ramadhan, Cirahong yakni salah satu area idola untuk menjadi tempat ngabuburit. Momen yang paling ditunggu ialah dikala kereta api melintas di atas jembatan, dan terutama bagi mereka yang hoby untuk fotografi. 

Wisata Kuliner 

Di Jembatan Cirahong tidak sedikit berdiri warung yang jual makanan. Menunya bervariasi, mulai makanan seperti karedok hingga bakar ikan. Dari arah Manonjaya serta tidak sedikit djual buah-buahan product setempat, seperti salak atau nangka. Sedang dari arah pintu Ciamis, sudah berdiri Rumah makan Sunda yang lumayan representatif sehingga menambah suasana Cirahong makin mengasyikan buat dikunjungi.

Hunian Makan Batu Hitam Cirahong
Hunian Makan Batu Hitam Cirahong

Cerita-cerita Yang Menyeramkan 

Jembatan Cirahong sterkenal melekat akan cerita-cerita yang menyeramkan, terutama di tengah malam hari. Karenanya, lokasi ini sekian banyak dijadikan ruang shooting acara-acara hantu seperti Dua Dunia, Mister Tukul Jalan-jalan atau Uji Nyali. Ketinggian jembatan yang setinggi 66 meter, pun bisa dijadikan area percobaan bunuh diri dengan cara meloncat-loncat dari atas jembatan. Sekian ulasannya, Referensi alampriangan.com.

Terima Kasih.







OBJEK WISATA SITU LENGKONG PANJALU

OBJEK WISATA SITU LENGKONG PANJALU

SITU LENGKONG PANJALU
SITU LENGKONG PANJALU


Wisata Ciamis Jawa Barat - Objek Wisata Situ Lengkong merupakan sebuah danau yang memiliki area seluas 57,95 hektar (situ = danau dalam bahasa Sunda) yang terletak di Kecamatan Panjalu, Ciamis utara, maka dikenal sebagi Situ Lengkong Panjalu, atau Situ Panjalu saja. Danau dengan kedalamannya berkisar antara 4 hingga 6 meter tersebut, istimewanya, serta mempunyai satu pulau (nusa) seluas 9,25 hektar yang dinamakan Nusa Larang atau Nusa Gede. 

Lokasi Objek Wisata Situ Lengkong Panjalu berada pada kordinat GPS -7.126371, 108.272380. disebelah utara, situ ini berbatasan bersama wilayah Talaga Kabupaten Majalengka dan Kuningan.




Untuk mencapai obyek Situ Lengkong lumayan enteng. Dari arah Bandung akan ditempuh lewat rute Ciawi, Panumbangan, Panjalu, bersama jarak seputar 100 Kilo Meter. Sedangkan dari Ciamis, berjarak kurang lebih 35 kilo meter lewat trayek Buniseuri, Kawali & hingga di Panjalu.

Keistimewaan Objek Wisata Situ Lengkong Panjalu ini berada di ketinggian kurang lebih 70 meter dpl, Situ Lengkong ialah perpaduan antara objek wisata alam dan wisata budaya. Di objek wisata ini visitor bisa menyaksikan keindahan danau yang berudara sangat sejuk serta berperahu mengelilingi nusa. Keadaan alam Situ Lengkong yang sejuk menjadi sebuah khas daerah pegunungan & jauh dari polusi, menjadikan visitor bakal betah berlama-lama berdiam di kawasan konservasi tersebut. 

Bagi wisatawan yang datang, tidak hanya menikmati keindahan alam, serta sanggupbisa berziarah ke makam kuno Prabu Hariang Kancana, putra Sanghyang Borosngora di Nusa Larang & mengahdiri Musium Bumi Alit, di mana disana tersimpan benda-benda purbakala seperti Menhir, Batu Pengsucian, Batu Penobatan juga naskah-naskah & pekakas peninggalan milik Raja-raja Panjalu masa lampau, antara lain berupa pedang, cis & genta (lonceng mungil) peninggalan Prabu Sanghyang Borosngora.

Fasilitas di Situ Lengkong Panjalu 

Sarana yang terdapat di Objek Wisata Situ Lengkong Panjalu antara lain : area parkir, perahu, MCK & mesjid. disekitar danau, serta tidak sedikit dipasarkan cinderamata dari bambu, aneka bordir unik, gelang kayu, terasi udang original, makanan tradisional Sunda, & tidak sedikit oleh-oleh khas Ciamis yang lain.

Nusa Larang 

Objek Wisata Situ Lengkong Panjalu berdasarkan Surat Ketentuan Gubernur Jenderal Hindia Belanda (Besluit van den Gouverneur-Generaal van Nederlandsch Indie) No. 6 kepada tanggal 21 Pebruari 1919, Situ Lengkong ditetapkan sebagai kawasan cagar alam (Natuurmonument). Pada era Kolonial Belanda, Nusa Larang pula disebut Pulau Koorders. Ini yang merupakan wujud penghargaan pada Dr. Sijfert Hendrik Koorders, seseorang ahli botani pendiri sekaligus ketua perdana Nederlandsch Indische Vereeniging tot Natuurbescherming (Perkumpulan Perlindungan Alam Hindia Belanda) yang telah didirikan tahun 1863.

Situ Lengkong Era Belanda
Situ Lengkong Era Belanda 
Koorders yakni tokoh yang mempelopori pencatatan beraneka type pohon yang berada di Pulau Jawa. Pekerjaannya menyatukan herbarium tersebut dilakukan dgn Theodoric Valeton, satu orang botanis yg meringankan lakukan penelitian komposisi hutan tropika. Berkat kerja keras mereka terlahir buku Bijdragen tot de Kennis der Boomsoorten van Java, suatu buku yg berikan sumbangan wawasan menyangkut pohon-pohon yg tumbuh di Pulau Jawa. 

Juga Sebagai Cagar Alam, Nusa Larang mempunyai vegetasi hutan primer yg relatif tetap utuh & tumbuh dengan cara alami. Sekian Banyak type flora yg tumbuh merupakan Kondang (Ficus variegata), Kileho (Sauraula Sp), & Kihaji (Dysoxylum). 

Di sektor pulau yang lebih rendah pula tumbuh tanaman Rotan (Calamus Sp), Tepus (Zingiberaceae), & Langkap (Arenga). Sedangkan dari sekian banyak fauna yang ditemukan antara lain merupakan Tupai (Calosciurus nigrittatus), Burung Hantu (Otus scop), & Kelelawar (Pteropus vampyrus). 

Mitos Situ Lengkong Panjalu 

Objek Wisata Situ Lengkong Panjalu seperti halnya tempat-tempat ziarah yang lain, Situ Lengkong serta mempunyai mitos. Konon, air danau Situ Lengkong tercipta dari tetesan air zam-zam yang dipindah dari tanah suci. Ceritanya, kepada awal abad ke-7, raja Panjalu berharap sang putra mahkota mempunyai ilmu yang paling sempurna. Sehingga berangkatlah sang putra mahkota yang bernama Borosngora mengembara & mogok di tanah suci Mekah.

Sesudah bertahun-tahun mempelajari agama di tanah Arab, Borosngora, yang sekarang sudah beragama Islam, berniat kembali ke Panjalu. Untuk membuktikan bahwa wawasan agamanya sudah mumpuni, sang guru mensyaratkan mesti mengambil air zam-zam ke dalam keranjang yang berlubang-lubang. 

Sesudah hingga d Panjalu, air zamzam tersebut setelah itu ditumpahkan ke lembah bernama Lembah Pasir Jambu. Ajaib, lembah tersebut setelah itu bertambah semakin banyak airnya & terjadilah danau yang waktu ini dinamakan Situ Lengkong.

Borosngora setelah itu menjadi Raja Panjalu menukar ayahnya & menyebarkan agama Islam terhadap rakyatnya. Sejak Mulai dikala itulah kerajan Panjalu beralih dari kerajaan Hindu jadi kerajaan Islam. 

Buat menghormati leluhur Panjalu, sehingga hingga sekarang ini masyarakat keturunan Panjalu biasa lakukan upacara kebiasaan yang dinamakan Nyangku. Program ini dilaksanakan tiap-tiap Bulan Maulud bersama cara membersihkan benda-benda pusaka yang telah disimpan di Bumi Alit. Baca juga : Upacara Adat Nyangku Panjalu.

Terima kasih kunjungannya, Semoga bermanfaat! 


Kamis, 26 Mei 2016

OBJEK WISATA ASTANA GEDE KAWALI CIAMIS

OBJEK WISATA ASTANA GEDE KAWALI CIAMIS 

Salah Satu Makam Kuno di Astana Gede Kawali
Makam Kuno 

Wisata Ciamis Jawa Barat │ Ciamis mempunyai sejarah yang sangat panjang. Wilayah Situs Astana Gede Kawali ini dulu mempunyai peranan yang amat sangat penting dikarenakan telah menjadi pusat kerajaan Galuh, yaitu sebuah kerajaan yang besar di Jawa Barat yang berdiri sejak abad VII Masehi. Salah satu tempat yang sempat jadi Ibu Kota Kerajaan Galuh yakni Kawali. Sekarang ini sisa-sisa peninggalan kejayaan Kerajaan Galuh kepada abad ke-14 Masehi mampu diliat di Situs Astana Gede Kawali

Menariknya dari peninggalanya itu adalah sisa peninggalan arkeologis pada situs ini berasal dari tiga budaya yang tidak serupa, yaitu canpuran antara budaya lokal, budaya Hindu dan Islam. SDari sekian banyak peninggalan arkeologis yang ada antara lain 6 buah batu prasasti, 3 buah batu menhir serta 11 buah makam.

Situs ini mempunyai luas kurang lebih 5 ha. Berada di kaki Gunung Sawal, bentang alamnya dikelilingi oleh pepohonan yg rimbun & tinggi serta memberikan udara yang sejuk serta dan aura mistis yang kental. Di sebelah Selatan dibatasi oleh Sungai Cibulan yang mengalir dari Barat ke Timur. disebelah Timur berupa parit mungil dari sungai Cimuntur yang mengalir dari Utara ke Selatan. disebelah Utaranya, mengalir Sungai Cikadongdong serta sebelah Barat dibatasi oleh Sungai Cigarunggang. Dari kota Ciamis, Situs Astana Gede Kawali ini akan bisa ditempuh dengan kendaraan, baik speda motor maupun mobil, kira-kira empat puluh lima menit. Keadaan jalan lumayan baik sebab telah diaspal. 

Kondisi lingkungan situs ini adalah seperti hutan lindung yang ditumbuhi dengan beraneka ragam type tumbuhan, tanaman keras dari famili meliceae, lacocarpaceae, euphorbiaceae, sapidanceae & lain-lain, tanaman palawija, rotan, salak, cengkih dll. 

Sejarah Astana Gede

Konon situs ini disebut Astana Gede dikarenakan terdapat suatu makam yg ukurannya besar, panjang sekali & berlainan dengan makam-makam lainnya. Dalam bahasa Sunda, astana berarti makam & Gede berarti Besar. 

Tetapi ada pun yang berpendapat lantaran situs Astana Gede adalah ruangan dimakamkannya beberapa orang besar, atau dalam bahasa Sunda dinamakan gegeden. Makam tersebut diduga merupakan makam Pangeran Usman, yang telah memerintah pada tahun 1592 - 1643 M. Ia telah memeluk agama Islam sebagai keturunan dari Kesultanan Cirebon. 

Di Lihat dari tinggalan budaya yg ada, Situs Astana Gede Kawali ialah kawasan campuran. yaitu berasal dari musim prasejarah, klasik & masa Islam. Wujud budaya dari etika megalitik ditandai bersama adanya temuan punden berundak, lumpang batu, menhir, yoni setelah itu berlanjut dengan cara berangsur-angsur ke kebiasaan budaya peristiwa (klasik) yang ditandai dengan adanya prasasti, selanjutnya berlanjut ke adat Islam yang ditandai dengan adanya makam kuno. 

Prasasti Kawali I
Prasasti Kawali I

Pada masanya, Kawali menjadi pusat pemerintahan kerajaan Galuh dengan raja-raja yang bertahta adalah Prabu Ajiguna Linggawisesa, yang dikenal denga sebutannya Sang Lumahing kiding, Prabu Ragamulya atau Aki Kolot, Prabu Linggabuwana yang gugur dalam sejarah bubat, Rahyang Niskala Wastukancana yang meninggalkan sekian banyak prasasti di Astana Gede (Situs Kawali) serta Dewa Niskala, ayah dari Prabu Jayadewata yang seterusnya memindahkan pusat kerajaan ke Bogor.

Keistimewaan Situs Astana Gede 

Sebagai destinasi wisata budaya dan wisata peristiwa, situs ini sebagai kawasan yang sangat menarik untuk dikunjungi.  Pengunjungnya datang dari berbagai daerah di Kab Ciamis dan dari daerah luar Kabupaten Ciamis. Sebagai obyek ilmu pengetahuan juga tidak sedikit peninggalan budaya masa lampau yang sudah diteliti oleh para ilmuwan seperti ahli arkeologi, ahli filologi sejarawan dan seterusnya. 

Mereka datang untuk meneliti dari kategori batu-batuan, tulisan & bahasanya, atau temuan-temuan lain yang telah sukses digali terutama oleh para ahli arkeologi. Penelitian di Astana Gede sejak mulai dilakukan pada era-Belanda, namun lebih menitik beratkan pada prasastinya. 

Orang Eropa yang pertama kali tertarik kepada prasasti di situs Kawali ini yaitu Thomas Stamford Raffles (1811-1816), terbukti ia menyebut-nyebutnya dalam dalam bukunya History of Java. Tetapi, prasasti itu baru dibaca dengan cara serius oleh Friederich pada tahun 1855. 

Kemudian berturut-turut K.F. Holle kepada thn 1867 & J Noorduijn kepada th 1988. Dua orang Arkeolog Indonesia yang juga membaca ulang prasasti ini merupakan Saleh Danasasmita (1984) & Atja (1990). Prasasti ke-enam ditemukan th 1995 oleh Juru Pelihara Astana Gede bernama Sopar. Salah satu dari prasasti tersebut bertuliskan "Mahayuna Ayuna Kadatuan" yg dijadikan juga sebagai motto juang Kab Ciamis.

Area Situs

Objek Wisata Situs Astana Gede Kawali Ciamis terletak di Dusun Indrayasa, Kecamatan Kawali, kira-kira 21 kilo meter dari kota Ciamis ke arah Utara. Di dalam situs ini terdapat tidak sedikit peninggalan arkeologis. Untuk memudahkan pencarian lokasi lihatlah pada peta dibawah ini :




Itulah sedikit ulasan tentang informasi dari ASTANA GEDE KAWALI, semoga bermanfaat. Silahkan baca juga SITU LENGKONG PANJALU.

Terima kasih atas kunjungannya.


OBJEK WISATA PANTAI KARANG NINI PANGANDARAN

OBJEK WISATA PANTAI KARANG NINI PANGANDARAN

PANTAI KARANG NINI PANGANDARAN
PANTAI KARANG NINI PANGANDARAN

Wisata Pangandaran Jawa Barat | Ada banyak tempat wisata di Pangandaran selain dari Objek Wisata Alam Pantai Pangandaran, Pantai Batu Karas, Pantai Batu Hiu, Pantai Karapyak dan Pantai Madasari, Kab Pangandaran tetap mempunyai satu pantai yang wajib dikunjungi, yaitu Pantai Karang Nini. 

Pantai ini mempunyai keistimewaan letaknya yang berada di balik rerimbunan hutan. Perpaduan wisata pantai dan hutan niscaya menawari pengalaman yang berlainan. 

Legenda Karang Nini 

Objek Wisata Alam Pantai Karang Nini Pangandaran yang dinamakan Karang Nini yakni suatu batu karang, yang sepintas seperti wujud badan nenek-nenek (nini berarti nenek dalam bahasa Sunda). Inilah kenapa pantai ini disebut pantai Karang Nini. 

Ada legenda yang sudah mengiringinya. Konon, jaman dulu di kampung Emplak tinggalah sepasang kakek dan nenek bernama Ki Arga Plara & Ni Ambu Kolot. Sang kakek merupakan satu orang penangkap ikan. Tiap-tiap hari beliau melaut buat mencari ikan. Sebahagian untuk dimakan, sisanya dipasarkan. 

Seluruhnya berlangsung bersama manis, hingga terhadap pada suatu hari, berlangsung sesuatu yg tidak biasa. Sang kakek tidak pun pulang dari laut. Si nenek, pasti saja cemas. Dia khawatir ada sesuatu yang tidak di inginkan kepada diri sang suami. 

Berjalanlah beliau menelusuri pantai sambil memanggil-mangil sang suami. Tapi malang, hingga tengah malam menjelang si kakek belum datang juga. 

Masyarakat setempat ikut menolong mencarikan sang kakek. Namun masih tidak ditemukan. Lantaran telah sedemikan larut, para warga mulai sejak pulang ke rumahnya masing-masing. Tinggalah si nenek sendiri di pinggir pantai. Firasatnya buruk. Sambil tersedu, beliau berdoa terhadap Yang Maha Kuasa, supaya mampu dipertemukan sang suami bagaimanapun kondisinya. 

Doanya dikabul. Tak beberapa lama seterusnya, menjelmalah di hadapan si nenek satu buah batu karang yg mengambang. Konon itu adalah perwujudan si kakek yang nyatanya sudah wafat. 


PANTAI KARANG NINI PANGANDARAN
PANTAI KARANG NINI

Wisata Pantai & Hutan 

Obyek Wisata Alam Pantai Karang Nini Pangandaran lokasinya tersembunyi di balik bukit yang dikelilingi oleh rimbunnya hutan. Pasti saja, lantaran destinasi ini masuk dalam kawasan hutan negeri yang dikelola oleh Perum Perhutani. 

Dipantai ini kita dapat menikmati keindahannya.serta memandang birunya samudera dari atas bukit. Di bawah sejuknya rimbun pepohonan. sobat dapat menyaksikan Sagara Anakan dari kejauhan, bahkan sejak memasuki pintu gerbangnya. Serta Pulau Nusa Kambangan dan teluk Pananjung di selatan yg membayang di horizon. Juga kelokan jalan kereta api peninggalan Belanda yg menghilang di ujung terowongan.

Seandainya mau memandang lebih luas, kita harus naik ke menara pandang yang di lengkapi teropong untuk menikmati keindahan Karang Nini dari ketinggian. Puas menikmati pantai dari titik teratas, sobat dapat menuruni bukit menuju pantai yg landai sambil main-main dgn ombak & melihat dari dekat yg disebut "Karang Nini".

Pondok Wisata 

Objek Wisata Alam Pantai Karang Nini Pangandaran yang paling special di Karang Nini terkecuali menikmati keindahan pantainya ialah sedia 5 buah pondok wisata untuk menginap. Pondok berarsitektur tradisional Sunda ini mempunyai kapasitas dengan tiga kamar. Pasti saja bakal seru apabila kita dengan keluarga atau sahabat dengan bermalam dipinggir pantai seperti di Karang Nini. 

Deburan ombak dan suasana hutan dapat memberikan suasana lainnya. Terlebih jikalau ditemani makanan seperti ikan bakar & jagung bakar malam-malam. 

Objek Lainnya 

Objek Wisata Alam Pantai Karang Nini Pangandaran tetap ada sekian banyak obyek-obyek yang mampu dikunjungi. Khususnya bagi yg menyenangi histori. Ada makam Cikabuyutan & mata air Sumur Tujuh yg diakui bakal menciptakan orang awet bujang & sanggup menyembuhkan beraneka penyakit 

Ada sekian banyak goa keramat, seperti Goa Dompet, Goa Panjang, Goa Parat & Goa Pendek, yang masing-masing mempunya ciri khas dan kisah yg berlainan. Gua Panjang konon diakui ialah jalan tembus menuju Kasunanan Cirebon. Ada makam Eyang Anggasinga Wencana & Mahapatih Bagaspati. 

Aquarium alam di muara Cipabongkokan, di mana ketika air laut surut, kita bisa menikmati pemandangan beragam ikan hias yang terjebak di relung-relung terumbu karang.

Terowongan Terpanjang, Wisata Alam Pantai Karang Nini ada satu lagi obyek yg menarik. Ialah adanya terowongan kereta api tua yang sejak thn 1981 sudah tidak lagi diperlukan. Area terowongan lanjut usia ini terletak di perbatasan antara desa Bagolo & desa Emplak.

Terowongan Wilhelmina Pangandaran
Terowongan Wilhelmina Pangandaran 
Terowongan ini dibangun pada tahun 1914 oleh perusahaan kereta api Staats Spoorwegen yang sejak mulai dimanfaatkan kepada 1921. Namanya terowongan Wilhelmina, membawa nama sang Ratu Belanda yang bertahtapada diwaktu itu. 

Konon terowongan ini merupakan yg terpanjang di Indonesia, merupakan sepanjang 1.116 meter. Dibangun buat beri dukungan rute kereta api jurusan Banjar – Cijulang sejauh 82 kilo meter.

Fasilitas-fasilitas

Objek Wisata Alam Pantai Karang Nini Pangandaran mempunyai media kantor informasi, pondok wisata, mushola, warung/kedai, camping ground, play ground & areal parkir seluas ± 300 meter. Tapi jalan masuk ke obyek wisata sepanjang 2 kilo meter dalam keadaan yang kurang bagus. Biarpun demikian, Pantai ini sayang untuk dilewatkan. Menyangkut harga ticket masuk, pondok, silahkan saja menghubungi telephone di nomor : 0265 – 771042.

Aksesibilitas dan Tempat Wisata

Objek Wisata Alam Pantai Karang Nini terletak di antara trayek Ciamis Pangandaran. Tepatnya berada di desa Emplak Kecamatan Kalipucang.  Dari kota Ciamis akan ditempuh sekitar 80 kilometer. Sedang dari Pangandaran, kira-kira lebih 10 kilo meter atau sekitar 20 menit. 

Buat menuju ke Pantai ini sobat dapat memanfaatkan kendaraan pribadi atau pula kendaraan umum. Cuma saja, apabila sobat memanfaatkan kendaraan umum, sobat mesti menempuh jalan kurang lebih 2 kilometer dari jalan penting untuk sampai ke obyek wisata ini.  untuk memudahkan akses ke lokasi bisa langsung melihat peta dibawah ini :



Terima kasih atas kunjungannya, Semoga bermanfaat!

WISATA PANTAI PANTAI BATU HIU PANGANDARAN

WISATA PANTAI PANTAI BATU HIU PANGANDARAN 

Gerbang ke Bukit Berbentuk Ikan Hiu
Gerbang ke Bukit Berbentuk Ikan Hiu

Wisata Pangandaran Jawa Barat | Apakah sobat sudah berkunjung ke Pantai Batu Hiu ini? jika sudah tentu sudah mengetahui dengan jelas bagaimana eksotisnya pantai ini. untuk itu Pantai Batu Hiu Pangandaran mungkin sebagai Tanah Lot-nya di Jawa Barat.

Pantai ini benar-benar telah ternama sejak lama. Ya, tidak cuma pasti saja pantai Pananjung Pangandaran, Pantai Batu Karas & Karang Nini. Mereka yakni pantai-pantai paling indah di Jawa Barat yg amat sangat ternama. Mengapa dinamakan Pantai Batu Hiu? Enteng ditebak. Lantaran mempunyai satu buah batu (karang) yg serupa ikan hiu. 

Pantai ini berada di Kab Pangandaran (dahulu Ciamis). Dari kota berjarak lebih kurang 14 kilometer ke arah selatan. Tepatnya di Desa Ciliang Kecamatan Parigi. 




Menuju ke Objek Wisata Pantai Batu Hiu Pangandaran tidak terlalu susah. Patokannya ialah Pangandaran. Sesudah di Pangandaran, tinggal mengikuti arahan yang ada. 

Bagi yg memanfaatkan kendaraan umum, dari terminal Pangandaran bisa memakai angkutan pedesaan trayek Cijulang. Dulu turun di depan jalan yg bertanda pantai Batu Hiu. Setelah Itu berlangsung kaki atau naik ojek yg jarak kira kira 2 kilo meter. 

Tanah Lotnya Jawa Barat 

Keistimewaan Wisata Pantai Batu Hiu yaitu dengan panorama alam nan indah. sehingga wajar sekali ketika pantai ini disebut-sebut juga sebagai Tanah Lot-nya Jawa Barat. 

Buat menikmati pemandangan, kita mesti naik ke atas suatu bukit mungil. Dari atas bukit yang ditumbuhi pohon-pohon Pandan (sejenis pohon palem), kita dapat menonton birunya Samudra Indonesia dengan keindahan deburan ombaknya yang menggulung putih.

PANTAI PANTAI BATU HIU PANGANDARAN
PANTAI PANTAI BATU HIU PANGANDARAN

Uniknya ketika kita akan naik ke atas bukit, harus melintasi “gerbang” berupa terowongan mungil berbentuk mulut ikan hiu.  Kita pula dapat main air laut disebelah bukit. Ketika senja hari mulai redup, pengujung akan disajikan dengan daya tarik matahari terbenam di ufuk barat. Tapi disayangkan, lantaran ombaknya besar, dilarang untuk berenang disini.

Harga Tiket Masuk Batu Hiu 

Apabila tertarik berkunjung, adapun harga tiket masuknya yaitu :
  - Orang : Rp. 3.300,- 
  - Motor : Rp.  7.000,- 
  - Jeep : Rp. 19.500,- 
  - Carry : Rp. 36.000,- 
  - L300 : Rp. 51.500,- 
  - Bis Kecil : Rp. 68.000,- 
  - Bis Sedang : Rp. 106.000,- 
  - Bis Besar : Rp. 172.000,- 

Legenda Batu Hiu 

Objek Wisata Wisata Pantai Batu Hiu Pangandaran disebelah utara bukit, kita akan jumpai sekian banyak petilasan. Konon ialah petilasan tokoh-tokoh yang ada kaitannya bersama peristiwa Pantai Batu Hiu. Benar-benar terdapat legenda & mitos yang dihubungkan dengan pantai ini. 

Pada abad ke-11 banyaknya pasukan dari Mataram yang dipimpin oleh Aki & Nini Gede tiba di temat ini lewat laut. Kala mendarat, mereka memutuskan buat beristirahat dan tinggal sementara di dekat bukit. Aki & Nini Gede selanjutnya memerintahkan pasukan buat mencari makanan. 

Salah satu prajurit yang bernama Ki Braja Lintang, memutuskan buat mencari ikan di pantai dan menangkap seekor hiu. Disaat Aki & Nini Gede mengetahui berkaitan ini, mereka memerintahkan untuk melepaskan ikan kembali ke lautan.

Tetapi sesudah kembali dilepas, ikan hiu tersebut beralih jadi suatu batu hitam gede yg berbentuk hiu dan tetap mampu di lihat sampai sekarang ini. Ada pula sekian banyak gua di daerah tersebut, warga setempat yakin bahwa salah satu gua ini membuka ke Cirebon di Pantai Utara. 

Penangkaran Penyu Hijau 

Objek Wisata Pantai Batu Hiu Pangandaran, kira-kira 15 kilo meter ke arah barat dari Batu Hiu, bisa kita jumpai penangkaran penyu hijau yg dikelola oleh Grup Pelestari Biota Laut (KPBL) Batu Hiu. 

KPBL berdiri di awal th 80-an atas inisiatif Bpk Didin yg didasari keprihatinan kepada makin maraknya perburuan & pengambilan penyu buat mengkonsumsi ataupun perdagangan, dgn memburu penyu dewasa sampai telurnya. 

Penangkaran penyu merupakan salah satu objek wisata edukasi di Pangandaran. Di sini visitor bakal mengetahui sekian banyak type penyu pun kiat perkembangbiakannya. Pengujung serta diperbolehkan untuk mengelus & berikan makan penyu-penyu yang ada. 

Tak dipungut anggaran apapun buat masuk ke penangkaran. Jika mau berdonasi buat memberi dukungan kegiatan & kelompoknya, kamu dapat isikan kotak yang disediakan. Apabila sedang beruntung, kepada bulan-bulan tertentu kita dapat ikut melepaskan tukik (anak penyu) ke lautan. Bagaimana, tertarik, kunjungilah pantai ini?  semoga bermanfaat !

Terima kasih atas kujungannya,

OBJEK WISATA CURUG TUJUH PANJALU CIAMIS

OBJEK WISATA CURUG TUJUH PANJALU CIAMIS


Wisata Ciamis Jawa Barat │ Panjalu mempunyai satu destinasi wisata yang populer. yaitu Curug Tujuh. Seperti namanya, destinasi ini adalah curug (air terjun) yang bertingkat-tingkat hingga 7 buah. yaitu Curug Satu, Curug Dua, Curug Tiga, Curug Cibolang, Curug Simantaja, Curug Cileutik, & Curug Cibuluh. 

Destinasi Objek Wisata Curug Tujuh Panjalu ini berada pada ketinggian 800-900 meter di atas permukaan laut. Konfigurasi lokasinya berbukit dengan suhu udara pada umumnya berada pada 17-18 derajat Celcius. 

Untuk menikmati keindahan serta keasrian ketujuh curug tersebut kita mesti naik mengitari bukit bersama mengunakan jalan setapak yg dikelilingi hutan pinus Perum Perhutani.

Daya Tarik Wisata

Obyek Wisata Curug Tujuh Panjalu pas bagi yang memiliki hobi adventure. Perihal ini disebabkan buat menuju ke tempat ini dibutuhkan lumayan kerja keras mendaki bukit. Tetapi, panorama alam yg indah serta suasana hutan pinus, alam gunung Ciparang dan gunung Cibolang yg melingkupinya memberikan kompensasi yang sepadan. 

Daya Tarik Wisata Alam Curug Tujuh Panjalu Ciamis mutlak pada ketujuh curugnya. Konon di antara curug tersebut mengalirkan air yang berkhasiat menyembuhkan penyakit seperti penyakit kulit, encok, rematik danpegal linu. 

Istimewanya, airnya tak sempat surut sekalipun periode kemarau. Tidak Cuma mandi dan menikmati keindahan curug, di obyek wisata ini pun mampu dilakukan camping. 


Deskripsi Masing-masing Curug 

Objek Wisata Curug Tujuh Panjalu walau banyaknya tujuh buah, tetapi jarak di antara curug tak terlampau jauh, maka semuanya dapat di capai jangka waktu 2-3 jam saja. 

Curug satu cuma berjarak lebih kurang 50 m dari gerbang. Curug ini yakni curug yang terbesar dengan tinggi kurang lebih 120 meter & lebar 20 meter. Di sudut kirinya terdapat tebing datar. Di sinilah visitor tidak sedikit berkumpul.

Curug Ke-1 

Curug Ke-1

Curug ke-2 berjarak seputar 1 kilo meter dari curug ke-1.

Curug Ke-2 

Curug Ke-2

Sesudah Itu kita akan mengahdiri curug tiga sampai lima.

Curug Ke-3 

Curug Ke-3

Curug mula-mula yg kita yakni curug empat (Curug cibolang). Sedang curug ke-3 & kelima dan posisi curug tiga ini berada di atas curug empat, sedangkan curug lima berada dibawahnya curug empat seperti curug satu & dua yang lokasinya berdekatan. 

Curug keempat (Curug Cibolang) mempunyai ketinggian seputar 50 m dgn lebar lebih kurang 5 meter. Curug ini pun bertingkat meskipun tingkatannya pendek. 

Curug Ke-4

Curug Ke-4

Curug kelima atau Curug Cimantaja, terletak dibawah curug keempat. Disebut demikian konon berasal dari kata Cimata Raja atau air mata Raja. Curug ini keadaannya hampir sama bersama curug keempat. Yg membedakan terdapat lumayan tidak sedikit bebatuan dan pohonnya yg rimbun. diluar itu, konon di sini tidak jarang terlihat pelangi.

Curug Ke-5

Curug Ke-5

Kemudian curug keenam (Curug Cileutik) dan ketujuh (Curug Cibuluh) keadaannya tidak terlalu tinggi. Kira-kira 30 meter. Visitor mesti berhati-hati sebab jalan menuju ke sana amat sangat licin dan terjal. 

Setelah berlangsung sekian banyak waktu sampailah kita di curug keenam yangg berbentuk menyerupai huruf S. 

Curug Ke-6 

Curug Ke-6

Curug ketujuh berada di bawah curug keenam. Di curug ketujuh ini terdapat kolam kecil berukuran 3 meter berbentuk setengah lingkaran bersama air berwarna kehijauan. 

Curug Ke-7

Curug Ke-7


Tak jauh dari curug keenam dan ketujuh terdapat obyek berupa Batu Kereta Api. Disebut demikian sebab wujud batunya besar-besar seperti gerbong kereta dan berjejer ke belakang jumlahnya 12 buah. 

Letak & Aksesibilitas 

Wisata Curug Tujuh Panjalu atau dinamakan pula Curug Cibolang terletak di Desa Sandingtaman, Kecamatan Panjalu, di kaki Gunung Sawal. Berjarak Seputar 35 kilometer dari Kota Ciamis ke arah utara. 


Bagi yang memanfaatkan kendaraan umum, naik dari Terminal Ciamis memakai rute Ciamis-Panjalu atau dari Bandung memanfaatkan jalur Ciamis via Panjalu. Untuk menuju objek wisata ini mampu memakai kendaraan roda empat dan roda dua. Bagi yg punyai hobi olahraga bersepeda juga dapat memakai sepeda gunung.

Di Sayangkan, buat mencapai lokasi ini lumayan susah dan mesti dipandu penduduk setempat sebab memang terpencil letaknya.

Legenda  CURUG TUJUH 

Menurut legenda, Curug Tujuh terbentuk dari mata air satu orang raja. Konon, pada masa dulu berjalan kemarau yang amat panjang di wilayah ini. Air tak ada dan tanah kering kerontang maka rakyatnya dirundung malang berkepanjangan. 

Hal ini menjadikan raja yang berkuasa amat sangat prihatin. Beliau seterusnya memohon biar diturunkan hujan supaya kondisi negerinya pulih seperti sedia kala. 

Tetapi usahanya itu tak pula mendapati jawaban dari Yang Kuasa. Sang raja juga makin sedih, sampai menangis. Tapi keajaiban berjalan. Air mata sang raja perlahan beralih jadi genangan air serta makin lama makin membesar maka membentuk aliran yang hasilnya terpecah dan jatuh di tujuh buah tebing. Sehingga terbentuklah curug tujuh. Pasti saja itu cuma mitos.

Itulah sedikit ulasan tentang  CURUG TUJUH PANJALU CIAMIS, semoga bermanfaat!.

Terima kasih atas kunjungannya