Rabu, 31 Agustus 2016

Pendakian Gunung Guntur Garut, Pendek Tapi Menantang

Pendakian Gunung Guntur Garut, Pendek Tapi Menantang


Pendakian Gunung Guntur Garut, Pendek Tapi Menantang, gunung guntur garut jawa barat,gunung guntur garut kebakaran,gunung guntur garut 2015,gunung guntur garut terbakar,gunung guntur garut aktif,gunung guntur garut mdpl


Wisata Garut Jawa Barat │ Kota Garut memang menyimpan keindahan alam yang tak berbatas. Selain Gunung Papandayan dan Cikuray yang sudah cukup dikenal, ternyata masih ada satu lagi gunung indah di sana. Gunung Guntur atau biasa disebut warga setempat gunung Gede. Hasil penelusuran singkat sebelum memutuskan berangkat, saya mendapati bahwa gunung ini memiliki ciri khas yang cukup unik dibandingkan gunung lainnya di Garut, yaitu mayoritas konturnya berpasir dan berbatu serta hanya ditumbuhi rumput ilalang (sabana) yang cukup tinggi bahkan sampai ke puncaknya. Sungguh memesona. Wajar jika beberapa orang menyebutnya Rinjaninya Kota Garut.
gunung guntur terkini, berita gunung guntur
Gunung Guntur adalah sebuah gunung yang berada di wilayah Garut, Jawa Barat dengan memiliki puncak dengan ketinggian 2.249 mdpl. Gunung ini konon katanya adalah gunung api yang paling aktif di tahun 1800-an. Gunung Guntur merupakan gunung yang bertipe stratovolcano. Tapi sejak itu aktivitasnya kembali menurun. Erupsinya pada umumnya disertai dengan lelehan lava, lapili dan objek material lainnya. pemandangan gunung guntur garut, gunung guntur garut meletus, alamat gunung guntur garut
Gunung Guntur meskipun tidak terlalu tinggi namun mempunyai sejuta pesona yang akan membuat siapa saja yang mengunjunginya berdecak kagum akan keindahannya, berbeda dengan gunung-gunung di sekitarnya. Jika gunung di sekitarnya tampak hijau penuh dengan pepohonan, maka Gunung Guntur gersang sendiri. Dari kejauhan tubuhnya terlihat cokelat pirang. Warna ini dibentuk oleh permukaannya yang hanya ditumbuhi rumput dan ilalang. Jarang sekali pohon kayu keras yang tumbuh di permukaannya. Adapun penyebab dari sangat sedikitnya pohon kayu keras yang tumbuh di tanah Gunung Guntur ini, mungkin karena permukaannya yang berupa pasir, bukan tanah biasa. gunung guntur garut video, gunung cikuray, misteri gunung guntur
Untuk mencapai Gunung Guntur kita bisa naik bus jurusan Garut atau Singaparna kemudian turun di Pom Bensin Tanjung. Kemudian untuk menuju pos pendakian kita bisa nebeng truck pasir yang selalu lalu lalang di jalan sebelah pom bensing Tanjung ini dengan membayar sesuai hati saja. legenda, pemandangan, wisata, kawah, alamat, aktivitas, asal usul, batu akik, asal mula, misteri
Di pos pendakian kita harus membayar registrasi seikhlasnya dan kemudian melanjutkan lagi naik truck melewati jalan yang rusak parah dengan belokan yang sangat tajam. Hampir 45 menit melewati jalanan offroad dan akhirnya sampai di jalur paling atas dari penambang pasir. Dari titik ini perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki. pendakian, berita terkini, berita tentang, berita hari ini, gunung guntur cipanas garut, cuaca, catatan perjalanan, cerita mistis 
Dari tempat penambang pasir kita mulai melangkah, ada 2 jalur yang bisa kita pilih yakni pertama adalah jalur Curug Citilis. Untuk menemukan jalur ini kita harus sedikit turun melipir dari tempat penambang pasir dan jalur persis di tepi sungai dengan pohon yang rindang. Kedua adalah jalur langsung memasuki savana di atas tempat penambang pasir. Jika melalui jalur ini dipastikan akan langsung diterpa sinar matahari yang begitu terik. gunung guntur di garut, sejarah gunung guntur di garut, misteri di, status hari ini, hiking, info, informasi, info terkini
Kita mencoba jalur Curug Citilis karena jalurnya jelas dan rindang namun ada tapinya yaitu selepas jalur ini akan berubah menjadi pendakian semi scrambling karena jalur yang menanjak tajam dengan bebatuan besar. Kita harus hati-hati saat melewati jalur ini. Jalur menanjak ini akan berhenti disaat kita sampai di Curug Citilis atas. Berjalan kembali kita akan keluar dari lingkup hutan yang rindang dan masuk ke dalam savana dengan ilalang tinggi. Dari sini jalur mulai melandai namun dengan sinar matahari yang terik. status saat ini, info terbaru, informasi terkini, jalur, jalan ke, ketinggian, kondisi, keindahan, kisah
Jalur landai bisa kita nikmati sampai di pos 2. Mata air terakhirpun bisa kita jumpai di pos 2 ini dan bisa kita gunakan untuk mengisi persediaan air. Dari pos ini jalur yang lebih berat telah menanti. Di awal perjalanan ini kita akan menemui banyak pohon kering yang mati tanpa dedaunan hijau persis seperti di Gunung Papandayan walaupun tidak sebanyak disana. keadaan, kabar, kabar terbaru, lokasi, letak, letusan, sejarah letusan, sejarah meletusnya
Jalur yang sebelumnya tanah sedikit demi sedikit berubah menjadi tanah batu kerikil yang mudah lepas. Trek seperti ini yang membuat kita benar-benar benci untuk melewatinya. Setapak demi setapak melewati jalur yang miring dan hanya sedikit pohon hijau dan yang paling menyengsarakan adalah kemiringannya yang 45 derajat sempurna. Mendekati puncak 1 jalur semakin ekstrim dan terjal. Di tengah jalur akan sesekali menemui pohon pinus yang berdiri sendiri. Disini kita bisa berteduh sejenak sambil menikmati belaian angin untuk mengurangi rasa lelah. naik, pendakian, peta, poto, pesona, pendaki, rute pendakian, status terbaru
Di sini perjalanan belum selesai karena belum sampai di puncak utamanya. Kebanyakan para pendaki mendirikan tenda di puncak 1 ini karena banyak tempat yang datar dan pemandangannya juga sudah cukup indah. Dari sini kita bisa melihat pemandangan kota Garut dan ketika mulai sore akan terlihat savana yang menguning dengan ilalang melambai-lambai tertiup angin. status terkini, status 2014, situasi, sasakala, trek, track, 
Melanjutkan perjalanan ke puncak 2 jalur kembali miring namun batu kerikil mulai agak berkurang. Sekitar 40 menit kita akan sampai di puncak 2. Dari puncak 2 pemandangan bebas telah tersaji di depan mata. Tampak di bawah puncak 1 dengan warna-warni tenda para pendaki yang membuka camp disana. Kawah Gunung Guntur tampak menganga di bawah dan menunjukkan kalau dia pernah murka dulu. Menghadap ke belakang tampak puncak 3 yang lebih tinggi lagi. Tepat di puncak 2 ini ada tugu gps pertanda puncak Guntur yang dibuat oleh tim delegasi ITB. Disini kita juga bisa mendirikan tenda untuk menginap. Setelah matahari terbenam akan nampak keindahan langit malam yang begitu indah dengan pemandangan gemerlap lampu kota di bawah. Melihat langit maka akan serasa melihat lukisan alam yang mempesona dan luas dengan penuh jutaan bintang. tinggi, gunung guntur garut waspada
Ketika matahari terbit kita akan melihat spectrum warna jingga dibatas cakrawala yang sangat menawan. Tampak di bawah kota Garut masih tampak tertidur dengan lampu kota masih banyak yang menyala. Tampak di kejauhan Gunung Galunggung membuat perpaduan yang sangat menarik. Semakin tinggi matahari semakin nampak kemegahan alam raya ini. Di kejauhan juga nampak Gunung Cikuray dengan bentuk segitiga sama sisi sempurna. Juga terlihat Gunung Papandayan yang selalu berasap dan di utara tampak Gunung Ciremai yang merupakan Gunung Tertinggi di Jawa Barat. Dan dari Kejauhan juga muncul Gunung Slamet yang masih terus murka.

Tips Pendakian Gunung Guntur. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan saat teman-teman ingin mendaki gunung guntur 2294 mdpl:
  • Jaket tebal. Ini sangat diperlukan, karena angin di gunung guntur cukup kencang dan suhu dingin.
  • Sepatu safety. Tidak disarankan memakai sendal, karena jalur berbatu. Selain itu trek pasir saat turun dari puncak bisa membuat kaki anda cidera.
  • Jas hujan, gunung guntur sering hujan.
  • Sebelum summit titipkan barang barang ke pos 3 (Untuk mengurangi beban anda saat summit)
  • Jangan mendirikan tenda di Puncak! Banyak pendaki nakal yang terkena musibah karena mendirikan tenda di puncak guntur.
  • Ada 5 puncak di gunung guntur di saran membawa persediaan air yang cukup, karena sumber air terakhir adalah Pos 3.


Pendakian Gunung Guntur Garut,sejarah gunung guntur garut,status gunung guntur garut,misteri gunung guntur garut,berita gunung guntur garut,cerita gunung guntur garut,foto gunung guntur garut,mendaki gunung guntur garut


Itulah sedikit ulasan perjalan pendakian Gunung Guntur Garut, Jawa Barat. Semoga bermanfaat untuk para pencinta alam, cintailah alam, Semoga bermanfaat dan mohon maaf jika ada kekurangan.

Baca artikel selanjutnya tentang Tempat Wisata Pantai Rancabuaya  di Garut yang Indah.

Terima Kasih.

Selasa, 30 Agustus 2016

Pantai Santolo Pameungpeuk Garut Selatan Tempat Wisata Populer

Pantai Santolo Pameungpeuk Garut Selatan Tempat Wisata Populer 


Pantai Santolo Pameungpeuk Garut


Wisata Garut Jawa Barat │ Salah satu tempat wisata alam terbaik di Garut adalah Pantai Santolo yang terletak di Kecamatan Cikelet, Garut Selatan. Orang-orang menyebutnya Pantai Santolo Pameungpeuk. Pantai Santolo Garut gaungnya memang paling populer dibanding beberapa wisata pantai lainnya di Garut Selatan seperti Pantai Sayang Heulang, Pantai Rancabuaya, Gunung Geder Garut, Pantai Cijayana Bungbulang, Taman Manalusu Cikelet, Pantai Karang Paranje, Pantai Cijeruk Indah Cibalong dan lain -lain. Jarak ke Pantai Santolo dari pusat kota Garut yaitu 88 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 3,5 jam perjalanan.  cianjur,  cigadog kabupaten  jawa barat, bandung, banten, pasang

Daya Tarik Pantai Santolo

Pantai Santolo merupakan salah satu tempat wisata di Garut yang sudah cukup lama dikenal. Pantai Santolo mempunyai bentang pantai yang cukup panjang, dengan pasir putih yang halus. Tempat wisata ini masih tidak begitu ramai dengan pengunjung sehingga anda bisa benar-benar menikmati suasana pantai yang masih lumayan bersih. hari ini, ditutup, saat ini, daerah mana

Pantai ini merupakan pantai yang cukup elok jika dilihat dan menjadi satu dari beberapa destinasi unggulan di Garut, terdapat di daerah Pameungpeuk tepatnya di Kecamatan Cikelet Garut Jawa Barat. Sebuah pantai yang terdapat di Garut Selatan dengan view yang sangat menawan serta ombak yang cukup besar mampu menjadi magnet bagi para wisatawan yang berkunjung ke Garut. Dengan melihat keindahan panorama alamnya yang indah dan sejuk dapat membuat pikiran yang tegang menjadi damai serta merelaksasikan pikiran anda yang sedang tidak bersahabat dengan berbagai kesibukan di kota. Anda pun dapat melakukan Paket Wisata di Pantai Santolosayangheulang,


Pantai Santolo Pameungpeuk Garut


Sekarang Pantai Santolo ini merupakan tempat berkumpulnya para nelayan yang telah dikembangkan menjadi tempat tujuan yang indah di Garut. Tidak hanya itu, Pantai ini juga selalu menjadi tujuan wisata favorit dikala hari liburan atau liburan lebaran tiba. Baiklah dari pada saya bertele-tele membahas tentang Pantai di Garut Selatan ini ada baiknya sekarang saya berikan info tentang Harga Tiket Masuk Pantai Santolo Garut. beach, banana boat, backpacker, biaya, dari bandung, jawa barat, dari bogor,  jawa barat

Pantai Santolo Pameungpeuk Garut

Pantai santolo memiliki keindahan yang tak kalah mempesona dengan pantai-pantai yang ada di indonesia. Udara yang sejuk dipadu hamparan pasir putih yang berdampingan dengan ombak laut yang berkilau bagai cahaya permata. Deretan terumbu karang yang menawan menjadi rumah bermacam biota laut yang sangat alami. Selain itu kita bisa menikmati sunset dan sunrise salah satu moment fenomena yang paling ditunggu semua orang yang berkunjung ke pantai. Bagi yang gemar berfotografi disini juga bisa menjadi salah satu alternatif background foto anda. jarak dari bandung, backpacker,berita, rute  dari bogor, peta dari bandung, via ciwidey

Pantai Santolo Pameungpeuk Garut


Selain keindahannya dipantai santolo ini juga menjadi tempat berkumpulnya para nelayan tradisional yang melaut dan merupakan daerah kegiatan nelayan sebagai dermaga kapal ikan atau perahu yang ada di pameungpeuk. Dari bibir pantai santolo kita akan menemukan pemandangan yang sangat menakjubkan, salah satunya Muara Cilauteureun. Cilaut eureun dalam bahasa sunda berarti laut yang berhenti. karena air disana begitu tenang seolah-olah berhenti dan keunikan di muara ini ialah aliran airny berasal dari laut menuju ke sungan bukan sebaliknya. Jadi sangat disayangkan bila anda tidak mengabadikan fenomena ini.

Pulau Santolo

Wisata Pulau santolo merupakan pulau kecil yang terletak persis di daerah pantai santolo. Pulau ini hanya dipisahkan oleh sungai kecil yang menjadi muara dan pelabuhan cilaut eureun, serta dipisahkan dengan jembatan gantung yang sayangnya sudah tidak berfungsi lagi. lewat ciwidey, cerita, cuaca , camping, di malam hari, dan pangandaran, daerah, dimana, di daerah mana

Pantai Santolo Pameungpeuk Garut


Untuk menyeberang ke pulau ini anda bisa menggunakan jasa perahu yang bertarif Rp 2000 saja sekali jalan (Rp 4000/orang pulang-pergi) . Disini anda bisa menemukan pantai yang tidak kalah cantiknya, juga peninggalan pintu air yang dibangun di zaman Belanda.

Pantai Sayang heulang merupakan pantai berkarang yang bisa anda temukan di salah satu sisi pulau santolo. Keunikan dari pantai sayang heulang ini adalah adanya bentang karang yang menjorok jauh ke laut di sepanjang garis pantai.

Lokasi Pantai Santolo

Pantai Santolo terletak di wilayah kecamatan Cikelet Garut, namun terletak lebih dekat ke Pameungpeuk. Jarak dari pusat kota Garut kurang lebih 88 KM . Sarana jalan menuju lokasi pantai dari Garut cukup bagus, hanya di sebagian kecil jalan saja yang masih bergelombang. Bahkan menjelang kecamatan Cikelet sampai dengan Pameungpeuk jalan sudah mulus di hotmix dan cukup lebar . Hanya saja anda harus berhati-hati karena tipe jalannya yang khas daerah pegunungan ; terus berkelok-kelok sepanjang perjalanan . Namun hal ini akan tertutupi dengan pemandangan alami selama dalam perjalanan. dari jakarta, dan rancabuaya, sumedang, pantai dekat santolo, rute  dari jakarta, jarak  dari kota, fasilitas
Untuk menuju destinasi wisata ini ada banyak rute yang dapat kita pakai diantaranya

Rute 1 : Ciwidey – Cisewu – Bungbulang – Pameungpeuk. Jalur ini lumayan jauh dan belum ada kendaraan umum. Tetapi sebagai gantinya kita disuguhi pemandangan yang sangat bagus.

Rute 2 : Garut – Cikajang – Cikelet – Pameungpeuk, rute ini merupaka rute umum dan bisa ditempuh dengan kendaraan umum. Bagi anda yang melewati rute ini saya sarankan untuk berhati-hati karena jalan yang berkelok-kelok tajam. Selain itu rute ini banyak ditempuh oleh wisatawan dari kabupaten tasik, bandung, jakarta dan kota lainnya.

Rute 3 : Untuk yang dari bandung bisa menggunakan jalur ranca bali – Naringgul – Cidaun – Rancabuaya – Santolo. Atau dengan jalur alternatif yaitu melewati Pangalengan.
Bagaimana, cukup menarik bukan ? sekian info wisata dari saya semoga dapat menjadi alternatir liburan yang menarik untuk anda dan keluarga anda berikutnya.

Tiket Masuk

Adapun tiket masuk ke Pantai Santolo adalah Rp. 3.500, untuk menyebrang ke pulau kecil anda dapat menggunakan perahu dan anda harus menyewanya dengan Rp. 2.000 untuk satu kali sebrangan. Murah bukan jadi tunggu apalagi segera berkunjung ke Pantai Santolo Garut. Namun saya sarankan jika anda kurang suka dengan keramaian, anda jangan berkunjung pada hari liburan karena hari-hari tersebut biasanya sangat penuh oleh para pengunjung baik itu pengunjung dari Garut maupun luar Garut.  Info paket wisata santolo 2016, Phone (0262543226), Mobile Phone Telkomsel (082218814444), Mobile Phone Indosat (085659568000), Email (jajang@digarut.com)
BlackBerry Messenger (5A3E9ACD)

Bagi yang suka permainan ekstrim, disana juga disediakan banana boat yang memacu adrenalin kita. Harganya cukup terjangkau, yaitu sekitar Rp 25.000 /orang anda sudah dapat menaiki permainan yang dapat dikatakan paling banyak peminatnya. Banyak fasilitas yang menunjang para wisatawan, seperti losmen, tempat makan, hotel / penginapan, kios-kios cinderamata dengan harga terjangkau dan lainnya sebagainya.

Penginapan di Pantai Santolo 

Apabila sobat ingin berlama-lama di objek wisata Pantai Santolo Garut, di sekitar pantai Santolo ada banyak losmen dan penginapan dengan harga yang sangat terjangkau, berkisar antara Rp. 100.000,- sampai Rp. 200.000,- per malam. diantranya :

Pondok Karang Asri, SKW : Pameungpeuk, Kecamatan : Cikelet, Jenis Hotel : Hotel Melati I
Alamat : JI. Raya Parneungpeuk km.12 No. 10 Tlp. (0262) 521259

Penginapan Amboina, SKW : Pameungpeuk, Kecamatan : Pameungpeuk, Jenis Hotel : Hotel Melati I
Alamat : Jl. Cilauteureun No. 19 Tlp. (0262) 521281

Hotel Wira Kalingga, SKW : Pameungpeuk, Kecamatan : Pameungpeuk, Jenis Hotel : Hotel Melati III, Alamat : Jn. Raya Pamengpeuk No 102

Penginapan Barokah, SKW : Pameungpeuk, Kecamatan : Pameungpeuk, Jenis Hotel : Hotel Melati I
Alamat : Jl. Raya Cilauteureun

Wisma LAPAN, SKW : Pameungpeuk, Kecamatan : Pameungpeuk, Jenis Hotel : Hotel Melati I
Alamat : Jl. Cilauteureun

Penginapan Citra Agung, SKW : Pameungpeuk, Kecamatan : Pameungpeuk, Jenis Hotel : Hotel Melati I, Alamat : Jl. Cilauteureun No. 785 Tlp. (0262) 521250

Penginapan Biasa, SKW : Pameungpeuk, Kecamatan : Pameungpeuk, Jenis Hotel : Hotel Melati I
Alamat : JI. Cigodek Tlp. (0262) 521939

Penginapan Rahmat, SKW : Pameungpeuk, Kecamatan : Pameungpeuk, Jenis Hotel : Hotel Melati I
Alamat : Jl. Cilauteureun No. 10 Tlp. (0262) 251077

Tak sabar ingin menelusuri spot-spot menarik di Pantai Santolo Garut? Silakan sobat buktikan sendiri keindahan tempat wisata favorit di Garut Selatan yang satu ini. Selamat berlibur!

Baca juga artikel selanjutnya Pendakian Gunung Guntur Garut, Pendek Tapi Menantang.

Terima Kasih !

Senin, 29 Agustus 2016

Legenda Wisata Situ Bagendit Garut

Legenda Wisata Situ Bagendit Garut

Legenda Wisata Situ Bagendit Garut


Wisata Garut Jawa Barat │ Legenda dari Jawa Barat, pada jaman dulu disaat di sebelah utara kota garut ada suatu desa yg penduduknya biasanya yakni petani. Lantaran tanah di desa itu teramat subur & tak sempat kekurangan air, sehingga sawah-sawah mereka senantiasa membuahkan padi yg berlimpah ruah. Tetapi biarpun demikian, para masyarakat di desa itu masih miskin kekurangan.

Hari masihlah sedikit gelap & embun tetap bergayut di dedaunan, tapi para warga telah bergegas menuju sawah mereka. Hri ini ialah hri panen. Mereka bakal menuai padi yg telah menguning & menjualnya pada satu orang tengkulak bernama Nyai Endit.

Nyai Endit yaitu orang paling kaya di desa itu. Rumahnya mewah, lumbung padinya amat sangat luas lantaran mesti lumayan menampung padi yg dibelinya dari semua petani di desa itu. Ya! Seluruhnya petani. & bukan bersama sukarela para petani itu jual hasil panennya terhadap Nyai Endit.Mereka terpaksa jual seluruhnya hasil panennya dgn harga murah jika tak akan cari perkara dgn centeng-centeng suruhan nyai Endit. Dulu seandainya pasokan padi mereka habis, mereka mesti membeli dari nyai Endit bersama harga yg melambung tinggi.

“Wah kapan ya nasib kita beralih?” tutur seseorang petani terhadap temannya. “Tidak tahan aku hidup seperti ini. Mengapa yah, Tuhan tak menghukum si lintah darat itu?”
“Sssst, janganlah kenceng-kenceng atuh, kelak ada yg denger!” sahut temannya. “Kita mah mesti sabar! Kelak pun mendatang pembalasan yg setimpal bagi orang yg senang berbuat aniaya kepada orang lain. Kan Tuhan mah tak sempat tidur!”

Sementara iru Nyai Endit sedang periksa lumbung padinya.
“Barja!” kata nyai Endit. “Bagaimana? Apakah seluruh padi telah dibeli?” kata nyai Endit.
“Beres Nyi!” jawab centeng bernama Barja. “Boleh diperiksa lumbungnya Nyi! Lumbungnya telah penuh diisi padi, bahkan sekian banyak tetap kita simpan diluar lantaran telah tidak muat lagi.”
“Ha ha ha ha…! Sebentar lagi mereka bakal kehabisan beras & bakal membeli padiku. Saya dapat makin tajir!!! Keren! Pantau konsisten para petani itu, jangan mereka jual hasil panennya ke lokasi lain. Beri pelajaran bagi siapa saja yg membangkang!” kata Nyai Endit.

Benar saja, sekian banyak pekan seterusnya para masyarakat desa sejak mulai kehabisan bahan makanan bahkan tidak sedikit yg telah mulai sejak menderita kelaparan. Sementara Nyai Endit senantiasa berpesta pora bersama makanan-makanan mewah di rumahnya.

“Aduh pak, persediaan beras kita telah menipis. Sebentar lagi kita terpaksa mesti membeli beras ke Nyai Endit. Kata tetangga sebelah harganya waktu ini lima kali lipat disbanding kala kita menjual lalu. Dengan Cara Apa nih pak? Padahal kita pun butuh membeli kepentingan lainnya. Ya Tuhan, berilah kami keringanan atas beban yg kami pikul.”
Begitulah gerutuan para masyarakat desa atas kesewenang-wenangan Nyai Endit.

Satu Buah siang yg panas, dari ujung desa terlihat satu orang nenek yg berlangsung terbungkuk-bungkuk. Beliau melintasi pemukiman masyarakat dgn tatapan penuh iba.
“Hmm, kasihan para masyarakat ini. Mereka menderita cuma sebab kelakuan satu orang saja. Kelihatannya factor ini mesti serentak diakhiri,” pikir si nenek.
Dirinya terjadi jelang satu orang masyarakat yg sedang menumbuk padi.
“Nyi! Aku numpang bertanya,” kata si nenek.
“Ya nek ada apa ya?” jawab Nyi Asih yg sedang menumbuk padi tersebut
“Dimanakah aku dapat menemukan orang yg paling tajir di desa ini?” bertanya si nenek
“Oh, tujuan nenek hunian Nyi Endit?” kata Nyi Asih. “Sudah dekat nek. Nenek tinggal lurus saja hingga ketemu pertigaan. Dulu nenek belok kiri. Kelak nenek dapat tonton hunian yg amat gede. Itulah rumahnya. Benar-benar nenek ada butuh apa sama Nyi Endit?”
“Saya ingin minta sedekah,” kata si nenek.

“Ah percuma saja nenek minta sama ia, ga bakalan diberi. Jika nenek lapar, nenek dapat makan di hunian aku, namun seadanya,” kata Nyi Asih.
“Tidak butuh,” jawab si nenek. “Aku Hanya ingin tahu reaksinya apabila ada pengemis yg minta sedekah. O ya, tolong anda beritahu masyarakat yg lain utk siap-siap mengungsi. Dikarenakan sebentar lagi bakal ada banjir gede.”
“Nenek bergurau ya?” kata Nyi Asih kaget. “Mana bisa jadi ada banjir di masa kemarau.”
“Aku tak bergurau,” kata si nenek.”Aku ialah orang yg bakal berikan pelajaran terhadap Nyi Endit. Sehingga dari itu serentak mengungsilah, bawalah barang bernilai milik kalian,” kata si nenek.
kemudian si nenek berangkat meniggalkan Nyi Asih yg masihlah bengong.

Sementara itu Nyai Endit sedang menikmati sajian yg berlimpah, begitu juga para centengnya. Si pengemis tiba di depan hunian Nyai Endit & segera dihadang oleh para centeng.
“Hei pengemis sepuh! Segera berangkat dari sini! Janganlah hingga teras hunian ini bernoda terinjak kakimu!” bentak centeng.
“Saya ingin minta sedekah. Bisa Saja ada sisa makanan yg sanggup aku makan. Telah tiga hri aku tak makan,” kata si nenek.
“Apa peduliku,” bentak centeng. “Emangnya saya bapakmu? Bila ingin makan ya beli jangan sampai minta! Sana, serta-merta berangkat sebelum aku seret!”
Namun si nenek tak bergeming di tempatnya. “Nyai Endit keluarlah! Saya ingin minta sedekah. Nyai Endiiiit…!” teriak si nenek.
Centeng- centeng itu berikhtiar menyeret si nenek yg tetap berteriak-teriak, namun gagal.
“Siapa sih yg berteriak-teriak di luar,” tutur Nyai Endit. “Ganggu orang makan saja!”
“Hei…! Siapa anda nenek lanjut usia? Mengapa berteriak-teriak di depan hunian orang?” bentak Nyai Endit.

“Saya Hanya ingin minta sedikit makanan dikarenakan telah tiga hri aku tak makan,” kata nenek.
“Lah..ga makan kok minta sama saya? tiada! Langsung bertolak dari sini! Kelak tidak sedikit lalat nyium baumu,” kata Nyai Endit.
Si nenek bukannya bertolak namun malah menancapkan tongkatnya ke tanah dulu memandang Nyai Endit dgn penuh kemarahan.
“Hei Endit..! Tatkala ini Tuhan memberimu rijki berlimpah namun kau tak bersyukur. Kau kikir! Sementara masyarakat desa kelaparan kau malah menghambur-hamburkan makanan” teriak si nenek berapi-api. “Aku datang kesini sbg jawaban atas doa para warga yg sengsara sebab ulahmu! Saat Ini bersiaplah menerima hukumanmu.”
“Ha ha ha … Kau ingin menghukumku? Tak salah nih? Anda tak perhatikan centeng-centengku tidak sedikit! Sekali pukul saja, kau tentu mati,” kata Nyai Endit.
“Tidak butuh repot-repot mengusirku,” kata nenek. “Aku dapat bertolak dari sini apabila kau dapat mencabut tongkatku dari tanah.”
“Dasar nenek gila. Apa sulitnya nyabut tongkat. Tidak Dengan tenaga serta saya mampu!” kata Nyai Endit angkuh.

Dulu hup! Nyai Endit cobalah mencabut tongkat itu bersama satu tangan. Nyata-nyatanya tongkat itu tak bergeming. Dirinya cobalah dgn dua tangan. Hup hup! Tetap tak bergeming pula.
“Sialan!” kata Nyai Endit. “Centeng! Cabut tongkat itu! Awas bila hingga tak tercabut. Bayaran kalian saya potong!”
Centeng-centeng itu cobalah mencabut tongkat si nenek, tetapi walaupun telah ditarik oleh tiga orang, tongkat itu masih tidak bergeming.
“Ha ha ha… kalian tidak sukses?” kata si nenek. “Ternyata tenaga kalian tak seberapa. Saksikan saya bakal mencabut tongkat ini.”
Brut! Dgn sekali hentakan, tongkat itu telah terangkat dari tanah. Byuuuuurrr!!!! Tiba-tiba dari seken tancapan tongkat si nenek menyembur air yg amat sangat deras.
“Endit! Inilah hukuman buatmu! Air ini yakni air mata para warga yg sengsara karenamu. Kau & seluruhnya hartamu dapat tenggelam oleh air ini!”
Sesudah berbicara begitu si nenek tiba-tiba menghilang entah kemana. Tinggal Nyai Endit yg gugup menonton air yg meluap dgn deras. Dirinya berupaya berlari menyelamatkan hartanya, tapi air bah lebih serta-merta menenggelamkannya beserta hartanya.

Di desa itu waktu ini terbentuk satu buah danau mungil yg indah. Orang menamakannya ‘Situ Bagendit’. Situ artinya danau & Bagendit berasal dari kata Endit. orang-orang yakin bahwa kadang-kadang kita dapat menyaksikan lintah se gede kasur di basic danau. Menurutnya itu yakni penjelmaan Nyai Endit yg tak sukses kabur dari jebakan air bah.

Itulah ulasan tentang Legenda Wisata Situ Bagendit Garut. Semoga bermanfaat.

Jangan lewatkan juga artikel  selanjutnya Wisata Pantai Santolo Garut

Terima Kasih atas kunjungannya!

Minggu, 28 Agustus 2016

Objek Wisata Situ Bagendit Garut yang Masih Asri dan Nyaman

Objek Wisata Situ Bagendit Garut yang Masih Asri dan Nyaman


Wisata Situ Bagendit Garut
Wisata Situ Bagendit Garut


Wisata Garut Jawa Barat │ Sudah pernah berkunjung ke Garut? Jika jalan-jalan ke sana, tentu belumlah lengkap kalau tidak mengunjungi tempat wisata yang cukup terkenal di daerah ini yaitu Situ Bagendit. Sepertinya di Kabupaten Garut memang banyak situ-situ (sunda : danau), mungkin karena topografinya yang dipenuhi lembah dan gunung-gunung. Dan tentu saja hal ini menjadikan landscape alami kota tersebut menjadi lebih cantik. 

Situ Bagendit adalah sebuah danau ( situ dalam bahasa sunda ) yang terletak di kecamatan Banyuresmi kabupaten Garut. Situ Bagendit sendiri merupakan salah satu objek wisata yang banyak dikunjungi karena letaknya yang mudah dijangkau. Tempat Wisata yang Masih Asri, objek wisata yang cukup indah dan alami berupa danau. Objek dan daya tarik wisata alam Situ Bagendit memiliki kualitas lingkungan, kebersihan dan bentang alam dalam kondisi yang baik. Bangunan-bangunan yang terdapat di kawasan, baik yang permanen maupun semi permanen, dalam kondisi terawat baik. 

Aktifitas wisata yang bisa anda lakukan di situ Bagendit antara lain menikmati pemandangan, mengelilingi situ dengan rakit yang tersedia, ataupun menikmati suasana arena bermain dan pasar rakyat yang ada di sekitar danau . Para pengunjung juga dapat melakukan kegiatan rekreasi keluarga, menikmati pemandangan serta kegiatan bersepeda air. Situ Bagendit biasanya ramai dikunjungi pada hari sabtu – minggu atau pada hari libur.



Transportasi ke Situ Bagendit

Situ Bagendit terletak di desa Bagendit, - Situ Bagendit merupakan tempat wisata yang berlokasi di Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Situ Bagendit merupakan objek wisata alam berupa danau dengan batas administrasi disebelah utara berbatasan dengan Desa Banyuresmi, disebelah selatan berbatasan dengan Desa Cipicung, disebelah timur berbatasan dengan Desa Binakarya, dan disebelah barat berbatasan dengan Desa Sukamukti.Danau Situ bagendit berbatasan dengan desa Banyuresmi di sebelah utara, kemudian berbatasan dengan desa Cipicung disebelah selatan. Berbatasan langsung dengan Desa Binakarya disebelah timur, dan desa Sukamukti pada  arah barat. 

Jarak kawasan wisata Situ Bagendit dari pusat kota Garut hanya sekitar 4 kilometer saja dan dapat dijangkau dengan beerbagai kendaraan. Jika anda menggunakan transportasi umum, maka anda bisa naik angkutan kota jurusan terminal Guntur – Banyuresmi dan akan lewat tepat di samping Situ Bagendit langsung. Alternatif lainnya adalah dengan menyewa andong atau delman .

Untuk menuju lokasi, anda bisa menggunakan angkutan umum dari terminal guntur – garut berupa Angkutan kota jurusan terminal guntur – banyuresmi . Situ Bagendit terletak tepat di sebelah kiri jalan. Selain itu, andapun bisa menggunakan andong/delman namun tarifnya cukup mahal.



Akomodasi

Di lokasi wisata situ bagendit terdapat area parkir yang cukup lega. Selain itu juga terdapat sarana bermain anak seperti track kereta api mini, sepeda air dan sejenisnya di area situ bagendit. Sarana lain seperti toilet dan Mushalla juga sudah tersedia.

Fasilitas yang tersedia di kawasan ini yaitu penyewaan 60 buah rakit dengan tarif Rp.25.000/15 menit, 11 buah sepeda air dengan tarif Rp.10.000/15 menit yang dalam kondisi yang baik. Terdapat pula beberapa bangku taman dan 6 buah shelter yang disewakan untuk pengunjung dengan harga Rp.3.000/jam. Terdapat juga kereta api mini dengan tarif Rp.2.000 dan kolam renang dikawasan Situ Bagendit ini. Suasana di kawasan objek wisata ini tergolong cukup nyaman dikarenakan pembangunannya sudah direncanakan dengan baik oleh dinas pariwisata namun masih juga terdapat kios liar dan pedagang kaki lima yang dengan sembarangan menggelar barang dagangan mereka sehingga tingkat visabilitas di kawasan tersebut menjadi sedikit terhalang.Objek dan daya tarik wisata Situ Bagendit ini beroperasi pukul 07.00-17.00. Kondisi bangunan yang terdapat di kawasan ini dalam kondisi yang baik dengan jenis material bangunan permanen dan semi permanen dalam tata ruang yang cukup baik dikarenakan pembangunan di kawasan Situ Bagendit ini sudah direncanakan dengan baik. Dikawasan objek dan daya tarik wisata Situ Bagendit ini kualitas lingkungan, kebersihan dan bentang alamnya dalam kondisi yang baik.di kawasan ini terdapat pencemaran sampah dan vandalisme berupa coretan di bangunan dan pohon yang disebabkan oleh pengunjung.Visabilitas di kawasan ini sedikit terhalang, tingkat kebisingan yang sedang dan sedikit terdapat rambu iklan.

Objek wisata ini dikelola oleh Bapak Ajan Sobari dengan status kepemilikan berada di tangan pemerintah daerah yang kewenangannya dilimpahkan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut dan pihak swasta yaitu Bapak Adang Kurnia. Berdasarkan perda no. 11 tahun 2001 harga masuk tiket ke kawasan ini Rp. 1.000/orang untuk dewasa dan Rp. 500/orang untuk anak-anak.


 Situ Bagendit Garut



Itulah sedikit ulasan tentang Objek Wisata Situ Bagendit Garut yang Masih Asri dan Nyaman. Baca artikel selanjutnya tentang Legenda Wisata Situ Bagendit Garut.

Terima Kasih atas kunjungannya!

Sabtu, 27 Agustus 2016

Tempat Wisata di Garut yang Paling Terkenal dan Tidak Boleh Dilewatkan

Tempat Wisata di Garut yang Paling Terkenal dan Tidak Boleh Dilewatkan

Tempat Wisata di Garut yang Paling Terkenal dan Tidak Boleh Dilewatkan


Wisata Garut Jawa Barat │ Di Provinsi Jawa Barat Garut merupakan sebuah kabupaten kecil. Penduduknya tersebar di 42 Kecamatan yang terbagi dalam 3 zona, yaitu Garut Utara, Garut Kota dan Garut Selatan, yang semuanya memiliki kekayaan budaya, kuliner dan objek wisata dengan daya tarik tersendiri serta penduduknya terkenal ramah.

Garut adalah sebuah Kabupaten di Jawa Barat yang dikelilingi oleh lima gunung sehingga sebagian besar wilayah Garut adalah daerah pegunungan, kecuali daerah di sekitar pantai yang terletak di selatan Garut. Dengan keadaan geografis seperti itu, secara otomatis Garut memiliki banyak tempat wisata menarik dan banyak dikunjungi wisatawan dari daerah-daerah di sekitarnya. Mau tahu apa saja tempat wisata di Garut yang paling terkenal? diantaranya berikut ini.

Tempat wisata di Garut bisa dibilang cukup lengkap. Mulai dari tempat wisata ziarah, tempat wisata belanja, tempat wisata keluarga, tempat wisata edukasi dan kesenian, tempat wisata alam sampai wisata kuliner semuanya ada di Garut. Selain memiliki berbagai jenis destinasi wisata yang tidak boleh dilewatkan, Garut juga sangat terkenal dengan produk kerajinan kulit Sukaregang dan batu akik hijau Garut dari Kecamatan Bungbulang yang sudah mendunia. Tidak hanya itu, di Garut juga terdapat pentas seni unik Domba Catwalk yaitu peragaan


1. Situ Bagendit

Situ Bagendit adalah sebuah danau yang berlokasi di Kecamatan Banyuresmi. Situ Bagendit adalah tempat wisata danau yang paling terkenal di Garut karena kualitas lingkungannya yang dalam kondisi baik dan kebersihannya yang terjaga. Kegiatan wisata yang dapat Anda nikmati di sini yaitu menikmati pemandangan indah dengan udara sejuk, bermain perahu dan sepeda air, menaiki rakit khas Situ Bagendit, memancing, hingga bermain di taman dan berenang di kolam renang. Tempat wisata di Garut ini sangat cocok untuk keluarga yang ingin piknik di tepi danau. Baca selengkapnya di Wisata Situ Bagendit Garut yang Masih Asri dan Nyaman


2. Pantai Santolo

Pantai Santolo, Terletak di Kecamatan Cikelet, Pantai Santolo adalah salah satu tempat wisata di Garut yang paling populer. Pantai Santolo yang terletak 88 KM di selatan kota Garut merupakan tempat wisata andalan Garut yang banyak dikunjungi oleh warga Bandung. Daya tarik dan kelebihan yang dimiliki pantai ini yaitu panoramanya yang indah, keheningan yang ditawarkan, dan fasilitas penunjang wisata yang cukup lengkap. Baca selengkapnya di Pantai Santolo Garut.

3. Gunung Guntur

Gunung Guntur merupakan tempat wisata di Garut yang disebut-sebut sebagai Semeru-nya kota Garut. Gunung ini memiliki ketinggian 2.249 mdpl, tidak lebih tinggi dari Gunung Papandayan, namun trek pendakian Gunung Guntur tanjakannya sangat tajam dan melewati materal pasir, mirip di jalur pendakian Gunung Semeru.

Gunung Guntur merupakan gunung api yang masih aktif di Garut. Suasananya panas dan gersang, makanya jarang ada pendaki yang muncak di siang hari. Gunung Guntur berada di daerah Tarogong. Jika Anda dari arah Bandung, minta berhenti di lapang Tanjung sebelum alun-alun Tarogong. Selengkapnya bisa lihat Gunung Guntur, Semeru di tanah Garut. Pemandangan alam dari atas puncak Guntur sangat indah, Anda bisa melihat objek wisata Situ Bagendit, gunung Cikuray, mesjid Agung Garut, dan pemandian air panas Cipanas Garut. Baca selengkapnya Pendakian Gunung Guntur Garut, Pendek Tapi Menantang.

4. Pantai Rancabuaya

Pantai Rancabuaya adalah salah satu tempat wisata di Garut yang paling terkenal. Ciri khas dari Pantai Rancabuaya adalah ombaknya yang lumayan besar karena berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, dan batu karangnya yang banyak dan juga besar. Kedua hal tersebut menyebabkan beberapa ikan terperangkap di antara batu-batu karang, cukup unik dan menarik untuk dilihat. Keunikan lain dari Pantai Rancabuaya adalah adanya sebuah air terjun yang langsung menghadap ke lautan, mirip dengan pantai di Pacitan. Baca selengkapnya di Wisata Pantai Rancabuaya.

5. Pantai Sayang Heulang

Tempat wisata di Garut selanjutnya yang tidak kalah menarik adalah pantai Sayang Heulang. Lokasinya berdekatan dengan pantai Santolo. Jika Anda berlayar menggunakan perahu nelayan dari Pantai Santolo lewat muara sungai, akan sampai di Pantai Sayang Heulang. Pantai Sayang Heulang memiliki bentang pantai yang panjang dan luas. Udara di tepi pantai cukup teduh karena ada banyak tumbuhan khas laut yang daunnya rindang. Ombak di pantai Sayang Heulang tergolong besar, sehingga kurang cocok untuk aktiƱtas berenang.

Jika Anda menginap di pantai Sayang Heulang, jangan lewatkan pemandangan senja yang sangat menakjubkan, yaitu saat tenggelamnya matahari. Ingin tahu lebih lanjut tentang tempat wisata di Garut yang satu ini? Silakan baca selengkapnya di Panorama Pantai Sayang Heulang Garut yang Menawan.


6. Gunung Papandayan

Gunung Papandayan adalah gunung api yang lumayan terkenal bagi warga Jawa Barat, terutama Bandung dan Garut. Terletak di Kecamatan Cisurupan, Gunung Papandayan hanya berjarak 70 KM dari kota Bandung sehingga banyak warga Bandung yang pergi berwisata ke Gunung Papandayan. Daya tarik utama dari Gunung Papandayan adalah kawah dan air panasnya yang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Selain itu banyak juga pecinta alam yang datang mendaki Gunung Papandayan untuk melihat keindahan panorama matahari terbit dari gunung ini. Apabila Anda ingin mendaki Gunung Papandayan, jangan lupa membawa baju hangat karena udara di puncak gunung ini termasuk dingin. Baca selengkapnya di Pesona Gunung Papandayan Garut yang Eksotis.

7. Curug Orok

Curug Orok adalah sebuah tempat wisata di Garut yang berupa air terjun. Berlokasi di Desa Cikandang, Curug Orok adalah tempat wisata air terjun di Garut yang paling terkenal. Nama Curug Orok berasal dari cerita masyarakat Garut yang mengatakan bahwa dahulu kala ada seorang ibu yang membuang bayinya dari atas air terjun tersebut. Curug Orok memiliki ketinggian sektiar 45 meter dan banyak dikunjungi wisatawan dari kota Garut, Bogor, Bandung, dan Jakarta. Harga tiket masuk Curug Orok adalah 10,000 Rupiah per orang. Baca selengkapnya di Wisata Curug Orok Indah.

7. Curug Citiis Garut

Kalau Anda mendaki gunung Guntur, pasti bertemu dengan Curug Citiis. Udara di Curug Citiis sangat sejuk karena berada di antara peponan yang rindang. Selain menjadi tempat singgah pendaki gunung Guntur, tempat wisata di Garut ini sering dikunjungi oleh warga sekitar pada hari-hari libur.

Kalau hari libur biasanya di tempat ini suka ada pedagang makanan. Jadi kalau sudah puas mandi di curug dan merasa kedinginan, bisa langsung menyantap bala-bala hangat dan kopi panas yang dijual tidak jauh dari air terjun. Namun pada hari-hari biasa, jangan berharap banyak bisa menemukan pedagang di sekitar tempat wisata ini. Baca selengkapnya di wisata Curug Citiis Garut.

8. Pantai Cijeruk Indah

Pantai Cijeruk Indah yang berlokasi di Desa Sagara termasuk pantai yang indah dan menarik untuk dikunjungi. Keunggulan dari Pantai Cijeruk Indah adalah pantai ini tidak ramai, bersih, alami, dan mempunyai air yang sangat jernih. Dalam perjalanan ke Pantai Cijeruk Indah, Anda akan disuguhi pemandangan indah berupa perkebunan karet yang tertata rapi, lengkap dengan hewan-hewan ternak seperti sapi yang digembalakan di kebun karet tersebut. Baca selengkapnya di wisata Pantai Cijeruk Indah Terbaru.

9. Kawah Putih Talaga Bodas

Kawah putih ternyata tidak hanya ada di Bandung saja, ternyata juga ada di Garut. Talaga Bodas artinya danau putih. Kawah Putih Talaga Bodas merupakan tempat wisata di Garut yang memiliki keindahan alam sangat menarik dan memikat. Talaga Bodas adalah salah satu tempat wisata di Garut yang menawarkan pesona alam pegunungan, udara segar dan perbukitan hijau yang mempesona.

Di tempat wisata Garut ini, Anda dapat berendam air panas, sebab di Talaga Bodas tersedia sejumlah bak rendam air panas yang dapat Anda nikmati. Air panas di Kawah Putih Talaga Bodas memiliki kadar belerang yang tinggi dan berkhasiat mengobati sejumlah penyakit seperti rematik dan memperlancar peredaran darah. Kawah Putih Talaga Bodas juga menjadi tujuan wisata keluarga paling menarik di Garut. Baca selengkapnya di Info Wisata Kawah Talaga Bodas Garut Yang Memikat Pengunjung.

10. Pantai Karang Paranje

Pantai Karang Paranje adalah pantai yang berlokasi di Kecamatan Cibalong, Garut. Pantai Karang Paranje memiliki keunikan berupa adanya gugusan karang di sepanjang pantainya. Di pantai seluas kurang lebih 9 hektar ini Anda dapat menikmati pemandangan matahari terbenam yang indah. Karena belum tersentuh berbagai jenis pembangunan, Pantai Karang Paranje mempunyai tingkat kebisingan rendah, pandangan yang luas, tidak ada pencemaran, lingkungan yang asri, dan suasana yang damai dan tenang. Baca selengkapnya di Objek Wisata Pantai Karang Paranje Garut.

11. Arung Jeram Sungai Cimanuk

Anda suka yang menantang dan ekstrem, nah arung jeram di sungai Cimanuk harus anda coba. Adrenalin anda akan tertantang dengan olahraga ekstrem yang satu ini. Sungai Cimanuk adalah tempat wisata di Garut yang sangat cocok dikunjungi oleh para pecinta olahraga alam bebas, penyuka arung jeram atau rafting. Jeram-jeram sungai Cimanuk dan aliran air sungainya yang deras dapat mamacu adrenalin dan menghilangkan kejenuhan beraktifitas sehari-hari.

Panorama alam di sepanjang sungai Cimanuk sangat indah sehingga di samping melakukan kegiatan rafting yang mengasyikan, sobat dapat menikmati pemandangan alamnya yang tidak membosankan. Baca selengkapnya di Wisata Arung Jeram Sungai Cimanuk Garut.

12. Air Panas Cipanas

Cipanas adalah nama daerah di Garut yang terkenal dengan permandian air panas alaminya. Air Panas Cipanas terletak sekitar 6 KM dari kota Garut dan 50 KM dari kota Bandung. Dalam perjalanan mencapai Air Panas Cipanas, Anda akan melewati pegunungan dengan hamparan sawah yang hijau dan indah. Air Panas Cipanas banyak dikunjungi wisatawan baik yang menginap maupun yang hanya ingin beristirahat sejenak setiap harinya karena Air Panas Cipanas mengandung berbagai jenis mineral yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, selain itu fasilitas di daerah ini juga sangat lengkap untuk kegiatan wisata. Baca selengkapnya di Objek Wisata Pemandian Air Panas Cipanas Garut.


13. Pemandian Air Panas Darajat

Selain Cipanas, di garut juga ada Pemandian Darajat. Anda bisa menemukan penginapan dengan mudah dan murah disini.Pemandian air panas Darajat berada di dataran tinggi, yaitu di wilayah kecamatan Samarang Kabupaten Garut. Seperti diketahui bersama bahwa wilayah Samarang ini sering dijadikan tempat shuting FTV. Baca lengkapnya di Wisata Pemandian Air Panas Puncak Darajat Garut.

14. Candi Cangkuang

Candi Cangkuang yang berlokasi di Kecamatan Leles adalah sebuah tempat wisata di Garut yang sering dikunjungi wisatawan dari Garut, Jakarta, Bandung, Bogor, hingga Cirebon. Candi Cangkuang merupakan candi Hindu peninggalan Kerajaan Sunda Galuh. Untuk dapat mencapai Candi Cangkuang, Anda harus menaiki rakit untuk menyeberangi danau dengan biaya cukup murah. baca selengkapnya di Objek Wisata Candi Cangkuang Garut.

15. Tebing Alam Batu Tumpang

Anda pecinta panjat tebing. Ada satu spot yang harus anda taklukan di Garut. Tebing alam Batu Tumpang berada di wilayah Kecamatan Cikajang. Dapat ditempuh dari kota Garut sekitar 1 jam. Batu Tumbang akan ditemui saat menuju tempat wisata pantai Santolo di Pameungpeuk Garut Selatan. Tebing alam Batu Tumpang berada di wilayah perkebunan, udaranya sejuk dan bebas polusi. Rumah-rumah warga berada tidak jauh di sekitar objek wisata Batu Tumpang. Pemandangan alam di sekitar Batu Tumpang hampir mirip dengan kawasan Puncak Bogor.

Di sekitar tempat wisata Batu Tumpang terdapat warung-warung warga sekitar yang menjual aneka makanan dengan harga standar. Di akhir pekan, para pecinta alam sengaja datang ke tempat ini untuk latihan olah raga panjat tebing. Keunikan Batu Tumpang yaitu terdapat pada batu yang menumpang, karena itu pula tempat wisata di Garut yang satu ini dinamakan Batu Tumpang. Baca selengkapnya di Tebing Alam Batu Tumpang.


16. Pantai Puncak Guha

Terletak di Garut Selatan, Pantai Puncak Guha adalah sebuah tempat wisata di Garut yang bebas dari pedagang yang mengganggu pemandangan. Pantai Puncak Guha menawarkan keindahan panorama pantai yang dilihat dari atas tebing. Di bawah tebing itu Anda dapat melihat ratusan kelelawar. Apabila Anda ingin berkunjung ke Pantai Puncak Guha, bawalah bekal makanan dan minuman yang cukup karena jarang ada pedagang di Pantai Puncak Guha. Baca selengkapnya di Pantai Puncak Guha.

17. Taman Satwa Cikembulan

Tempat wisata di Garut yang satu ini biasanya menjadi salah satu pilihan keluarga untuk bermain bersama fauna, apalagi anak-anak, pasti mereka suka. Taman satwa Cikembulan terletak di Desa Cikembulan Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut Provinsi Jawa Bar at.Letaknya berdekatan dengan objek wisata Situ Cangkuang Desa Cangkuang Kecamatan Leles Kabupaten Garut. Taman Satwa Cikembulan sangat cocok menjadi tujuan wisata edukatif bagi pelajar dan keluarga yang menyukai berkunjung ke kebun binatang. Bagi wisatawan dari luar kota yang ingin beristirahat dan menikmati liburan di desa wisata Cikembulan, pengelola pun menyediakan fasilitas penginapan di sekitar taman satwa Cikembulan. Baca selengkapnya di Taman Satwa Cikembulan.

Itulah Tempat Wisata di Garut yang Paling Terkenal dan Tidak Boleh Dilewatkan yang bisa kami bagikan kepada anda. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi panduan wisata ke Garut untuk anda dan keluarga. Jangan lupa juga untuk membagikan panduan wisata ke Garut ini kepada yang lainnya agar yang lain juga tertarik dan tahu spot-spot menarik di Garut yang layak untuk dikunjungi.

Jangan lewatkan juga Objek Wisata Situ Bagendit Garut yang Masih Asri dan Nyaman.

Terima Kasih atas kunjungannya!

Jumat, 26 Agustus 2016

Kemeriahan Berlibur Saat Hajat Laut di Pangandaran

Kemeriahan Berlibur Saat Hajat Laut di Pangandaran


Kemeriahan Berlibur Saat Hajat Laut di Pangandaran
fhoto & ref. dari mypangandaran.com

Wisata Pangandaran Jawa Barat │ Seperti halnya daerah wisata lainya di berbagai belahan dunia yang mempunyai tradisi atau kebiasaan unik guna mengenalkan dan mempromosikan kekayaan wisatanya, begitupun di Pangandaran, namun yang unik, tradisi yang sudah ada turun temurun ini merupakan perwujudan rasa syukur para nelayan terhadap Tuhan Allah Swt yang telah menganugerahkan laut sebagai sumber mata pencaharian bagi para nelayan. Tradisi ini di kenal dengan Tradisi "Hajat Laut" dari tahun ke tahun selalu mengankat tema yang berbeda, dan tahun ini yaitu "Tradisi Hajat Laut Masyarakat Pangandaran 2015" dengan sub tema "Nyucruk Galur Neda Syukur Pikeu Ajen Ka Lembur".

Asiknya Berlibur Saat Hajat Laut di Pangandaran, Seperti halnya daerah wisata lainya di berbagai belahan dunia yang mempunyai tradisi atau kebiasaan unik guna mengenalkan dan mempromosikan kekayaan wisatanya, begitupun di Pangandaran. Banyak hal unik yang akan anda dapati ketika berlibur pada saat hajat laut itu berlangsung diantaranya :

1. Acara Adat Kirab Dongdang

Pada acara tersebut wisatawan dapat dengan mudah berpartisipasi mengikuti jalanya acara, dengan berjalan kaki beriringan dengan rombongan yang penuh dengan nilai historis.

Kirab Dongdang merupakan arak-arakan semacam karnaval keliling Pangandaran dengan membawa Dongdang atau rumah-rumahan yang berisi berbagai macam benda sebagai wujud penghargaan bagi nenek moyang terdahulu dengan iringan musik dan seni tradisi ala kerajaan dengan kawalan para punggawa serta satu ikon berbentuk Naga dengan sosok putri yang berdandan menyerupai Nyi Roro Kidul.

2. Larung Dongdang

Setelah diarak dengan cara adat, kemudian dongdang didoakan dan dilarung ke tengah lautan, tradisi ini menjadi sangat menarik karena panitia menyediakan sejumlah perahu bagi siapa saja yang ingin menyaksikan larung Dongdang ke tengah lautan secara cuma-cuma, bagi wisatawan tentunya akan menjadi suatu atraksi yang menarik di mana benda-benda di larung ke tengah laut dan menjadi rebutan warga yang mengikuti jalanya prosesi tersebut.

3. Cucurak

Makan bersama atau cucurak ini akan menjadi sangat bermakna bagi wisatawan, menikmati tumpeng dengan berbagai jenis dengan keramah-tamahan warga masyarakat Pangandaran.

Setelah lelah melarung Dongdang ke tengah lautan kemudian dilanjut ke acara "Cucurak" yaitu makan tumpeng bersama yang di gelar di tengah jalan dengan ratusan tumpeng berjajar dan siap disantap, dan tumpeng-tumpeng tersebut merupakan wujud kesadaran masyarakat yang turut berpartisipasi dalam rangkaian acara hajat laut yang dipebolehkan dinikmati bersama baik wisatawan maupun seluruh warga masyarakat yang hadir.

4. Gelar Budaya Basisir

Pada gelaran tersebut wisatawan dapat dengan bebas menari dan mempelajari secara langsung tarian yang sudah ada sejak nenek moyang dulu yaitu Ronggeng Gunung.

Pada menjelang sore hari sampai tengah malam di gelar budaya basisir yaitu berupa pertunjukan kesenian, diantaranya Karinding performance, Jaipong dan Ronggeng Gunung, dimana pada gelaran tersebut warga dan wisatawan diajak berinteraksi menari dan berbaur mengikuti irama alunan gamelan tradisional yang khas.

5. Kemitan Dongdang

Kemitan Dongdang yaitu malam sebelum Dongdang-dongdang dilarung ke lautan, pada acara ini digelar dengan penuh khidmat dan penuh rasa syukur, dengan rajah Karinding tradisional yang mengajak para warga dan wisatawan mengenal budaya buhun yang menjadi tradisi yang mengakar di tengah-tengah masyarakat serta ada sawala budaya yaitu penjelasan mengenai arti-arti dari rangkaian acara Hajat Laut tersebut yang di sampaikan oleh Karuhun dan tetua adat dan sejarawan serta usatdz.

Wisatawan dalam kesempatan ini dapat mengetahui lebih detail lagi mengenai asal usul Pangadaran dengan berbagai keunikan budayanya. Itulah Kemeriahan Berlibur Saat Hajat Laut di Pangandaran yang bisa kami bagikan kepada anda. Semoga bermanfaat.

Terima kasih atas kunjungannya!

Kamis, 25 Agustus 2016

Kesenian Tradisional Yang Masih Eksis Di Kabupaten Pangandaran

Kesenian Tradisional Yang Masih Eksis Di Kabupaten Pangandaran

Kesenian Tradisional Yang Masih Eksis Di Kabupaten Pangandaran
Foto & ref. dari news.mypangandaran.com

Wisata Pangandaran Jawa Barat │ Selain pemandangan pantai dan wisata air lainnya, Pangandaran juga memiliki daya tarik tersendiri disudut budayanya. Ada beberapa kesenian tradisional yang sering disuguhkan saat acara tertentu di Pangandaran

Selain pemandangan pantai dan wisata air lainnya, Pangandaran juga memiliki daya tarik tersendiri disudut budayanya. Ada beberapa kesenian tradisional yang sering disuguhkan saat acara tertentu di Pangandaran. Memang ada sebagian yang bukan khas dan asli Pangandaran tetapi sudah mengalami pencampuran budaya sehingga muncul sesuatu yang unik yang layak untuk kita nikmati.

1. Kesenian Rengkong

Rengkong disebut sebagai kesenian "awal dari prosesi panen". Para penari laki-laki yang membawa pikulan dari batang bambu utuh dan di kedua ujung bambu digantungkan masing-masing seikat padi. Gantungan padi tadi dibuat sedemikian rupa sehingga jika pikulan bambu digoyang-goyang akan dihasilan bunyi-bunyi berirama. Permainan gerak dan bunyi yang menjadi pertunjukan Rengkong, diiringi tetabuhan gendang dan gamelan di belakang. Tarian Rengkong tidak lepas dari kepercayaan tradisional terhadap Dewi Sri yang memang umum di kalangan para petani di Kecamatan Mangunjaya. Namun, kesenian ini sudah jarang dilakukan oleh para petani dikarenakan arus modernisasi.

2. Seni Kentongan

Seni kentongan yang terbuat dari bambu dipadukan dengan alat musik gamelan dan kendang dengan cara mengkolaborasikan seni Jawa dan Sunda sehingga menjadi musik yang enak didengar dan banyak diminati wisatawan asing yang datang ke Pangandaran. Di karenakan kesenian ini terbilang baru di Kabupaten Pangandaran diharapkan pemerintah daerah mau peduli dengan kesenian yang ini dalam hal promosi dan pengembangan seni budaya di Kabupaten Pangandaran.

3. Kuda Lumping (Ebeg)

Banyak yang tidak mengetahui kalau Kabupaten Pangandaran juga memiliki tarian Kuda Lumping, lokasi yang bertetanggaan dengan Jawa Tengah membuat sebagian warga Kabupaten Pangandaran berbahasa Jawa. Kuda Lumping di Kabupaten Pangandaran biasanya dipertunjukan pada saat acara Khitanan bocah sekolah dasar. Kuda Lumping yang sangat digemari anak-anak dan remaja ini biasanya menyuguhkan atraksi magis, seperti kesurupan, kekebalan, tubuh terhadap pecut, beling dsb.

Selain mempertunjukan akstrasi magic, Ebeg, nama yang lebih populer di Pangandaran juga menyajikan humor yang unik saat mereka tampil, biasanya suara-suara pemain berubah menjadi lebih kecil dan melengking sehingga membuat lucu orang yang mendengarnya.

4. Wayang Golek

Tidak hanya kaya akan alam dan pantai nya saja, Kabupaten pangandaran pun kaya akan budaya dan kesenian yang belum tersentuh, salah satu yang tidak asing yakni wayang golek. Pertunjukan wayang golek di Pangandaran akan sering digelar di Panggung terbuka di wilayah Pantai Barat.
Wayang Golek

5. Ronggeng Gunung

Ronggeng Gunung adalah jenis kesenian Daerah Khas dari Kabupaten Pangandaran yang masih tetap eksis dan berkembang. Kesenian yang sangat di gemari dan disukai oleh kalangan dewasa ini mempunyai kisah/cerita rakyat yakni Kesenian Ronggeng Gunung merupakan wangsit dari patih Kidang Pananjung kepada Dewi Siti Samoja yang pada waktu itu Dewi Siti sedang dirundung malang karena kekasih nya kalah di medan perang. Lirik-lirik lagu dalam Ronggeng Gunung merupakan luapan ekspresi jiwa yang sedang kasmaran terhadap kekasihnya.
Ronggeng Gunung

Bagi masyarakat Kabupaten Pangandaran Ronggeng Gunung merupakan salah satu hiburan yang tidak sepi peminat, khususnya untuk kaum muda di Kabupaten Pangandaran. Hal ini mungkin disebabkan karena para penari Ronggeng Gunung berparas cantik-cantik yang luwes menggerakan tubuh dan jari jemari lentik sehingga menghibur penonton yang melihatnya.


6. Sintren

Kesenian ini sebenarnya datang dari Banyumas, sebagai tetangga Kabupaten Banyumas dan Cilacap, Pangandaran juga jadi mempunyai kesenian Sintren ini, di Pangandaran biasanya bisa disaksikan saat resepsi khitanan atau perkawinan. Sintren diperankan seorang gadis yang masih suci, dibantu oleh pawang dengan diiringi gending 6 orang. Dalam perkembangannya tari sintren sebagai hiburan budaya, kemudian dilengkapi dengan penari pendamping dan bodor (lawak).

Dalam permainan kesenian rakyat pun Dewi Lanjar berpengaruh antara lain dalam permainan Sintren, si pawang (dalang) sering mengundang Roh Dewi Lanjar untuk masuk ke dalam permainan Sintren. Bila, roh Dewi Lanjar berhasil diundang, maka penari Sintren akan terlihat lebih cantik dan membawakan tarian lebih lincah dan mempesona.

7. Wayang Kulit

Hingga saat ini banyak Dalang Wayang kulit yang masih hidup di Pangandaran walaupun mulai memasuki usia senja, dalang-dalang ini merupakan anak para pendatang pendahulu Pangandaran yang datang dari jawa tengah, karena Pangandaran sebagain berbahasa jawa jadi Wayangkulit masih terkadang bisa disaksikan di acara-acara di Pangandaran. Namun, sesuai dengan perkembangannya wayangkulit yang ada sekarang terkadang tidak hanya menyampaikan cerita ramayana atau yang berbau kerajaan, terkadang dibubuhi humor-humor khas bahasa jawa dengan akulturasi humor tren yang ada.
Wayang Kulit


Itulah ulasan tentang kesenian-kesenian tradisional Yang Masih Eksis yang berada di Kabupaten Pangandaran, mari kita lestarikan dan jaga agar budaya lokal tidak hilang dan tetap terpelihara sebagai identitas suatu daerah.

Terima Kasih atas kunjungannya!

Rabu, 24 Agustus 2016

Inilah Bangunan Sisa Zaman Penjajah di Kabupaten Pangandaran

Inilah Bangunan Sisa Zaman Penjajah di Kabupaten Pangandaran

Inilah Bangunan Sisa Zaman Penjajah di Kabupaten Pangandaran
Fhoto & ref. dari news.mypangandaran.com

Wisata Pangandaran Jawa Barat │ Inilah Bangunan-bangunan Sisa Zaman Penjajah di Kabupaten Pangandaran yang harus sobat ketahui, pastinya dari setiap tempat tentu akan menyimpan Sejarah, tidak terkecuali dengan Kabupaten Pangandaran ini. Yang menjadi salah satu saksi sejarah tentunya seperti bangunan-bangunan yang masih ada hingga saat ini, yang menjadi saksi bisu tentang adanya cerita masa lalu. Mari kita simak bersama tentang apa saja sisa peninggalan zaman Penjajah di Kabupaten Pangandaran berikut ini adalan bangunan masih berwujud hingga saat ini:

1. Gedung Uyeng

Dari namanya Gedung Uyeng merupakan rumah milik keluarga Pak Uyeng Warga Keturunan Cina yang tinggal di Pangandaran sejak tahun 1965, informasi dari penjaga gedung Uyeng Pak Uyeng sendiri berprofesi sebagai seorang guru di Pangandaran Dia membeli bangunan ini dari seseorang keturunan belanda.

Bangunan berarsitektur Belanda di jalan Raya Babakan KM.1 memang selalu menjadi misteri, Gedung Uyeng Begitu warga Pangandaran menyebutnya, bangunan yang selalu terlihat angker dan menyeramkan,kondisi dinding yang retak-retak ditambah property dan peralatan rumah tangga yang sudah tua membuat warga enggan main-main di sekitar bangunan itu.

Sepeninggal Pak Uyeng Gedung Uyeng sudah tidak terawat lagi,anak-anaknya yang tinggal di kota Bandung sepertinya tidak ada waktu untuk memelihara rumah peninggalan kakek moyangnya itu, akhirnya Cicit Pak Uyeng atau keturunan kelima keluarga Pak Uyeng menjual rumah Kakek moyangnya itu ke pada keluarga Susi Pujiastuti, pemilik maskapai Susi Air. Dari bentuk bangunan yang dipertahankan keasliannya itu, Saat ini keberadaan Gedung Uyeng di Jalan Raya Babakan KM.1 Pangandaran sering digunakan untuk keperluan Shooting Film Kolosal atau pengambilan Photo Prewedding oleh para Photografer.

Bangunan berarsistektur Belanda ini terletak di Dusun Bojongsari tepatnya di Jalan Babakan KM 0.5 Pangandaran. Bangunan yang sudah terlihat tua ini pun terkesan Angker. Sejak tanahnya di beli oleh pengusaha Susi Puji Hastuti, bangunan ini terlihat lebih cantik dan nyaman walaupun suasana sepi masih sangat terlihat akibat dikelilingi tanah kosong yang luas, buat anda yang pernah makan di Yans Seafood Pangandaran, gedung ini terletak tepat diseberangnya. Beberapa Photografer lebih suka melakukan hunting di tempat ini. Ditempat ini juga sering dipakai Syuting film laga pada era 90-an


2. Jalur Kereta Api Banjar - Cijulang

Jalur kereta api ini, menghubungkan kota-kota kecamatan di kawasan Ciamis selatan yang sekarang masuk dalam administrasi Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran, dan Kota Banjar. Adapun kota-kota yang dihubungkan dengan jalur kereta api ini yakni Banjar-Banjarsari-Padaherang-Kalipucang-Ciputrapinggan-Pangandaran-Parigi dan berakhir di Cijulang.

Pembangunan jalur kereta api ini diusulkan oleh pihak swasta pada masa pemerintah Hindia Belanda. Terdapat berbagai argumentasi tentang perlunya dibangun jalur kereta api ini, yakni sebagai berikut:

Pada tahun 1898, F.J Nellensteyn mengajukan konsesi pembangunan trem penghubung Pameungpeuk-Rancaherang-Klapagenep-Cijulang-Parigi-Cikembulan-Kalipucang-Padaherang-Banjar. Konsesi tersebut diterima pemerintah, tetapi Nellensteyn sendiri tak mengerjakan proyek yang diajukan itu.

Pada tahun yang sama, usul datang dari H.J Stroband. Ia mengajukan konsesi pembangunan trem uap dengan jalur yang lebih pendek dari usulan Nellensteyn, yaitu Banjar-Banjarsari-Kalipucang-Cikembulan-Parigi-Cijulang. Namun, usulannya ditolak pemerintah.

Kemudian Eekhout van Pabst dan Lawick van Pabst. Akan tetapi, seperti usul sebelumnya, usul Eekhout dan van Pabst pun tidak ditindaklanjuti.

Latar belakang dari pengajuan pembangunan jalur kereta-api tersebut dilatarbelakangi kepentingan ekonomi. Di sekitar Banjar terdapat banyak perkebunan yang sangat memerlukan sarana transportasi memadai untuk proses pengangkutan. Di antara perkebunan itu adalah perkebunan Lawang Blengbeng, Leuweung Kolot I, Leuweung Kolot II, Bantardawa I, Bantardawa II, Cikaso I, Cikaso II, Banjarsari I, dan Banjarsari II. Semua perkebunan itu milik kalangan swasta dari Eropa.

Di samping itu, hasil pertanian yang melimpah di Priangan tenggara dan lembah Parigi merupakan pertimbangan lain di balik usul pembangunan jalur tersebut. Di kawasan itu banyak padi hasil panen petani yang sudah disimpan lebih dari enam tahun karena kesulitan dalam pengangkutan ke luar daerah. Ditambah lagi, seperti dikemukakan van Pabst, di sepanjang jalur Banjar-Cijulang banyak tanah yang bisa dimanfaatkan sebagai sawah dan tegal.

Selama ini hasil perkebunan dan pertanian dari Banjar hingga Parigi itu diangkut melalui jalur darat (roda) atau sungai (perahu) menuju Cilacap (Jawa Tengah). Pengangkutan dengan cara ini membutuhkan waktu lama dan berbiaya tinggi. Dengan pembangunan jalur kereta di daerah tersebut, diharapkan hasil pertanian dan perkebunan bisa diangkut dengan cepat ke Banjar dan dari Banjar ke Cilacap.

Pada akhir abad ke-19 sampai pertengahan abad ke-20 Cilacap merupakan salah satu pelabuhan paling ramai di Pulau Jawa dan satu-satunya di pesisir selatan Pulau Jawa. Pada masa itu produk pertanian dan perkebunan dari beberapa daerah di Jawa Tengah dan Priangan dikapalkan ke luar negeri melalui pelabuhan ini

Jalur kereta api ini, menghubungkan kecamatan-kecamatan yang berada di Ciamis Selatan pada massa nya. Pembangunan jalur kereta api ini dibangun pada masa pemerintahan hindia belanda pada tahun 1898 atas usulan F . J Nellensteyn. Pembangunan jalur kereta api ini dilatarbelakangi kepentingan ekonomi , karena dahulu di sekitar Banjar terdapat banyak perkebunan yang sangat memerlukan sarana transportasi memadai untuk proses pengangkutan. Semua perkebunan di Wilayah Ciamis selatan merupakan perkebunan milik kalangan swasta dari Eropa. Jalur Kereta Cijulang Pangandaran Banjar

3. Terowongan Wilhemina

Terowongan ini merupakan terowongan terpanjang di Indonesia, terowongan yang di bangun sejak zaman belanda ini terletak di Kecamatan Kalipucang. Namun akibat dihentikannya jalur Banjar Cijulang kini kondisinyapun sangat memperihatinkan, rel didalamnya sudah hilang entah kemana. Terowongannya pun dipenuhi rumput dan semak belukar dan terkesan angker.
Wihelmina

Dimanakah terowongan kereta api terpanjang di Indonesia? Rekor itu sampai saat ini masih dipegang oleh Terowongan Wilhelmina yang memiliki panjang terowongan mencapai 1.208 meter. Terowongan Wilhelmina merupakan salah satu terowongan kereta api jurusan Banjar-Cijulang (82 km) yang melintasi Pangandaran.

Jalur Kereta Api ini mempunyai banyak jembatan dan 3 terowongan yakni Terowongan Hendrik (100 m), Terowongan Juliana (250 m), dan Terowongan Wilhelmina sebagai yang terpanjang. Terowongan ini menembus bukit kapur di bawah Desa Empak dan Bagolo di Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Terowongan Wilhelmina dibangun oleh perusahaan kereta api zaman Belanda, SS (Staats Spoorwegen) pada tahun 1914 dan mulai digunakan pada 1 Januari 1921. Nama Wilhelmina diambil dari nama seorang ratu dari Kerajaan Belanda yang memiliki nama lengkap Wilhelmina Helena Pauline Maria. Wilhelmina menjadi Ratu Kerajaan Belanda pada tahun 1890 hingga 1948.

Masyarakat setempat sering menyebut terowongan Wilhelmina dengan sebutan terowongan Sumber. Hingga pada 3 Pebruari 1981, dikarenakan matinya jalur kereta api Banjar-Cijulang maka mati pula terowongan ini dan tidak digunakan lagi.  Alasannya adalah karena mahalnya biaya operasional dan sedikitnya pemasukan dari para penumpang kereta api di jalur itu.

Namun tahukah Anda sejarah menarik dan misterius dibalik pembangunan jalur kerata api ini?
Pembangunan terowongan Wilhelmina telah menyisakan kisah-kisah seru dan menyedihkan. Konon, pada tahun 1916, penggalian terowongan dan jembatan di daerah ini sempat terhenti karena tidak ada tenaga ahli yang mau bekerja di tempat ini.

Mereka beralasan selain medannya sulit, ada banyak pekerja yang meninggal karena tiba-tiba jatuh sakit. Namun, perusahaan kereta api Belanda terus berusaha menyelesaikan pembangunan jalur ini, sebab jalur ini sangat penting untuk mengangkut hasil bumi berupa kopra yang berlimpah di daerah tersebut.

Pembangunan jalur kereta api Banjar-Cijulang diusulkan oleh pihak swasta pada masa pemerintah Hindia Belanda. Terdapat berbagai argumentasi dan perdebatan tentang perlunya dibangun jalur kereta api ini. Latar belakang dari pengajuan pembangunan jalur kereta api tersebut yaitu kepentingan ekonomi. Di sekitar Banjar terdapat banyak perkebunan yang sangat memerlukan sarana transportasi memadai untuk proses pengangkutan. Semua perkebunan itu milik kalangan swasta dari Eropa.

Di samping itu, hasil pertanian yang melimpah di Priangan tenggara dan lembah Parigi merupakan pertimbangan lain di balik usul pembangunan jalur tersebut. Di kawasan itu banyak padi hasil panen petani yang sudah disimpan lebih dari enam tahun karena kesulitan dalam pengangkutan ke luar daerah. Ditambah lagi, di sepanjang jalur Banjar-Cijulang banyak tanah yang bisa dimanfaatkan sebagai sawah dan tegal.

Keberadaan jalur kereta api ini akhirnya menjadi tulang punggung sarana transportasi di wilayah Kabupaten Ciamis khususnya kawasan Banjar hingga Cijulang dan sekitarnya hingga dekade 1980-an.

Terowongan Wilhemina sangat lurus dan panjang. Dari ujung terowongan satu, kita bisa melihat ujung terowongan yang lain, berupa setitik cahaya. Saat berada di dalam terowongan yang gelap dan panjang, tak terbayangkan betapa beratnya pekerja memahat batuan keras sepanjang satu kilometer lebih ini.

Selain melewati terowongan, jalur ini juga melewati beberapa jembatan layang yang tinggi dan panjang, salah satunya jembatan Cikacepit. Jembatan ini juga menjadi mahakarya yang sangat mengagumkan. Jembatan seolah-olah menggantung di awang-awang.

Jembatan Cikacepit ini mempunyai panjang ±290 m dengan lebar 1.70 m dengan tinggi dari permukaan tanah sekitar 100 m tanpa pelindung di kiri-kanan jembatan. Pelindung untuk orang yang menyebrang justru adanya di bawah, sehingga orang harus meniti tangga lebih dulu.

Jalur ini dulu merupakan jalur yang sibuk. Panorama jalur ini sangat indah mulai dari pegunungan hingga laut. Setelah pada akhirnya ditutup, jalur ini sempat diperbaiki dan berberapa lokomotif seperti BB300 dan D301 sempat lewat jalur ini. Namun kemudian ditutup lagi saat krisis ekonomi yang melanda seluruh Asia. jalur dan bantalan yang baru pasang pun dibongkar.

Kini, kondisi terowongan ini sudah sangat memprihatinkan. Rel didalamnya sudah hilang, banyak rembesan air dan dipenuhi dengan rumput dan semak belukar. Padahal terowongan ini merupakan bukti sejarah yang seharusnya tetap terjaga. Selain menjadi bukti sejarah, terowongan ini juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat wisata sejarah.

4. Stasiun Kereta Api Pangandaran

Stasiun ini dibangun sejak tahun 1921, merupakan Stasiun tersibuk di Kabupaten Pangandaraan saat itu. Karena tempat transit penumpang dan pengangkutan barang serta rempah-rempah dari hasil perkebunan di Kecamatan Banjar, Banjarsari, Padaherang, Kalipucang, Cijulang dan Parigi.
Stasion Pangandaran

Stasiun Pangandaran merupakan stasiun kereta api yang terletak di Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Pangandaran, Kecamatan Pangandaran. Stasiun ini dibangun pada tahun 1921, Stasiun dan jalur ini sudah di nonaktifkan sejak tahun 1984. Kondisi bangunan stasiun masih kokoh berdiri walaupun sudah dikelilingi semak-semak dan pepohonan. Pada tahun 1997, stasiun dan jalur ini sempat diaktifkan dan dilewati berberapa lokomotif seperti BB300 dan D301. Namun akhirnya jalur BANCI (Banjar - Cijulang) ini ditutup kembali saat krisis ekonomi yang melanda seluruh Asia.

5. Rumah Belanda

Rumah yang ini merupakan rumah yang dibangun oleh orang Belanda saat itu, namun kini kondisi nya sudah rusak parah karena tidak terurus. Rumah yang terletak di desa Paledah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran ini pernah menjadi tempat menginap pihak Belanda ketika akan menyebrang ke Sungai Citanduy untuk memantau perkebunan di Jawa Tengah.

Rumah Peninggalan Belanda Desa Parigi Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran ini nampak masih berdiri kokoh. Bangunan tua yang di dirikan pada masa penjajahan Belanda ini memang masih utuh, jika mengunjungi bangunan tua ini anda juga bisa melihat barang-barang antik (barang kuno) seperti lemari, piring, cangkir dll, yang masih sangat terawat.

6. Goa Jepang

Gua Jepang di Kawasan Cagar Alam Pangandaran di buat Periode (1941-1945), saat itu Balatentara Dai Nippon menduduki seluruh pulau Jawa dan Madura, pembangunan Gua jepang ini di lakukan oleh para pekerja paksa (Romusa) selama ± 1 tahun, dan sampai sekarang gua jepang di kawasan Cagar Alam Pangandaran belum pernah di renovasi, jadi masih nampak keasliannya.

Gua jepang yang berada di kawasan Cagar Alam Pangandaran, terbuat dari tembok beton yang sengaja di timbun tanah sebagai benteng pertahanan tentara Dai Nippon (Jepang), dengan lubang-lubang pengintai menghadap ke arah laut, hal itu di maksudkan untuk mengawasi pendaratan dari pihak sekutu Belanda.

Ada 3 gua jepang di kawasan Cagar Alam Pangandaran, salah satunya memiliki kedalaman 10 meter dengan lubang -lubang pengintai sekitar 1 meter.

Sebagai Informasi sampai sekarang, setiap tanggal 17 agustus selalu di adakan upacara khusus yang dilakukan oleh warga Jepang yang tinggal di sekitar Pangandaran, upacara tersebut biasanya berupa ritual-ritual khusus sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur orang jepang.

Goa jepang terletak di Cagar Alam Pantai Pangandaran, goa yang dibangun oleh pemerintah jepang pada tahun 1941-1945 bertujuan untuk memantau atau mengawasi pendaratan pihak Belanda di Pantai Pangandaran. Setiap tanggal 17 Agustus warga Jepang yang berada di Pangandaran melakukan upacara khusus sebagai tanda penghormatan terhadap nenek moyang nya.
Goa Jepang

Sebenarnya masih banyak tempat-tempat dan bangun sejarah yang belum terkuak di Kabupaten Pangandaran. Semoga memberikan pengetahuan dan wawasan kita semua.

Terima kasih atas kunjungannya !