Senin, 01 Agustus 2016

Objek Wisata Budaya Kampung Naga Tasikmalaya

Objek Wisata Budaya Kampung Naga Tasikmalaya


Kampung Naga Tasikmalaya


Wisata Tasikmalaya Jawa Barat │ Kota Tasikmalaya ada sebuah kampung yang sangat terkenal di Tasikmalaya Jawa Barat karena disini sangat terjaga dengan kearifan lokalnya. Namanya Kampung Naga walaupun sebenarnya tidak ada hubungan dengan mitos naga akan tetapi memang itu nama sebutan saja. lokasinya ini berada di Desa Neglasari, Kec. Salawu, Kabupaten Tasikmalaya - Jawa Barat. Uniknya terletak berada di lembah. Namun yang paling langka itu Kampung Naga ini masih menjaga kearifan lokal dan budayanya.


Untuk mencapai tempat ini kalau dari Garut dperkirakan memakan waktu 1 jam. letaknya di sebelah kiri jalan. Serta memiliki keunikan tata letak rumah dan arsitektur yang sudah menjadi ciri khas, sebelum masuk kampung ini sobat harus melapor terlebih dahulu dan di kampung ini tidak ada plang Desa Wisata.

Kampung Naga ini memiliki adat yang masih lestari, masyarakatnya memegang adat tradisi nenek moyang mereka secara turun temurun. Mereka menolak segala sesuatu dari pihak luar yang bisa mencampuri dan merusak serta kelestarian kampung tersebut.

Warganya sendiri telah menyebut sejarah kampungnya ini dengan istilah yang mereka pakai yaitu "Pareum Obor". yang artinya yaitu mati, gelap, sementara obor berarti penerangan, cahaya atau lampu. Jika diterjemahkan artinya matinya penerangan. Karena ini berkaitan dengan asal usul dan sejarah Kampung Naga itu sendiri. 

Menurut cerita dari masyarakat kampung naga ini, hal itu disebabkan terbakarnya arsip/sejarah yaitu pada saat kampung ini dibakar oleh Organisasi DI/TII "Kartosoewiryo" di masa lampau. Kampung Naga yang pada saat itu lebih mendukung Presiden Soekarno, karena tidak mendapatkan simpati warga Kampung Naga maka DI/TII membumihanguskannya pada tahun 1956. Adapun menurut versi sejarah yang lain diceritakan pada masa kewalian Sunan Gunung Jati, ada seorang abdinya bernama Singaparana telah ditugasi untuk menyebarkan agama Islam ke sebelah Barat. Yang kemudian ia sampai ke daerah Neglasari yang sekarang sudah menjadi Desa Neglasari. Di tempat itu sang abdi bersemedi dan dalam persemediannya ia mendapat petunjuk, bahwa Singaparana harus mendiami satu tempat yang disebut Kampung Naga.

Kampung ini berada di wilayah Desa Neglasari, Jawa Barat. Lokasi Kampung Naga ini tidak jauh dari jalan raya yang telah menghubungkan kota Garut dengan Kota Tasikmalaya. Kampung ini berada di lembah yang sangat subur yang telah dibatasi oleh hutan keramat karena di dalam hutan ini terdapat makam leluhur masyarakat Kampung Naga.

Di selatan dibatasi oleh sawah-sawah penduduk, dan di utara dan timur dibatasi oleh Ci Wulan (Kali Wulan) yang ternyata sumber airnya berasal dari Gunung Cikuray di daerah Garut. Jarak dari kota Tasikmalaya ke Kampung Naga kurang lebih sekitar 30 kilometer, sedangkan kalau dari kota Garut jaraknya 26 kilometer.

Untuk menuju lokasi ke Kampung Naga dari arah jalan raya Garut-Tasikmalaya sobat harus menuruni tangga yang ditembok. Uniknya banyak orang yang sudah mencoba menghitung anak tangga tersebut, & sampai sekarang jumlah pastinya tidak ada yang tahu. Soalnya, tiap-tiap orang yang menghitungnya hasilnya selalu berbeda-beda.

Penduduk Kampung Naga ini ternyata sob semuanya beragama Islam, sebagaimana masyarakat adat yang lainnya ternyata masyarakatnya juga sangat taat memegang adat-istiadat serta kepercayaan nenek moyangnya. Walaupun memeluk agama Islam akantetapi mereka tetap menjaga warisan dari budaya leluhurnya. Menurut kepercayaan mereka, dengan taat menjalankan adat-istiadat warisan  dari nenek moyangnya itu berarti sudah menghormati para leluhur atau karuhun.

Apapun dari segala sesuatu yang datangnya bukan dari ajaran karuhun Kampung Naga, atau sesuatu yang tidak pernah dilakukan karuhunnya itu dianggap sesuatu yang tabu. Apabila hal-hal tersebut telah dilakukan oleh masyarakat Kampung Naga berarti telah melanggar adat, tidak menghormati karuhun, hal ini pastinya yang akan menimbulkan malapetaka bagi mereka.

Kepercayaan masyarakat disini pada mahluk halus masih sagat dipegang kuat. Seperti percaya adanya jurig cai, yaitu mahluk halus yang telah menempati air atau sungai terutama bagian sungai yang dalam. ataupun "ririwa" yaitu mahluk halus yang suka mengganggu dan menakut-nakuti pada malam hari. Ada pula "kunti anak" yaitu mahluk halus yang berasal dari perempuan hamil yang telah meninggal dunia dan suka mengganggu wanita yang sedang atau akan melahirkan.

Untuk tempat yang dijadikan tempat tinggal mahluk halus tersebut oleh masyarakat Kampung Naga disebut tempat yang angker atau sanget. Demikian juga tempat-tempat seperti makam Sembah Eyang Singaparna, Bumi Ageung dan masjid merupakan tempat yang telah dipandang suci bagi masyarakat setempat.

Adapun bentuk rumah bagi masyarakat Kampung Naga haruslah berbentuk panggung, bahan rumah dari bambu dan kayu. Atap rumah harus dari daun nipah, ijuk, atau alang-alang, lantai rumah terbuat dari bambu atau papan kayu. Rumah harus menghadap ke utara atau ke sebelah selatan dengan memanjang kearah barat-timur.

Bentuk rumah masyarakat Kampung Naga

Dinding rumah dari bilik atau anyaman bambu dengan anyaman sasag. Rumah tidak boleh dicat, kecuali dikapur atau dimeni. Bahan rumah tidak boleh menggunakan tembok, walaupun mampu membuat rumah tembok atau gedung (gedong).



Tips untuk Berkunjung ke Kampung Naga


1. Gunakan Pemandu lokal orang Kampung Naga kalau sobat memang belum pernah sebelumnya mengunjungi kampung ini, karena ada lokasi-lokasi yang telah dikeramatkan dan tidak boleh melakukan Pemotretan. san supaya tidak melanggar larangan dikampung ini.

2. Sobat yang ingin berlama-lama disini bisa jiga menginap, tetapi harus memberitahu kuncen terlebih dahulu usahakan tidak mendadak.

3. Buat sobat yang memang akan menginap di Kampung Naga jangan lupa jagalah kesopanan, seperti dalam berpakaian yang sopan serta jangan melanggar adat istiadat.

4. Di Kampung Naga ini pastinya tidak ada listrik, jangan lupa bawalah powerbank atau batere cadangan. hehe.

Itu saja yang bisa diulas dari Wisata Kampung Naga Tasikmalaya,

Terima kasih, semoga bermanfaat!

Tidak ada komentar: