Tampilkan postingan dengan label Wisata Budaya dan Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Budaya dan Sejarah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 September 2016

Objek WIsata Gunung Tangkuban Parahu Jawa Barat

Objek Wisata Gunung Tangkuban Parahu Jawa Barat


Objek WIsata Gunung Tangkuban Parahu Jawa Barat


Wisata Bandung Jawa Barat │ Gunung Tangkuban Perahu merupakan sebuah gunung aktif di Bandung Utara, tepatnya di Cikole, Lembang, atau sekitar 20 km dari pusat kota Bandung. Letusan terakhir gunung ini tercatat pada tahun 2013 namun meski begitu, gunung ini masih relatif aman untuk dikunjungi. Beberapa tanda aktifnya gunung ini adalah adanya gas belerang dan juga sumber air panas yang mengalir di kaki gunung, misalnya di Ciater. Jika berkunjung ke gunung ini, Anda sangat disarankan membawa masker penutup mulut untuk menghindari bau gas belerang yang tajam.

Tangkuban Parahu atau Gunung Tangkuban Perahu adalah salah satu gunung yang terletak di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung, dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh di sekitarnya, Gunung Tangkuban Perahu mempunyai ketinggian setinggi 2.084 meter. Bentuk gunung ini adalah Stratovulcano dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat. Jenis batuan yang dikeluarkan melalui letusan kebanyakan adalah lava dan sulfur, mineral yang dikeluarkan adalah sulfur belerang, mineral yang dikeluarkan saat gunung tidak aktif adalah uap belerang. Daerah Gunung Tangkuban Perahu dikelola oleh Perum Perhutanan. Suhu rata-rata hariannya adalah 17 oC pada siang hari dan 2 oC pada malam hari.

Daerah kawasan wisata Gunung Tangkuban Perahu dikelola oleh Perum Perhutanan. Tingkat suhu rata-rata pada setiap harinya adalah sekitar 17 derajat celcius pada waktu siang hari dan bersuhu sekitar 2 derajat celcius pada malam hari. Gunung Tangkuban Parahu juga memiliki kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Montane, hutan Dipterokarp Atas, serta Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Gunung Tangkuban Perahu memiliki ketinggian 2.084 di atas permukaan laut atau sekitar 6.873 kaki. Suhu di gunung ini adalah 17 derajat Celcius pada siang hari dan dapat mencapai 2 derajat Celcius pada malam hari. Karena suhunya yang dingin, pada saat berkunjung ke tempat wisata ini jangan lupa untuk membawa sweater dan jaket Anda.

Indahnya Wisata Gunung Tangkuban Parahu yang menjadi tujuan wisata populer di kawasan Bandung dan sekitarnya ini memiliki banyak sekali peminat baik itu wisatawan lokal maupun asing. Selain karena namanya yang sudah tersohor karena legenda Sangkuriang, Gunung Tangkuban Perahu memanglah tempat wisata di Bandung yang sangat Indah sekali.Gunung Tangkuban Perahu merupakan salah satu gunung yang berada di Provinsi Jawa Barat, Pulau Jawa, Indonesia.

Tak seperti gunung berapi lainnya, puncak Gunung Tangkuban Perahu ini berbentuk memanjang dan mirip sebuah perahu yang terbalik. Pada lereng gunung juga terdapat hamparan perkebunan teh yang membuat Anda ingin berlama-lama menikmati keindahannya.

Bentuk dari gunung ini adalah Stratovulcano dengan memiliki pusat erupsi yang selalu berpindah dari timur ke barat. Jenis dari bebatuan yang dikeluarkan melewati letusan dari gunung ini kebanyakan adalah lava dan sulfur, mineral yang banyak dikeluarkan adalah seperti sulfur belerang, mineral yang dikeluarkan pada waktu gunung sedang tidak aktif adalah uap belerang.

Gunung Tangkuban Perahu mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung. Jika dilihat dari kejauhan, Gunung Tangkuban Perahu memang berbentuk mirip dengan perahu yang terbalik. Letusan gunung yang terjadi menyebabkan munculnya kawah-kawah di sekitar gunung ini. Dari beberapa kawah yang dimiliki, ada tiga kawah yang paling terkenal di Gunung Tangkuban Perahu antara lain: Kawah Upas, Kawah Domas, dan Kawah Ratu.

Tempat wisata yang satu ini juga seringkali dijadikan lokasi pemotretan untuk foto prewedding, iklan komersil dan juga pengambilan gambar untuk film. Jika Anda belum puas menikmati keindahan Gunung Tangkuban Perahu dalam satu hari, Anda juga bisa bermalam dan melanjutkan keesokan harinya. Di sekitar gunung ini banyak terdapat hotel yang bisa Anda gunakan untuk menginap, mulai dari yang mengenakan tarif terjangkau sampai hotel mahal dengan kualitas pelayanan terbaik.

Legenda Gunung Tangkuban Parahu

Asal-usul Gunung Tangkuban Perahu dikaitkan dengan legenda Sangkuriang, yang dikisahkan jatuh cinta kepada ibunya, Dayang Sumbi/Rarasati. Untuk menggagalkan niat anaknya menikahinya, Dayang Sumbi mengajukan syarat supaya Sangkuriang membuat sebuah telaga dan sebuah perahu dalam semalam. Ketika usahanya gagal, Sangkuriang marah dan menendang perahu itu sehingga mendarat dalam keadaan terbalik. Perahu inilah yang kemudian membentuk Gunung Tangkuban Parahu.

Sangkuriang dan Dayang Sumbi

Diceritakan pada zaman dahulu kala, hidup seorang perempuan yang cantik jelita bernama Dayang Sumbi. Kecantikan Dayang Sumbi sudah diketahui oleh banyak orang. Dayang Sumbi hidup berdua dengan anaknya yang bernama Sangkuriang di sebuah hutan belantara. Dayang Sumbi sangat menyayangi Sangkuriang dan mereka hidup bahagia bersama seekor anjing kesayangannya, si Tumang, yang sebenarnya adalah ayah dari Sangkuriang.

Suatu hari, Sangkuriang membuat sebuah kesalahan. Sangkuriang pergi berburu rusa bersama si Tumang. Sampai sore hari, Sangkuriang tidak mendapatkan rusa seekor pun. Sangkuriang takut akan mengecewakan ibunya. Akhirnya, ia memutuskan untuk membunuh si Tumang dan membawa dagingnya pulang ke rumah.

Di rumah, Dayang Sumbi segera memasak daging yang dibawa anaknya pulang. Setelah makan, barulah ia menyadari ketidakberadaan si Tumang. Sangkuriang akhirnya mengaku bahwa daging yang mereka makan adalah si Tumang. Dayang Sumbi luar biasa marah pada Sangkuriang. Ia melemparkan sebuah batu sampai mengenai kepala anaknya dan mengusirnya pergi.

Dayang Sumbi kemudian menyesal telah mengusir anak kesayangannya. Kemudian ia berdoa agar diberi umur yang panjang dan awet muda agar bisa bertemu dengan anaknya kembali. Setelah beberapa tahun, mereka berdua bertemu kembali. Dayang Sumbi masih muda dan semakin cantik, sedangkan Sangkuriang telah tumbuh dewasa dan tampan. Singkat cerita, mereka berdua jatuh cinta.

Pada suatu hari, Sangkuriang mengatakan ingin menikahi Dayang Sumbi. Di saat yang sama, perempuan itu melihat bekas luka di kepala Sangkuriang dan menyadari bahwa ia adalah anaknya yang telah lama pergi. Dayang Sumbi kemudian mencari cara agar mereka tak jadi menikah.

Setelah meminta petunjuk, Dayang Sumbi kemudian mengajukan syarat pada Sangkuriang. Pemuda itu harus bisa membuat danau dan perahu dalam semalam agar keesokan harinya mereka bisa berkeliling danau berdua.

Menjelang pagi, danau dan perahu yang dibuat Sangkuriang hampir selesai, Dayang Sumbi pun khawatir dan berdoa agar matahari segera terbit. Doanya terkabul, matahari terbit dan Sangkuriang belum berhasil menyelesaikan perahunya. Karena marah, Sangkuriang lantas menendang perahu setengah jadi tersebut ke tengah danau. Perahu mendarat dalam posisi terbalik. Perahu itulah yang kemudian disebut sebagai Gunung Tangkuban Perahu.

Rute Perjalanan & Aksesibilitas 

Berjarak sekitar 20 km menuju ke arah utara adalah Kota Bandung, dengan rimbun dan banyak pohon pinus serta hamparan hijau kebun teh yang ada di sekitarnya, Gunung Tangkuban Parahu memiliki ketinggian kurang lebihnya adalah sekitar 2.084 meter. Alamat Lengkap Gunung Tangkuban Perahu adalah Gunung Tangkuban Parahu, Sukajaya, Lembang, Bandung Barat 40391, Jawa Barat, Pulau Jawa, Indonesia.

Rute jalan untuk dapat sampai di kawasan obyek wisata Gunung Tangkuban perahu dapat melewati pintu tol Pasteur, lali dilanjutkan menuju ke Jl. Dr. Djunjunan – lanjut lagi dengan berjalan ke Pasirkaliki – kemudian melewati Sukajadi – Setiabudi – Lembang lalu Anda akan sampai ke lokasi Wisata Gunung Tangkuban parahu (Gerbang bagian Atas).

Bila Anda keluar dari pintu tol Padalarang (lewat Cipularang), mengambil arah menuju ke Cimahi belok ke arah kiri dan melalui Jl. Kolonel Masturi, lalu mengikuti jalan Kolonel Masturi sampai pada (melalui kawasan kecamatan Cisarua dan kecamatan Parongpong, Kab. Bandung Barat), pada waktu sudah pada pertigaan Jl. Raya Lembang, lanjutkan dengan memilih jalan belok kiri dan terus saja mengikuti jalan dan melewati markas Brimob dll. Pada waktu Anda sudah melewati plang Tahu Tauhid yang berada di sebelah kiri maka sekitar 200 meter lagi Anda akan sampai di Gerbang akses menuju ke wisata kawah Gunung Tangkuban Perahu.

Itulah sedikit ulasan artikel tentang Objek Wisata Gunung Tangkuban Parahu Jawa Barat. Semoga bermanfaat.

Terima kasih !

Sabtu, 10 September 2016

Objek Wisata Candi Cangkuang Garut Terbaru

Objek Wisata Candi Cangkuang Garut Terbaru


Objek Wisata Candi Cangkuang Garut Terbaru


Wisata Garut Jawa Barat │ Candi cangkuang Garut merupakan candi peninggalan agama hindu, letak candi ini berada di puncak bukit kecil yang disekelilingnya ada sebuah Situ (danau) yang telah dinamakan situ cangkuang yang sangat unik sekali. Selain itu ada juga terdapat makam kuno yaitu makan Embah Dalem Arief Muhammad. Lokasi Candi cangkuang Garut berada di kampung pulo desa Cangkuang kec. Leles Kab. Garut.

Sudah pasti seru untuk berlibur kesini, karena banyak pengunjung untuk berlibur ke tempat objek wisata candi cangkuang Garut ini. Jadi yang ingin berlibur kesini menjadi salah satu referensi liburan karena candi ini selain memiliki suasana sejuk dan air danau yang tenang. Cocok untuk berwisata bersama keluarga untuk menikmati suasana objek wisata alamnya, serta dapat untuk berbelanja oleh-oleh khas wisata candi cangkuang.  Untuk yang membawa keluarga anda dapat piknik dan menyewa tikar untuk makan dan berkumpul dengan keluarga di tengah-tengah suasana sejuknya daerah lokasi candi cangkuang. 

Disebutkan bahwa candi ini merupakan peninggalan agama hindu, dikarenakan pada jaman dulu masyarakat yang menempati daerah ini menganut agama hindu. Dan merupakan satu-satunya candi peninggalam agama hindu yang terdapat di tatar sunda. Asal dari penamaan candi cangkuang adalah karena disekitarannya terdapat banyak pohon cangkuang dan desanya juga di namakan desa cangkuang. Candi ini berada di tengah-tengah situ cangkuang.

Jika ingin melihat Candi Cangkuang dengan dekat Anda bisa menyusuri beberapa anak tangga. Selain  dapat melihat candi, disini terdapat museum yang dibuka untuk umum. Di museum ini terdapat barang-barang antik serta kitab-kitab kuno yang berjumlah 12, dan terdapat ayat-ayat suci al-quraan yang terbuat dari kulit kayu, selain itu terdapat buku sejarah yang menceritakan asal usul berdirinya candi cangkuang.

Ketika anda sudah melintasi danau ini, anda akan disambut dengan berjajarnya para pedagang dari mulai pedagang makanan, baju, hingga berbagai sourvenir-sourvenir yang menyerupai bentuk candi cangkuang. Disini juga terdapat 7 rumah adat kampung pulo, rumah ini dibuat dengan bentuk rumah panggung sangat khas dengan tatar sunda.

Harga tiket masuk sebesar Rp.3.000,- dan biaya menyebrang penyewaan rakit sebesar Rp.6.000,- (bisa beruah sewaktu-waktu) Untuk akomodasi terdapat berbagai type penginapan, mushola, museum, perahu untuk menyusuri danau, kios cinderamata, areal parkir luas,  pusat informasi, dan taman.

Untuk akses perjalanan anda dapat menempuh jalur nagrek hingga ke kota garut. Setelah sesampai nya di leles sebelum alun-alun garut anda tinggal belok kiri ke arah desa cangkuang.  Itulah sedikit ulasan mengenai Objek Wisata Candi Cangkuang Garut Terbaru,

Jangan Lewatkan Tebing Alam Batu Tumpang Cikajang Garut Spot Yang Menantang. Selamat Berlibur!.

Terima kasih.

Senin, 29 Agustus 2016

Legenda Wisata Situ Bagendit Garut

Legenda Wisata Situ Bagendit Garut

Legenda Wisata Situ Bagendit Garut


Wisata Garut Jawa Barat │ Legenda dari Jawa Barat, pada jaman dulu disaat di sebelah utara kota garut ada suatu desa yg penduduknya biasanya yakni petani. Lantaran tanah di desa itu teramat subur & tak sempat kekurangan air, sehingga sawah-sawah mereka senantiasa membuahkan padi yg berlimpah ruah. Tetapi biarpun demikian, para masyarakat di desa itu masih miskin kekurangan.

Hari masihlah sedikit gelap & embun tetap bergayut di dedaunan, tapi para warga telah bergegas menuju sawah mereka. Hri ini ialah hri panen. Mereka bakal menuai padi yg telah menguning & menjualnya pada satu orang tengkulak bernama Nyai Endit.

Nyai Endit yaitu orang paling kaya di desa itu. Rumahnya mewah, lumbung padinya amat sangat luas lantaran mesti lumayan menampung padi yg dibelinya dari semua petani di desa itu. Ya! Seluruhnya petani. & bukan bersama sukarela para petani itu jual hasil panennya terhadap Nyai Endit.Mereka terpaksa jual seluruhnya hasil panennya dgn harga murah jika tak akan cari perkara dgn centeng-centeng suruhan nyai Endit. Dulu seandainya pasokan padi mereka habis, mereka mesti membeli dari nyai Endit bersama harga yg melambung tinggi.

“Wah kapan ya nasib kita beralih?” tutur seseorang petani terhadap temannya. “Tidak tahan aku hidup seperti ini. Mengapa yah, Tuhan tak menghukum si lintah darat itu?”
“Sssst, janganlah kenceng-kenceng atuh, kelak ada yg denger!” sahut temannya. “Kita mah mesti sabar! Kelak pun mendatang pembalasan yg setimpal bagi orang yg senang berbuat aniaya kepada orang lain. Kan Tuhan mah tak sempat tidur!”

Sementara iru Nyai Endit sedang periksa lumbung padinya.
“Barja!” kata nyai Endit. “Bagaimana? Apakah seluruh padi telah dibeli?” kata nyai Endit.
“Beres Nyi!” jawab centeng bernama Barja. “Boleh diperiksa lumbungnya Nyi! Lumbungnya telah penuh diisi padi, bahkan sekian banyak tetap kita simpan diluar lantaran telah tidak muat lagi.”
“Ha ha ha ha…! Sebentar lagi mereka bakal kehabisan beras & bakal membeli padiku. Saya dapat makin tajir!!! Keren! Pantau konsisten para petani itu, jangan mereka jual hasil panennya ke lokasi lain. Beri pelajaran bagi siapa saja yg membangkang!” kata Nyai Endit.

Benar saja, sekian banyak pekan seterusnya para masyarakat desa sejak mulai kehabisan bahan makanan bahkan tidak sedikit yg telah mulai sejak menderita kelaparan. Sementara Nyai Endit senantiasa berpesta pora bersama makanan-makanan mewah di rumahnya.

“Aduh pak, persediaan beras kita telah menipis. Sebentar lagi kita terpaksa mesti membeli beras ke Nyai Endit. Kata tetangga sebelah harganya waktu ini lima kali lipat disbanding kala kita menjual lalu. Dengan Cara Apa nih pak? Padahal kita pun butuh membeli kepentingan lainnya. Ya Tuhan, berilah kami keringanan atas beban yg kami pikul.”
Begitulah gerutuan para masyarakat desa atas kesewenang-wenangan Nyai Endit.

Satu Buah siang yg panas, dari ujung desa terlihat satu orang nenek yg berlangsung terbungkuk-bungkuk. Beliau melintasi pemukiman masyarakat dgn tatapan penuh iba.
“Hmm, kasihan para masyarakat ini. Mereka menderita cuma sebab kelakuan satu orang saja. Kelihatannya factor ini mesti serentak diakhiri,” pikir si nenek.
Dirinya terjadi jelang satu orang masyarakat yg sedang menumbuk padi.
“Nyi! Aku numpang bertanya,” kata si nenek.
“Ya nek ada apa ya?” jawab Nyi Asih yg sedang menumbuk padi tersebut
“Dimanakah aku dapat menemukan orang yg paling tajir di desa ini?” bertanya si nenek
“Oh, tujuan nenek hunian Nyi Endit?” kata Nyi Asih. “Sudah dekat nek. Nenek tinggal lurus saja hingga ketemu pertigaan. Dulu nenek belok kiri. Kelak nenek dapat tonton hunian yg amat gede. Itulah rumahnya. Benar-benar nenek ada butuh apa sama Nyi Endit?”
“Saya ingin minta sedekah,” kata si nenek.

“Ah percuma saja nenek minta sama ia, ga bakalan diberi. Jika nenek lapar, nenek dapat makan di hunian aku, namun seadanya,” kata Nyi Asih.
“Tidak butuh,” jawab si nenek. “Aku Hanya ingin tahu reaksinya apabila ada pengemis yg minta sedekah. O ya, tolong anda beritahu masyarakat yg lain utk siap-siap mengungsi. Dikarenakan sebentar lagi bakal ada banjir gede.”
“Nenek bergurau ya?” kata Nyi Asih kaget. “Mana bisa jadi ada banjir di masa kemarau.”
“Aku tak bergurau,” kata si nenek.”Aku ialah orang yg bakal berikan pelajaran terhadap Nyi Endit. Sehingga dari itu serentak mengungsilah, bawalah barang bernilai milik kalian,” kata si nenek.
kemudian si nenek berangkat meniggalkan Nyi Asih yg masihlah bengong.

Sementara itu Nyai Endit sedang menikmati sajian yg berlimpah, begitu juga para centengnya. Si pengemis tiba di depan hunian Nyai Endit & segera dihadang oleh para centeng.
“Hei pengemis sepuh! Segera berangkat dari sini! Janganlah hingga teras hunian ini bernoda terinjak kakimu!” bentak centeng.
“Saya ingin minta sedekah. Bisa Saja ada sisa makanan yg sanggup aku makan. Telah tiga hri aku tak makan,” kata si nenek.
“Apa peduliku,” bentak centeng. “Emangnya saya bapakmu? Bila ingin makan ya beli jangan sampai minta! Sana, serta-merta berangkat sebelum aku seret!”
Namun si nenek tak bergeming di tempatnya. “Nyai Endit keluarlah! Saya ingin minta sedekah. Nyai Endiiiit…!” teriak si nenek.
Centeng- centeng itu berikhtiar menyeret si nenek yg tetap berteriak-teriak, namun gagal.
“Siapa sih yg berteriak-teriak di luar,” tutur Nyai Endit. “Ganggu orang makan saja!”
“Hei…! Siapa anda nenek lanjut usia? Mengapa berteriak-teriak di depan hunian orang?” bentak Nyai Endit.

“Saya Hanya ingin minta sedikit makanan dikarenakan telah tiga hri aku tak makan,” kata nenek.
“Lah..ga makan kok minta sama saya? tiada! Langsung bertolak dari sini! Kelak tidak sedikit lalat nyium baumu,” kata Nyai Endit.
Si nenek bukannya bertolak namun malah menancapkan tongkatnya ke tanah dulu memandang Nyai Endit dgn penuh kemarahan.
“Hei Endit..! Tatkala ini Tuhan memberimu rijki berlimpah namun kau tak bersyukur. Kau kikir! Sementara masyarakat desa kelaparan kau malah menghambur-hamburkan makanan” teriak si nenek berapi-api. “Aku datang kesini sbg jawaban atas doa para warga yg sengsara sebab ulahmu! Saat Ini bersiaplah menerima hukumanmu.”
“Ha ha ha … Kau ingin menghukumku? Tak salah nih? Anda tak perhatikan centeng-centengku tidak sedikit! Sekali pukul saja, kau tentu mati,” kata Nyai Endit.
“Tidak butuh repot-repot mengusirku,” kata nenek. “Aku dapat bertolak dari sini apabila kau dapat mencabut tongkatku dari tanah.”
“Dasar nenek gila. Apa sulitnya nyabut tongkat. Tidak Dengan tenaga serta saya mampu!” kata Nyai Endit angkuh.

Dulu hup! Nyai Endit cobalah mencabut tongkat itu bersama satu tangan. Nyata-nyatanya tongkat itu tak bergeming. Dirinya cobalah dgn dua tangan. Hup hup! Tetap tak bergeming pula.
“Sialan!” kata Nyai Endit. “Centeng! Cabut tongkat itu! Awas bila hingga tak tercabut. Bayaran kalian saya potong!”
Centeng-centeng itu cobalah mencabut tongkat si nenek, tetapi walaupun telah ditarik oleh tiga orang, tongkat itu masih tidak bergeming.
“Ha ha ha… kalian tidak sukses?” kata si nenek. “Ternyata tenaga kalian tak seberapa. Saksikan saya bakal mencabut tongkat ini.”
Brut! Dgn sekali hentakan, tongkat itu telah terangkat dari tanah. Byuuuuurrr!!!! Tiba-tiba dari seken tancapan tongkat si nenek menyembur air yg amat sangat deras.
“Endit! Inilah hukuman buatmu! Air ini yakni air mata para warga yg sengsara karenamu. Kau & seluruhnya hartamu dapat tenggelam oleh air ini!”
Sesudah berbicara begitu si nenek tiba-tiba menghilang entah kemana. Tinggal Nyai Endit yg gugup menonton air yg meluap dgn deras. Dirinya berupaya berlari menyelamatkan hartanya, tapi air bah lebih serta-merta menenggelamkannya beserta hartanya.

Di desa itu waktu ini terbentuk satu buah danau mungil yg indah. Orang menamakannya ‘Situ Bagendit’. Situ artinya danau & Bagendit berasal dari kata Endit. orang-orang yakin bahwa kadang-kadang kita dapat menyaksikan lintah se gede kasur di basic danau. Menurutnya itu yakni penjelmaan Nyai Endit yg tak sukses kabur dari jebakan air bah.

Itulah ulasan tentang Legenda Wisata Situ Bagendit Garut. Semoga bermanfaat.

Jangan lewatkan juga artikel  selanjutnya Wisata Pantai Santolo Garut

Terima Kasih atas kunjungannya!

Minggu, 28 Agustus 2016

Objek Wisata Situ Bagendit Garut yang Masih Asri dan Nyaman

Objek Wisata Situ Bagendit Garut yang Masih Asri dan Nyaman


Wisata Situ Bagendit Garut
Wisata Situ Bagendit Garut


Wisata Garut Jawa Barat │ Sudah pernah berkunjung ke Garut? Jika jalan-jalan ke sana, tentu belumlah lengkap kalau tidak mengunjungi tempat wisata yang cukup terkenal di daerah ini yaitu Situ Bagendit. Sepertinya di Kabupaten Garut memang banyak situ-situ (sunda : danau), mungkin karena topografinya yang dipenuhi lembah dan gunung-gunung. Dan tentu saja hal ini menjadikan landscape alami kota tersebut menjadi lebih cantik. 

Situ Bagendit adalah sebuah danau ( situ dalam bahasa sunda ) yang terletak di kecamatan Banyuresmi kabupaten Garut. Situ Bagendit sendiri merupakan salah satu objek wisata yang banyak dikunjungi karena letaknya yang mudah dijangkau. Tempat Wisata yang Masih Asri, objek wisata yang cukup indah dan alami berupa danau. Objek dan daya tarik wisata alam Situ Bagendit memiliki kualitas lingkungan, kebersihan dan bentang alam dalam kondisi yang baik. Bangunan-bangunan yang terdapat di kawasan, baik yang permanen maupun semi permanen, dalam kondisi terawat baik. 

Aktifitas wisata yang bisa anda lakukan di situ Bagendit antara lain menikmati pemandangan, mengelilingi situ dengan rakit yang tersedia, ataupun menikmati suasana arena bermain dan pasar rakyat yang ada di sekitar danau . Para pengunjung juga dapat melakukan kegiatan rekreasi keluarga, menikmati pemandangan serta kegiatan bersepeda air. Situ Bagendit biasanya ramai dikunjungi pada hari sabtu – minggu atau pada hari libur.



Transportasi ke Situ Bagendit

Situ Bagendit terletak di desa Bagendit, - Situ Bagendit merupakan tempat wisata yang berlokasi di Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Situ Bagendit merupakan objek wisata alam berupa danau dengan batas administrasi disebelah utara berbatasan dengan Desa Banyuresmi, disebelah selatan berbatasan dengan Desa Cipicung, disebelah timur berbatasan dengan Desa Binakarya, dan disebelah barat berbatasan dengan Desa Sukamukti.Danau Situ bagendit berbatasan dengan desa Banyuresmi di sebelah utara, kemudian berbatasan dengan desa Cipicung disebelah selatan. Berbatasan langsung dengan Desa Binakarya disebelah timur, dan desa Sukamukti pada  arah barat. 

Jarak kawasan wisata Situ Bagendit dari pusat kota Garut hanya sekitar 4 kilometer saja dan dapat dijangkau dengan beerbagai kendaraan. Jika anda menggunakan transportasi umum, maka anda bisa naik angkutan kota jurusan terminal Guntur – Banyuresmi dan akan lewat tepat di samping Situ Bagendit langsung. Alternatif lainnya adalah dengan menyewa andong atau delman .

Untuk menuju lokasi, anda bisa menggunakan angkutan umum dari terminal guntur – garut berupa Angkutan kota jurusan terminal guntur – banyuresmi . Situ Bagendit terletak tepat di sebelah kiri jalan. Selain itu, andapun bisa menggunakan andong/delman namun tarifnya cukup mahal.



Akomodasi

Di lokasi wisata situ bagendit terdapat area parkir yang cukup lega. Selain itu juga terdapat sarana bermain anak seperti track kereta api mini, sepeda air dan sejenisnya di area situ bagendit. Sarana lain seperti toilet dan Mushalla juga sudah tersedia.

Fasilitas yang tersedia di kawasan ini yaitu penyewaan 60 buah rakit dengan tarif Rp.25.000/15 menit, 11 buah sepeda air dengan tarif Rp.10.000/15 menit yang dalam kondisi yang baik. Terdapat pula beberapa bangku taman dan 6 buah shelter yang disewakan untuk pengunjung dengan harga Rp.3.000/jam. Terdapat juga kereta api mini dengan tarif Rp.2.000 dan kolam renang dikawasan Situ Bagendit ini. Suasana di kawasan objek wisata ini tergolong cukup nyaman dikarenakan pembangunannya sudah direncanakan dengan baik oleh dinas pariwisata namun masih juga terdapat kios liar dan pedagang kaki lima yang dengan sembarangan menggelar barang dagangan mereka sehingga tingkat visabilitas di kawasan tersebut menjadi sedikit terhalang.Objek dan daya tarik wisata Situ Bagendit ini beroperasi pukul 07.00-17.00. Kondisi bangunan yang terdapat di kawasan ini dalam kondisi yang baik dengan jenis material bangunan permanen dan semi permanen dalam tata ruang yang cukup baik dikarenakan pembangunan di kawasan Situ Bagendit ini sudah direncanakan dengan baik. Dikawasan objek dan daya tarik wisata Situ Bagendit ini kualitas lingkungan, kebersihan dan bentang alamnya dalam kondisi yang baik.di kawasan ini terdapat pencemaran sampah dan vandalisme berupa coretan di bangunan dan pohon yang disebabkan oleh pengunjung.Visabilitas di kawasan ini sedikit terhalang, tingkat kebisingan yang sedang dan sedikit terdapat rambu iklan.

Objek wisata ini dikelola oleh Bapak Ajan Sobari dengan status kepemilikan berada di tangan pemerintah daerah yang kewenangannya dilimpahkan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut dan pihak swasta yaitu Bapak Adang Kurnia. Berdasarkan perda no. 11 tahun 2001 harga masuk tiket ke kawasan ini Rp. 1.000/orang untuk dewasa dan Rp. 500/orang untuk anak-anak.


 Situ Bagendit Garut



Itulah sedikit ulasan tentang Objek Wisata Situ Bagendit Garut yang Masih Asri dan Nyaman. Baca artikel selanjutnya tentang Legenda Wisata Situ Bagendit Garut.

Terima Kasih atas kunjungannya!

Jumat, 26 Agustus 2016

Kemeriahan Berlibur Saat Hajat Laut di Pangandaran

Kemeriahan Berlibur Saat Hajat Laut di Pangandaran


Kemeriahan Berlibur Saat Hajat Laut di Pangandaran
fhoto & ref. dari mypangandaran.com

Wisata Pangandaran Jawa Barat │ Seperti halnya daerah wisata lainya di berbagai belahan dunia yang mempunyai tradisi atau kebiasaan unik guna mengenalkan dan mempromosikan kekayaan wisatanya, begitupun di Pangandaran, namun yang unik, tradisi yang sudah ada turun temurun ini merupakan perwujudan rasa syukur para nelayan terhadap Tuhan Allah Swt yang telah menganugerahkan laut sebagai sumber mata pencaharian bagi para nelayan. Tradisi ini di kenal dengan Tradisi "Hajat Laut" dari tahun ke tahun selalu mengankat tema yang berbeda, dan tahun ini yaitu "Tradisi Hajat Laut Masyarakat Pangandaran 2015" dengan sub tema "Nyucruk Galur Neda Syukur Pikeu Ajen Ka Lembur".

Asiknya Berlibur Saat Hajat Laut di Pangandaran, Seperti halnya daerah wisata lainya di berbagai belahan dunia yang mempunyai tradisi atau kebiasaan unik guna mengenalkan dan mempromosikan kekayaan wisatanya, begitupun di Pangandaran. Banyak hal unik yang akan anda dapati ketika berlibur pada saat hajat laut itu berlangsung diantaranya :

1. Acara Adat Kirab Dongdang

Pada acara tersebut wisatawan dapat dengan mudah berpartisipasi mengikuti jalanya acara, dengan berjalan kaki beriringan dengan rombongan yang penuh dengan nilai historis.

Kirab Dongdang merupakan arak-arakan semacam karnaval keliling Pangandaran dengan membawa Dongdang atau rumah-rumahan yang berisi berbagai macam benda sebagai wujud penghargaan bagi nenek moyang terdahulu dengan iringan musik dan seni tradisi ala kerajaan dengan kawalan para punggawa serta satu ikon berbentuk Naga dengan sosok putri yang berdandan menyerupai Nyi Roro Kidul.

2. Larung Dongdang

Setelah diarak dengan cara adat, kemudian dongdang didoakan dan dilarung ke tengah lautan, tradisi ini menjadi sangat menarik karena panitia menyediakan sejumlah perahu bagi siapa saja yang ingin menyaksikan larung Dongdang ke tengah lautan secara cuma-cuma, bagi wisatawan tentunya akan menjadi suatu atraksi yang menarik di mana benda-benda di larung ke tengah laut dan menjadi rebutan warga yang mengikuti jalanya prosesi tersebut.

3. Cucurak

Makan bersama atau cucurak ini akan menjadi sangat bermakna bagi wisatawan, menikmati tumpeng dengan berbagai jenis dengan keramah-tamahan warga masyarakat Pangandaran.

Setelah lelah melarung Dongdang ke tengah lautan kemudian dilanjut ke acara "Cucurak" yaitu makan tumpeng bersama yang di gelar di tengah jalan dengan ratusan tumpeng berjajar dan siap disantap, dan tumpeng-tumpeng tersebut merupakan wujud kesadaran masyarakat yang turut berpartisipasi dalam rangkaian acara hajat laut yang dipebolehkan dinikmati bersama baik wisatawan maupun seluruh warga masyarakat yang hadir.

4. Gelar Budaya Basisir

Pada gelaran tersebut wisatawan dapat dengan bebas menari dan mempelajari secara langsung tarian yang sudah ada sejak nenek moyang dulu yaitu Ronggeng Gunung.

Pada menjelang sore hari sampai tengah malam di gelar budaya basisir yaitu berupa pertunjukan kesenian, diantaranya Karinding performance, Jaipong dan Ronggeng Gunung, dimana pada gelaran tersebut warga dan wisatawan diajak berinteraksi menari dan berbaur mengikuti irama alunan gamelan tradisional yang khas.

5. Kemitan Dongdang

Kemitan Dongdang yaitu malam sebelum Dongdang-dongdang dilarung ke lautan, pada acara ini digelar dengan penuh khidmat dan penuh rasa syukur, dengan rajah Karinding tradisional yang mengajak para warga dan wisatawan mengenal budaya buhun yang menjadi tradisi yang mengakar di tengah-tengah masyarakat serta ada sawala budaya yaitu penjelasan mengenai arti-arti dari rangkaian acara Hajat Laut tersebut yang di sampaikan oleh Karuhun dan tetua adat dan sejarawan serta usatdz.

Wisatawan dalam kesempatan ini dapat mengetahui lebih detail lagi mengenai asal usul Pangadaran dengan berbagai keunikan budayanya. Itulah Kemeriahan Berlibur Saat Hajat Laut di Pangandaran yang bisa kami bagikan kepada anda. Semoga bermanfaat.

Terima kasih atas kunjungannya!

Kamis, 25 Agustus 2016

Kesenian Tradisional Yang Masih Eksis Di Kabupaten Pangandaran

Kesenian Tradisional Yang Masih Eksis Di Kabupaten Pangandaran

Kesenian Tradisional Yang Masih Eksis Di Kabupaten Pangandaran
Foto & ref. dari news.mypangandaran.com

Wisata Pangandaran Jawa Barat │ Selain pemandangan pantai dan wisata air lainnya, Pangandaran juga memiliki daya tarik tersendiri disudut budayanya. Ada beberapa kesenian tradisional yang sering disuguhkan saat acara tertentu di Pangandaran

Selain pemandangan pantai dan wisata air lainnya, Pangandaran juga memiliki daya tarik tersendiri disudut budayanya. Ada beberapa kesenian tradisional yang sering disuguhkan saat acara tertentu di Pangandaran. Memang ada sebagian yang bukan khas dan asli Pangandaran tetapi sudah mengalami pencampuran budaya sehingga muncul sesuatu yang unik yang layak untuk kita nikmati.

1. Kesenian Rengkong

Rengkong disebut sebagai kesenian "awal dari prosesi panen". Para penari laki-laki yang membawa pikulan dari batang bambu utuh dan di kedua ujung bambu digantungkan masing-masing seikat padi. Gantungan padi tadi dibuat sedemikian rupa sehingga jika pikulan bambu digoyang-goyang akan dihasilan bunyi-bunyi berirama. Permainan gerak dan bunyi yang menjadi pertunjukan Rengkong, diiringi tetabuhan gendang dan gamelan di belakang. Tarian Rengkong tidak lepas dari kepercayaan tradisional terhadap Dewi Sri yang memang umum di kalangan para petani di Kecamatan Mangunjaya. Namun, kesenian ini sudah jarang dilakukan oleh para petani dikarenakan arus modernisasi.

2. Seni Kentongan

Seni kentongan yang terbuat dari bambu dipadukan dengan alat musik gamelan dan kendang dengan cara mengkolaborasikan seni Jawa dan Sunda sehingga menjadi musik yang enak didengar dan banyak diminati wisatawan asing yang datang ke Pangandaran. Di karenakan kesenian ini terbilang baru di Kabupaten Pangandaran diharapkan pemerintah daerah mau peduli dengan kesenian yang ini dalam hal promosi dan pengembangan seni budaya di Kabupaten Pangandaran.

3. Kuda Lumping (Ebeg)

Banyak yang tidak mengetahui kalau Kabupaten Pangandaran juga memiliki tarian Kuda Lumping, lokasi yang bertetanggaan dengan Jawa Tengah membuat sebagian warga Kabupaten Pangandaran berbahasa Jawa. Kuda Lumping di Kabupaten Pangandaran biasanya dipertunjukan pada saat acara Khitanan bocah sekolah dasar. Kuda Lumping yang sangat digemari anak-anak dan remaja ini biasanya menyuguhkan atraksi magis, seperti kesurupan, kekebalan, tubuh terhadap pecut, beling dsb.

Selain mempertunjukan akstrasi magic, Ebeg, nama yang lebih populer di Pangandaran juga menyajikan humor yang unik saat mereka tampil, biasanya suara-suara pemain berubah menjadi lebih kecil dan melengking sehingga membuat lucu orang yang mendengarnya.

4. Wayang Golek

Tidak hanya kaya akan alam dan pantai nya saja, Kabupaten pangandaran pun kaya akan budaya dan kesenian yang belum tersentuh, salah satu yang tidak asing yakni wayang golek. Pertunjukan wayang golek di Pangandaran akan sering digelar di Panggung terbuka di wilayah Pantai Barat.
Wayang Golek

5. Ronggeng Gunung

Ronggeng Gunung adalah jenis kesenian Daerah Khas dari Kabupaten Pangandaran yang masih tetap eksis dan berkembang. Kesenian yang sangat di gemari dan disukai oleh kalangan dewasa ini mempunyai kisah/cerita rakyat yakni Kesenian Ronggeng Gunung merupakan wangsit dari patih Kidang Pananjung kepada Dewi Siti Samoja yang pada waktu itu Dewi Siti sedang dirundung malang karena kekasih nya kalah di medan perang. Lirik-lirik lagu dalam Ronggeng Gunung merupakan luapan ekspresi jiwa yang sedang kasmaran terhadap kekasihnya.
Ronggeng Gunung

Bagi masyarakat Kabupaten Pangandaran Ronggeng Gunung merupakan salah satu hiburan yang tidak sepi peminat, khususnya untuk kaum muda di Kabupaten Pangandaran. Hal ini mungkin disebabkan karena para penari Ronggeng Gunung berparas cantik-cantik yang luwes menggerakan tubuh dan jari jemari lentik sehingga menghibur penonton yang melihatnya.


6. Sintren

Kesenian ini sebenarnya datang dari Banyumas, sebagai tetangga Kabupaten Banyumas dan Cilacap, Pangandaran juga jadi mempunyai kesenian Sintren ini, di Pangandaran biasanya bisa disaksikan saat resepsi khitanan atau perkawinan. Sintren diperankan seorang gadis yang masih suci, dibantu oleh pawang dengan diiringi gending 6 orang. Dalam perkembangannya tari sintren sebagai hiburan budaya, kemudian dilengkapi dengan penari pendamping dan bodor (lawak).

Dalam permainan kesenian rakyat pun Dewi Lanjar berpengaruh antara lain dalam permainan Sintren, si pawang (dalang) sering mengundang Roh Dewi Lanjar untuk masuk ke dalam permainan Sintren. Bila, roh Dewi Lanjar berhasil diundang, maka penari Sintren akan terlihat lebih cantik dan membawakan tarian lebih lincah dan mempesona.

7. Wayang Kulit

Hingga saat ini banyak Dalang Wayang kulit yang masih hidup di Pangandaran walaupun mulai memasuki usia senja, dalang-dalang ini merupakan anak para pendatang pendahulu Pangandaran yang datang dari jawa tengah, karena Pangandaran sebagain berbahasa jawa jadi Wayangkulit masih terkadang bisa disaksikan di acara-acara di Pangandaran. Namun, sesuai dengan perkembangannya wayangkulit yang ada sekarang terkadang tidak hanya menyampaikan cerita ramayana atau yang berbau kerajaan, terkadang dibubuhi humor-humor khas bahasa jawa dengan akulturasi humor tren yang ada.
Wayang Kulit


Itulah ulasan tentang kesenian-kesenian tradisional Yang Masih Eksis yang berada di Kabupaten Pangandaran, mari kita lestarikan dan jaga agar budaya lokal tidak hilang dan tetap terpelihara sebagai identitas suatu daerah.

Terima Kasih atas kunjungannya!

Rabu, 24 Agustus 2016

Inilah Bangunan Sisa Zaman Penjajah di Kabupaten Pangandaran

Inilah Bangunan Sisa Zaman Penjajah di Kabupaten Pangandaran

Inilah Bangunan Sisa Zaman Penjajah di Kabupaten Pangandaran
Fhoto & ref. dari news.mypangandaran.com

Wisata Pangandaran Jawa Barat │ Inilah Bangunan-bangunan Sisa Zaman Penjajah di Kabupaten Pangandaran yang harus sobat ketahui, pastinya dari setiap tempat tentu akan menyimpan Sejarah, tidak terkecuali dengan Kabupaten Pangandaran ini. Yang menjadi salah satu saksi sejarah tentunya seperti bangunan-bangunan yang masih ada hingga saat ini, yang menjadi saksi bisu tentang adanya cerita masa lalu. Mari kita simak bersama tentang apa saja sisa peninggalan zaman Penjajah di Kabupaten Pangandaran berikut ini adalan bangunan masih berwujud hingga saat ini:

1. Gedung Uyeng

Dari namanya Gedung Uyeng merupakan rumah milik keluarga Pak Uyeng Warga Keturunan Cina yang tinggal di Pangandaran sejak tahun 1965, informasi dari penjaga gedung Uyeng Pak Uyeng sendiri berprofesi sebagai seorang guru di Pangandaran Dia membeli bangunan ini dari seseorang keturunan belanda.

Bangunan berarsitektur Belanda di jalan Raya Babakan KM.1 memang selalu menjadi misteri, Gedung Uyeng Begitu warga Pangandaran menyebutnya, bangunan yang selalu terlihat angker dan menyeramkan,kondisi dinding yang retak-retak ditambah property dan peralatan rumah tangga yang sudah tua membuat warga enggan main-main di sekitar bangunan itu.

Sepeninggal Pak Uyeng Gedung Uyeng sudah tidak terawat lagi,anak-anaknya yang tinggal di kota Bandung sepertinya tidak ada waktu untuk memelihara rumah peninggalan kakek moyangnya itu, akhirnya Cicit Pak Uyeng atau keturunan kelima keluarga Pak Uyeng menjual rumah Kakek moyangnya itu ke pada keluarga Susi Pujiastuti, pemilik maskapai Susi Air. Dari bentuk bangunan yang dipertahankan keasliannya itu, Saat ini keberadaan Gedung Uyeng di Jalan Raya Babakan KM.1 Pangandaran sering digunakan untuk keperluan Shooting Film Kolosal atau pengambilan Photo Prewedding oleh para Photografer.

Bangunan berarsistektur Belanda ini terletak di Dusun Bojongsari tepatnya di Jalan Babakan KM 0.5 Pangandaran. Bangunan yang sudah terlihat tua ini pun terkesan Angker. Sejak tanahnya di beli oleh pengusaha Susi Puji Hastuti, bangunan ini terlihat lebih cantik dan nyaman walaupun suasana sepi masih sangat terlihat akibat dikelilingi tanah kosong yang luas, buat anda yang pernah makan di Yans Seafood Pangandaran, gedung ini terletak tepat diseberangnya. Beberapa Photografer lebih suka melakukan hunting di tempat ini. Ditempat ini juga sering dipakai Syuting film laga pada era 90-an


2. Jalur Kereta Api Banjar - Cijulang

Jalur kereta api ini, menghubungkan kota-kota kecamatan di kawasan Ciamis selatan yang sekarang masuk dalam administrasi Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran, dan Kota Banjar. Adapun kota-kota yang dihubungkan dengan jalur kereta api ini yakni Banjar-Banjarsari-Padaherang-Kalipucang-Ciputrapinggan-Pangandaran-Parigi dan berakhir di Cijulang.

Pembangunan jalur kereta api ini diusulkan oleh pihak swasta pada masa pemerintah Hindia Belanda. Terdapat berbagai argumentasi tentang perlunya dibangun jalur kereta api ini, yakni sebagai berikut:

Pada tahun 1898, F.J Nellensteyn mengajukan konsesi pembangunan trem penghubung Pameungpeuk-Rancaherang-Klapagenep-Cijulang-Parigi-Cikembulan-Kalipucang-Padaherang-Banjar. Konsesi tersebut diterima pemerintah, tetapi Nellensteyn sendiri tak mengerjakan proyek yang diajukan itu.

Pada tahun yang sama, usul datang dari H.J Stroband. Ia mengajukan konsesi pembangunan trem uap dengan jalur yang lebih pendek dari usulan Nellensteyn, yaitu Banjar-Banjarsari-Kalipucang-Cikembulan-Parigi-Cijulang. Namun, usulannya ditolak pemerintah.

Kemudian Eekhout van Pabst dan Lawick van Pabst. Akan tetapi, seperti usul sebelumnya, usul Eekhout dan van Pabst pun tidak ditindaklanjuti.

Latar belakang dari pengajuan pembangunan jalur kereta-api tersebut dilatarbelakangi kepentingan ekonomi. Di sekitar Banjar terdapat banyak perkebunan yang sangat memerlukan sarana transportasi memadai untuk proses pengangkutan. Di antara perkebunan itu adalah perkebunan Lawang Blengbeng, Leuweung Kolot I, Leuweung Kolot II, Bantardawa I, Bantardawa II, Cikaso I, Cikaso II, Banjarsari I, dan Banjarsari II. Semua perkebunan itu milik kalangan swasta dari Eropa.

Di samping itu, hasil pertanian yang melimpah di Priangan tenggara dan lembah Parigi merupakan pertimbangan lain di balik usul pembangunan jalur tersebut. Di kawasan itu banyak padi hasil panen petani yang sudah disimpan lebih dari enam tahun karena kesulitan dalam pengangkutan ke luar daerah. Ditambah lagi, seperti dikemukakan van Pabst, di sepanjang jalur Banjar-Cijulang banyak tanah yang bisa dimanfaatkan sebagai sawah dan tegal.

Selama ini hasil perkebunan dan pertanian dari Banjar hingga Parigi itu diangkut melalui jalur darat (roda) atau sungai (perahu) menuju Cilacap (Jawa Tengah). Pengangkutan dengan cara ini membutuhkan waktu lama dan berbiaya tinggi. Dengan pembangunan jalur kereta di daerah tersebut, diharapkan hasil pertanian dan perkebunan bisa diangkut dengan cepat ke Banjar dan dari Banjar ke Cilacap.

Pada akhir abad ke-19 sampai pertengahan abad ke-20 Cilacap merupakan salah satu pelabuhan paling ramai di Pulau Jawa dan satu-satunya di pesisir selatan Pulau Jawa. Pada masa itu produk pertanian dan perkebunan dari beberapa daerah di Jawa Tengah dan Priangan dikapalkan ke luar negeri melalui pelabuhan ini

Jalur kereta api ini, menghubungkan kecamatan-kecamatan yang berada di Ciamis Selatan pada massa nya. Pembangunan jalur kereta api ini dibangun pada masa pemerintahan hindia belanda pada tahun 1898 atas usulan F . J Nellensteyn. Pembangunan jalur kereta api ini dilatarbelakangi kepentingan ekonomi , karena dahulu di sekitar Banjar terdapat banyak perkebunan yang sangat memerlukan sarana transportasi memadai untuk proses pengangkutan. Semua perkebunan di Wilayah Ciamis selatan merupakan perkebunan milik kalangan swasta dari Eropa. Jalur Kereta Cijulang Pangandaran Banjar

3. Terowongan Wilhemina

Terowongan ini merupakan terowongan terpanjang di Indonesia, terowongan yang di bangun sejak zaman belanda ini terletak di Kecamatan Kalipucang. Namun akibat dihentikannya jalur Banjar Cijulang kini kondisinyapun sangat memperihatinkan, rel didalamnya sudah hilang entah kemana. Terowongannya pun dipenuhi rumput dan semak belukar dan terkesan angker.
Wihelmina

Dimanakah terowongan kereta api terpanjang di Indonesia? Rekor itu sampai saat ini masih dipegang oleh Terowongan Wilhelmina yang memiliki panjang terowongan mencapai 1.208 meter. Terowongan Wilhelmina merupakan salah satu terowongan kereta api jurusan Banjar-Cijulang (82 km) yang melintasi Pangandaran.

Jalur Kereta Api ini mempunyai banyak jembatan dan 3 terowongan yakni Terowongan Hendrik (100 m), Terowongan Juliana (250 m), dan Terowongan Wilhelmina sebagai yang terpanjang. Terowongan ini menembus bukit kapur di bawah Desa Empak dan Bagolo di Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Terowongan Wilhelmina dibangun oleh perusahaan kereta api zaman Belanda, SS (Staats Spoorwegen) pada tahun 1914 dan mulai digunakan pada 1 Januari 1921. Nama Wilhelmina diambil dari nama seorang ratu dari Kerajaan Belanda yang memiliki nama lengkap Wilhelmina Helena Pauline Maria. Wilhelmina menjadi Ratu Kerajaan Belanda pada tahun 1890 hingga 1948.

Masyarakat setempat sering menyebut terowongan Wilhelmina dengan sebutan terowongan Sumber. Hingga pada 3 Pebruari 1981, dikarenakan matinya jalur kereta api Banjar-Cijulang maka mati pula terowongan ini dan tidak digunakan lagi.  Alasannya adalah karena mahalnya biaya operasional dan sedikitnya pemasukan dari para penumpang kereta api di jalur itu.

Namun tahukah Anda sejarah menarik dan misterius dibalik pembangunan jalur kerata api ini?
Pembangunan terowongan Wilhelmina telah menyisakan kisah-kisah seru dan menyedihkan. Konon, pada tahun 1916, penggalian terowongan dan jembatan di daerah ini sempat terhenti karena tidak ada tenaga ahli yang mau bekerja di tempat ini.

Mereka beralasan selain medannya sulit, ada banyak pekerja yang meninggal karena tiba-tiba jatuh sakit. Namun, perusahaan kereta api Belanda terus berusaha menyelesaikan pembangunan jalur ini, sebab jalur ini sangat penting untuk mengangkut hasil bumi berupa kopra yang berlimpah di daerah tersebut.

Pembangunan jalur kereta api Banjar-Cijulang diusulkan oleh pihak swasta pada masa pemerintah Hindia Belanda. Terdapat berbagai argumentasi dan perdebatan tentang perlunya dibangun jalur kereta api ini. Latar belakang dari pengajuan pembangunan jalur kereta api tersebut yaitu kepentingan ekonomi. Di sekitar Banjar terdapat banyak perkebunan yang sangat memerlukan sarana transportasi memadai untuk proses pengangkutan. Semua perkebunan itu milik kalangan swasta dari Eropa.

Di samping itu, hasil pertanian yang melimpah di Priangan tenggara dan lembah Parigi merupakan pertimbangan lain di balik usul pembangunan jalur tersebut. Di kawasan itu banyak padi hasil panen petani yang sudah disimpan lebih dari enam tahun karena kesulitan dalam pengangkutan ke luar daerah. Ditambah lagi, di sepanjang jalur Banjar-Cijulang banyak tanah yang bisa dimanfaatkan sebagai sawah dan tegal.

Keberadaan jalur kereta api ini akhirnya menjadi tulang punggung sarana transportasi di wilayah Kabupaten Ciamis khususnya kawasan Banjar hingga Cijulang dan sekitarnya hingga dekade 1980-an.

Terowongan Wilhemina sangat lurus dan panjang. Dari ujung terowongan satu, kita bisa melihat ujung terowongan yang lain, berupa setitik cahaya. Saat berada di dalam terowongan yang gelap dan panjang, tak terbayangkan betapa beratnya pekerja memahat batuan keras sepanjang satu kilometer lebih ini.

Selain melewati terowongan, jalur ini juga melewati beberapa jembatan layang yang tinggi dan panjang, salah satunya jembatan Cikacepit. Jembatan ini juga menjadi mahakarya yang sangat mengagumkan. Jembatan seolah-olah menggantung di awang-awang.

Jembatan Cikacepit ini mempunyai panjang ±290 m dengan lebar 1.70 m dengan tinggi dari permukaan tanah sekitar 100 m tanpa pelindung di kiri-kanan jembatan. Pelindung untuk orang yang menyebrang justru adanya di bawah, sehingga orang harus meniti tangga lebih dulu.

Jalur ini dulu merupakan jalur yang sibuk. Panorama jalur ini sangat indah mulai dari pegunungan hingga laut. Setelah pada akhirnya ditutup, jalur ini sempat diperbaiki dan berberapa lokomotif seperti BB300 dan D301 sempat lewat jalur ini. Namun kemudian ditutup lagi saat krisis ekonomi yang melanda seluruh Asia. jalur dan bantalan yang baru pasang pun dibongkar.

Kini, kondisi terowongan ini sudah sangat memprihatinkan. Rel didalamnya sudah hilang, banyak rembesan air dan dipenuhi dengan rumput dan semak belukar. Padahal terowongan ini merupakan bukti sejarah yang seharusnya tetap terjaga. Selain menjadi bukti sejarah, terowongan ini juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat wisata sejarah.

4. Stasiun Kereta Api Pangandaran

Stasiun ini dibangun sejak tahun 1921, merupakan Stasiun tersibuk di Kabupaten Pangandaraan saat itu. Karena tempat transit penumpang dan pengangkutan barang serta rempah-rempah dari hasil perkebunan di Kecamatan Banjar, Banjarsari, Padaherang, Kalipucang, Cijulang dan Parigi.
Stasion Pangandaran

Stasiun Pangandaran merupakan stasiun kereta api yang terletak di Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Pangandaran, Kecamatan Pangandaran. Stasiun ini dibangun pada tahun 1921, Stasiun dan jalur ini sudah di nonaktifkan sejak tahun 1984. Kondisi bangunan stasiun masih kokoh berdiri walaupun sudah dikelilingi semak-semak dan pepohonan. Pada tahun 1997, stasiun dan jalur ini sempat diaktifkan dan dilewati berberapa lokomotif seperti BB300 dan D301. Namun akhirnya jalur BANCI (Banjar - Cijulang) ini ditutup kembali saat krisis ekonomi yang melanda seluruh Asia.

5. Rumah Belanda

Rumah yang ini merupakan rumah yang dibangun oleh orang Belanda saat itu, namun kini kondisi nya sudah rusak parah karena tidak terurus. Rumah yang terletak di desa Paledah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran ini pernah menjadi tempat menginap pihak Belanda ketika akan menyebrang ke Sungai Citanduy untuk memantau perkebunan di Jawa Tengah.

Rumah Peninggalan Belanda Desa Parigi Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran ini nampak masih berdiri kokoh. Bangunan tua yang di dirikan pada masa penjajahan Belanda ini memang masih utuh, jika mengunjungi bangunan tua ini anda juga bisa melihat barang-barang antik (barang kuno) seperti lemari, piring, cangkir dll, yang masih sangat terawat.

6. Goa Jepang

Gua Jepang di Kawasan Cagar Alam Pangandaran di buat Periode (1941-1945), saat itu Balatentara Dai Nippon menduduki seluruh pulau Jawa dan Madura, pembangunan Gua jepang ini di lakukan oleh para pekerja paksa (Romusa) selama ± 1 tahun, dan sampai sekarang gua jepang di kawasan Cagar Alam Pangandaran belum pernah di renovasi, jadi masih nampak keasliannya.

Gua jepang yang berada di kawasan Cagar Alam Pangandaran, terbuat dari tembok beton yang sengaja di timbun tanah sebagai benteng pertahanan tentara Dai Nippon (Jepang), dengan lubang-lubang pengintai menghadap ke arah laut, hal itu di maksudkan untuk mengawasi pendaratan dari pihak sekutu Belanda.

Ada 3 gua jepang di kawasan Cagar Alam Pangandaran, salah satunya memiliki kedalaman 10 meter dengan lubang -lubang pengintai sekitar 1 meter.

Sebagai Informasi sampai sekarang, setiap tanggal 17 agustus selalu di adakan upacara khusus yang dilakukan oleh warga Jepang yang tinggal di sekitar Pangandaran, upacara tersebut biasanya berupa ritual-ritual khusus sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur orang jepang.

Goa jepang terletak di Cagar Alam Pantai Pangandaran, goa yang dibangun oleh pemerintah jepang pada tahun 1941-1945 bertujuan untuk memantau atau mengawasi pendaratan pihak Belanda di Pantai Pangandaran. Setiap tanggal 17 Agustus warga Jepang yang berada di Pangandaran melakukan upacara khusus sebagai tanda penghormatan terhadap nenek moyang nya.
Goa Jepang

Sebenarnya masih banyak tempat-tempat dan bangun sejarah yang belum terkuak di Kabupaten Pangandaran. Semoga memberikan pengetahuan dan wawasan kita semua.

Terima kasih atas kunjungannya !

Jumat, 19 Agustus 2016

Tempat Wisata Menarik Yang Mesti Dikunjungi di Garut dan Ciamis

Tempat Wisata Menarik Yang Mesti Dikunjungi di Garut dan Ciamis 

Tempat Wisata Menarik Yang Mesti Dikunjungi di Garut dan Ciamis


Wisata Garut - Ciamis Jawa Barat │ Berbagai aktivitas dan tempat wisata menarik di Garut dan Ciamis kalau Sobat memiliki waktu banyak, maka tak ada salahnya tuh untuk menghabiskan sisa liburan di daerah-daerah seperti Garut atau Ciamis. Di dua daerah ini tidak sedikit objek wisata yang ditawarkan, yang menjadi rekomendasikan yang mesti Sobat Kunjungi diantaranya adalah

1. Danau Situ Bagendit

Asal usul Danau ini sebagaimana sebuah kisah pada jaman dahulu kala diceritakan ada seorang wanita pedagang yang sangat kaya raya, tapi amat disayangkan dengan kelalimannya ia bernama Nyai Endit. Kelakuannya telah memaksa penduduk desa untuk bekerja dengan upah sangat kecil. Yang konon, danau inilah lokasi di mana ia tenggelam oleh air mata orang-orang yang sengsara akibat penindasannya.

Keberadaan dari Danau ini telah dikelilingi oleh pegunungan, dan ini cocok bagi Sobat yang ingin mencari suasana yang tenang dan adem. Ditambah dengan atmosfer yang akan menghipnotis di Danau ini, cara lain untuk menikmati pesona Situ Bagendit adalah dengan menyewa rakit mengitari danau selama 15 menit. Anda cukup mengeluarkan uang sebesar Rp25.000,- saja. Lokasi Situ Bagendit beraa di Sukamukti, Banyuresmi Garut 44191. Tiket Masuk: Rp 3.000,- Jam Operasional: 07.00-17.00. WIB.

2. Kampung Naga, Garut. 

Tidak seperti desa lainnya yang mudah untuk dimasuki paham-paham baru,  Kampung ini lain dari biasanya, Kampung Naga masih masih memegang teguh adat istiadat dan aturan-aturan yang sama sejak ratusan tahun silam, seperti yang dijalankan para nenek moyang mereka. Mengunjungi Desa Tradisional yang  masih Menjunjung Tinggi Tradisi Kuno, Kampung Naga, Garut

Apa keunikannya yang membuat kampung ini berbeda, contohnya seperti warganya pantang menggunakan listrik sehingga membuat jalur komunikasi dengan dunia luar hampir nyaris tertutup. Jika sobat ingin mengunjunginya, maka sebelumnya harus sudah melapor pada kepala kampung terlebih dahulu. Kemudian Sobat akan ditunjukkan berbagai tradisi dan hal-hal lain yang ada di kampung tersebut, seperti mengunjungi lumbung padi dan tempat hewan ternak, bahkan diundang ke rumah mereka juga.

Sekitar sejam perjalanan dari pusat kota Garut desa tradisional bernama Kampung Naga yang berokasi di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Tiket Masuk: Gratis (pengunjung akan dimintai sumbangan seikhlasnya). Baca selengkapnya di Kampung Naga Tasikmalaya.

3. Gunung Papandayan, Garut

Bagi sebagian orang, aktivitas mendaki gunung terdengar begitu berat sekaligus menantang. Bayangkan untuk menaklukan gunung Anda harus melalui medan yang sulit dan cuaca yang terkadang ekstrem, tidur di tenda dan makan ala kadarnya. Gunung Papandayan merupakan salah satu gunung yang mudah untuk didaki, dikarenakan dengan hanya 2 jam saja trekking sobat sudah bisa mencapai area untuk berkemah. Setelah tenda selesai didirikan, para pendaki bisa langsung mengeksplorasi sekitarnya menuju Padang Bunga Edelweiss yang sungguh sangat cantik, sekaligussalah satu spot yang bagus untuk menunggu matahari terbit.

Lokasi yang tak kalah memesona adalah Hutan Mati, areal hutan di mana seluruh tumbuhan dan pepohonan yang ada di dalamnya terbakar habis akibat letusan gunung, dan hanya menyisakan batang-batang kayu mati. Lokasi tempat berada di Karamatwangi, Cisurupan, Kabupaten Garut 44163. Tiket Masuk: Gratis

4. Situs Karangkamulyan

Situs Karangkamulyan merupakan sebuah Situs bersejarah yang sudah terawat dengan baik. Ada beberapa obyek peninggalan kuno diantaranya seperti tempat singgasana raja, pemandian permaisuri, ruang penyimpanan harta serta senjata dan masih bisa dilihat ketika berkunjung ke sana. Tempat ini merupakan sebuah situs arkeologi peninggalan Kerajaan Galuh, salah satu dari kerajaan tertua Indonesia yang telah berdiri pada abad ke-7 Masehi. Jika menggunakan jasa pemandu wisata, maka Sobat akan diajak untuk dikenalkan dengan mitos-mitos lokal, seperti melihat seonggok batu yang dipercaya bisa membuat wanita subur apabila ia diduduki.

Lokasi Situs Karangkamulyan ini berada di Desa Karangkamulyan, Cijeungjing, Ciamis, Jawa Barat. Tiket Masuk: Rp5.000,-. Jam Operasional: 07.00-17.00 WIB. Baca elengkapnya di CIUNG WANARA KARANGKAMULYAN.

5.  Adu Domba di Garut

Serunya Aksi Adu Domba di Garut merupakan warisan dari bagian budaya Sunda, tradisi ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Setiap beberapa minggu, arena pertarungan digilir pada setiap desa, serta dilengkapi dengan iringan musik tradisional, komentator, hingga juri. Dan umumnya hewan-hewan aduan ini didandani dengan berbagai ornamen warna-warni dan lonceng. Selama pertarungan yang biasanya waktu berlangsung selama 10 ronde, domba-domba ini akan saling mengadu kepala, sehingga domba yang terkuatlah yang menjadi pemenang.

Masih banya objek wisata populer lainya dan mungkin itu saja sedikit ulasan tentang Tempat Wisata Menarik Yang Mesti Dikunjungi di Garut dan Ciamis.

Terima Kasih atas kunjungannya!

Selasa, 16 Agustus 2016

TEMPAT WISATA DI BANDUNG YANG PALING FAVORIT

TEMPAT WISATA DI BANDUNG YANG PALING FAVORIT UNTUK ANDA

TEMPAT WISATA DI BANDUNG YANG PALING FAVORIT Bag. 3


Wisata Bandung Jawa Barat │ Pada postingan kali ini akan melanjutkan kembali artikel tentang Tempat Wisata di Bandung yang paling favorit untuk anda kunjungi, baiklah untuk sobat semua mari kita simak bersama diantaranya  :

1.  Museum Geologi Bandung

Lokasinya berada di Museum Geologi Bandung berada di Jl. Diponegoro No. 57, Bandung, Jawa Barat 40122. Telepon: (022) 721822. Jam Operasional : 09.00-15.30 (hari biasa) | 09.00-13.30 (akhir pekan) | hari Jumat tutup. Tiket Masuk : Rp10.000,-.

Inilah sebuah Napak Tilas Sejarah pada masa Purbakala yang berada  di  Museum Geologi Bandung, Sayang sekali biasanya museum ini sering terlewatkan dalam liburan ke Kota Bandung. Padahal objek wisata ini sangat menarik dan tersimpan berbagai artefak geologis purbakala berharga tanah air Indonesia, seperti adanya bentukan struktur tanah dari jaman prasejarah!

Adapun dari Koleksi yang ada dan dipamerkan di museum ini antara lain diantaranya beberapa fosil Homo Erectus, replika Tyrannosaurus Rex Osborn, serta aneka berbagai bebatuan mineral. Lokasinya cukup strategis di pusat kota, beberapa obyek wisata menarik lain seperti Gedung Sate dan Lapangan Gasibu letaknya tak jauh dari museum ini. Dan di malam hari, area sekitar sini juga penuh oleh pedagang kaki lima yang menjajakan berbagai makanan tradisional.

2.  Saung Angklung Udjo

Lokasinya berada di Saung Angklung Udjo berada di Jl. Padasuka No. 118, Bandung, Jawa Barat 40192. Telepon: (022) 7271714 / 710 1736. Jam Operasional:  09.00 – 15.30 WIB. Tiket Masuk: Rp 60.000,- (hari biasa), Rp75.000,- (akhir pekan).

Mendalami Seni Musik Tradisional Sunda, Mengusung moto ‘one-stop cultural workshop’, Saung Angklung Udjo adalah tujuan yang tepat bagi Anda yang ingin belajar banyak tentang seni musik tradisional tanah Pasundan.
Terbuat dari pipa-pipa bambu yang dirangkai, apabila digoyangkan maka Angklung akan menghasilkan bunyi-bunyian yang begitu unik dan khas yang identik dengan budaya Sunda.
Anda dapat mengikuti kelas membuat Angklung dan belajar bagaimana menggunakannya sebagai alat musik pengiring tari tradisional dan pertunjukan wayang golek.

Tempat ini dibangun oleh pengrajin tradisional Udjo Ngalegana pada tahun 1966 dengan tujuan untuk memasyarakatkan seni tradisional Sunda. Semua penghasilan yang didapat Saung Angklung Udjo dimanfaatkan untuk biaya pendidikan anak-anak yang kurang beruntung di sekitarnya.

3.  Sari Ater Hot Spring Resort

Lokasinya berada di Sari Ater Hot Spring Resort berada di Jl. Raya Ciater, Subang, Jawa Barat. Telepon: (0260) 471700. Tiket Masuk: Rp30.000,- Jam Operasional: 24 jam (khusus kolam rendam air panas)

Berendam di Mata Air Panas yang Berkhasiat, Puas berkeliling kota seharian, Anda mungkin ingin meregangkan otot-otot yang tegang dan letih agar bisa melanjutkan liburan. Terletak di dekat gunung berapi, mata air panas alami yang ada di sini sudah sejak lama dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk relaksasi, menyembuhkan rematik, nyeri otot dan juga syaraf. Bahkan ada kepercayaan kalau setelah berendam di mata air ini maka penampilan Anda akan lebih menarik.

Ada lima kolam rendam yang bisa Anda pilih. Namun jika merasa tak nyaman berendam di tempat umum, Anda dapat menyewa kamar pribadi yang memiliki kolam rendam air panas sendiri. Aktivitas lain yang tersedia di sini di antaranya paintball, bersepeda, flying fox, high rope, dan masih banyak lagi.

4. Melintasi Jembatan Cinta di Situ Cileunca

Lokasinya berada di Situ Cileunca berada di desa Warnasari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung 40378. Tiket Masuk: Rp10.000,-

Dikelilingi oleh perkebunan teh, Situ Cileunca (Danau Cileunca) terletak pada 1.500 m di atas permukaan laut, sehingga udara di sini begitu sejuk dan segar. Di sini Anda dapat naik perahu mengitari danau sambil menikmati keindahan alam sekitarnya. Anda dapapat berjalan-jalan melintasi jembatan menyeberangi danau tersebut, yang juga berfungsi sebagai penghubung antara dua desa. Jembatan ini awalnya dibangun untuk mendorong aktivitas perdagangan di antara kedua desa tersebut, namun belakangan kerap dijadikan spot berkencan para muda-mudi setempat. Itulah mengapa akhirnya dijuluki Jembatan Cinta.

5.  Selasar Sunaryo Art Space

Lokasinya berada di Selasar Sunaryo Art Space berada di Bukit Pakar Timur No. 100 Bandung – 40198, Jawa Barat, Indonesia. Telepon: (022) 2507939. Jam Operasional: 10.00 – 17.00 WIB.  Tiket Masuk: Gratis.

Surganya Pecinta Seni Rupa, Dibangun pada tahun 1998, Selasar Sunaryo merupakan galeri seni yang cukup ternama di Bandung dan kerap memamerkan karya-karya seniman kreatif tanah air, termasuk karya sang pendiri galeri ini, Drs. Sunaryo. Selain pameran karya seni, tempat ini juga sering digunakan untuk pertemuan maupun workshop yang terbuka untuk umum, dan biasanya gratis! Pastikan cek terlebih dahulu di situs resmi mereka untuk jadwal event dan pameran. Setelah lelah mengitari galeri, Anda dapat bersantai minum kopi di Kopi Selasar sambil menikmati pemandangan Bukit Dago nan indah.

6.  Firebolt Clothing

Lokasinya berada di Firebolt Clothing berada di Jl. Prabu Dimuntur No. 4. Telepon: (022) 87241379. Jam Operasional: 10.00 – 22.00 WIB.

Membeli Sepasang Celana Jeans yang Ramah Lingkungan, Sejak didirikan pada tahun 2001, toko pakaian ini menghadirkan produk yang benar-benar unik dan berbeda. Sadar akan besarnya dampak emisi karbon yang dihasilkan industri perkebunan, terutama kapas, maka sang pemilik memutuskan untuk membuat pakaian secara organik yang pastinya lebih ramah lingkungan.

Sebagai anggota Organic Trade Association (OTA), bahan pembuatan produk-produk yang dijual di Firebolt Clothing berasal dari tanaman yang ditanam dengan pupuk non-kimia. Dan yang lebih hebat lagi, selain keren dan ramah lingkungan, pakaian-pakaian ini juga ramah di kantong.

7.  Trans Studio Bandung

Lokasinya berada di Trans Studio Bandung berada di Jl. Gatot Subroto No. 289, Bandung, Jawa Barat 40273. Telepon: 08998240236. Jam Operasional: 09.00-22.00 WIB. Tiket Masuk: Rp170.000,- (hari biasa) | Rp270.000,- (akhir pekan).

Uji Adrenalin di Salah Satu Roller Coaster Tercepat di Asia, Terbagi menjadi tiga area – Studio Central, Lost City, dan Magic Corner – Trans Studio Bandung merupakan taman hiburan dalam indoor terbesar di Indonesia. Wahana-wahana yang ada di sini umumnya mengikuti konsep acara-acara yang tayang di Trans TV. Ajak anak Anda belajar sains dengan cara yang menghibur sekaligus mendidik di Science Centre. Pastikan untuk mencoba naik salah satu roller coaster tercepat di Asia, yang bisa mencapai kecepatan 120 km/jam dalam 3,5 detik! Dan tentu saja Anda tak boleh melewatkan pawai jenaka yang melintasi jalanan Studio Central setiap harinya.

Kalau sudah lelah bermain di Trans Studio Bandung, Anda dapat lanjut berbelanja atau makan di Trans Studio Mall yang lokasinya tepat di bawah taman hiburan ini. Atau ingin menghabiskan malam dengan menginap di hotel mewah? Masih di area yang sama terdapat The Trans Luxury Hotel, satu-satunya hotel berbintang 5 di Bandung.

Baca artikel selanjutnya tetang Objek Wisata Air Terjun di Bandung Yang Mempesona. Mungkin itu saja ulasan tentang Tempat Wisata di Bandung yang Paling Favorit.

Terima kasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat!

Minggu, 14 Agustus 2016

Objek Wisata Pantai Karang Tirta Pangandaran

Objek Wisata Pantai Karang Tirta, Pangandaran


Pantai Karang Tirta
Pantai Karang Tirta

Wisata Pangandaran Jawa Barat │ Satu lagi yang bisa dikunjungi di kawasan Pantai Pangandaran adalah Objek Wisata Pantai Karang Tirta Pangandaran. Lokasi wisata pantai ini terletak di sebelah selatan Pantai Pangandaran dengan jarak tempuh yang dilalui kira-kira 8 KM, yang berada di sebelah kiri dari jalan raya jalur Pangandaran ke Cijulang, tepatnya berada di Desa Sukaresik Kec. Sidamulih Pangandaran, yaitu yang ke arah Pantai Batu Hiu belok ke kiri. Ada yang berbeda dari obyek wisata Karang tirta ini dari wisata lainnya yang berada di daerah selatan Pangandaran. Di sini sobat selain bisa menikmati suasana keindahan alam juga bisa melakukan rekreasi berupa bersampan, memancing serta berkemah. Adapun fasilitas yang ada hanya berupa kedai makanan, minuman serta pondok wisata.

Pada th. 2008, pantai ini telah dibangun Pintu Gerbang Wisata (dilengkapi Gazebo-4 buah) oleh Pemerintahan Kabupaten Ciamis melalui Disbudpar. Pantai ini juga memilik sedikit hutan, yang biasa disebut Leuweung Nusa, yang di dalamnya terdapat berbagai jenis tanaman sudah tumbuh dan ada di sana sejak dahulu. Pantai ini cocok jika dikembangkan menjadi tempat untuk kegiatan out bond, hal ini karena didukung oleh suasana wisata alam yang ada disekitarnya, seperti : muara, kolam, sungai,  delta, hutan, sawah,  dan lainya.

Di Pantai Karang Tirta ini sobat bisa melakukan aktifitas seperti berenang, bermain perahu, kemping, menjala ikan, memancing, mencari taritip (semacam seafood), juga bisa mencoba membuat gula langsung dari kelapa (wisata agro), belajar membuat opak asli buatan Cipari, ataupun belajar untuk nari ronggeng, menyaksikan pembuatan wayang golek (wisata Budaya), serta bisa juga mencicipi makanan khas yaitu Pindang Gunung yaitu sejenis sup lauk (Wisata Kuliner).

Untuk tiket masuk ke obyek wisata Pantai Karang Tirta Pangandaran ini, cukup murah hanya diantaranya kalau per orang dengan tarif hanya Rp. 3.000,- , per motor hanya Rp. 6.000,- , kendaraan kecil (pribadi) hanya Rp. 30.000,-, atau untuk rombongan dengan kendaraan bus pariwisata dengan tarif  Rp. 60.000,- .

Obyek wisata pantai juga sudah menyediakan penginapan sederhana. Biasanya, jika kondisi ramai (Liburan) biasanya sampai-sampai banyak rumah pendudukpun bisa dijadikan tempat penginapan, dengan harga yang sangat terjangkau dikisaran Rp. 300.000,- per losmen/rumah 24 jam. Masalah makanan? di tempat ini banyak sekali restorant musiman menyesesuai dengan kondisi liburan.

Untuk daya tarik Pantai Karang Tirta Pangandaran ini selain memiliki suasana lautnya yang tenang, juga dengan pantai yang landai, luas sehingga sobat bisa bersantai di pesisir pantai ini. Selain itu, obyek wisata ini mirip dengan bengawan, dimana arus air laut yang tenang, tidak berkarang sehingga banyak pengunjung yang menyengaja mencari kerang-kerang kecil, ikan-ikan kecil, atau kepiting rajungan dan umang mungkin hanya untuk sekedar kesenangan dan bersantai saja.

Terima kasih atas kunjungannya!

***
Pantai Karang Tirta



Sabtu, 06 Agustus 2016

Objek Wisata Museum di Kota Bogor

Objek Wisata Museum di Kota Bogor


Wisata Bogor Jawa Barat │ Kalau ditanya tentang seputar objek wisata di Bogor, biasanya akan mengarah ke Kebun Raya Bogor, Puncak, atau mungkin Highland Park. perlu diketahui bahwa tempat wisata di Bogor yang keren, tentu tidak hanya tempat‐tempat itu saja. Di Kota Bogor ini ternyata ada beberapa museum yang sangat menarik. Coba ada yang tau apakah itu?.


Patung Jenderal Sudirman dan Supriyadi di Pintu Masuk
Patung Jenderal Sudirman dan Supriyadi di Pintu Masuk

1. Museum Peta Bogor

Museum Peta Bogor ini yang lokasinya beralamat di Jl. Jenderal Sudirman gedung, No.35. Telp : (0251) 332768. Museum ini berdiri ditahun 1745 oleh tentara Knil dengan gaya arsitektur bangunan Eropa (Inggris). Pembangunan monumen dan Museum PETA (Pembela Tanah Air) atas prakarsa dari YAPETA (Yayasan Pembela Tanah Air) yang mempunyai tujuan untuk memberikan penghargaan kepada mantan tentara PETA dan kontribusi pada pendirian bangsa dan negara indonesia. Disamping itu untuk persiapan dalam mengisi kemerdekaan setelahnya. Persiapan pendirian museum ini telah dimulai pada tanggal 14 Nopember 1993 dengan peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Wakil Presiden RI, yang juga sesepuh YAPETA, yaitu Bapak Umar Wirahadikusumah. Museum ini sebelumnya membaur dengan komplek zeni.

Akses Menuju Tempat : Dari Stasiun Kota Bogor : Naik Angkutan 03(BS‐Bubulak), turun di pertigaan Jalak Harupat selanjutnya menyebrang & naik angkutan umum No. 12(Pasar Anyar‐Taman Cimanggu), turun di depan museum. Dari Terminal Baranangsiang Bogor : Naik angkutan kota dari terminal Baranangsiang(BS) nomer 03(BS‐Bubulak), turun di pertigaan Jalak Harupat selanjutnya menyebrang & naik angkutan umum No. 12(Pasar Anyar‐Taman Cimanggu), turun di depan museum. Lokasi peta Museum Peta Bogor dibawah ini:


Gedung ini diresmikan sebagai salah satu Museum yang didedikasikan khusus untuk para prajurit PETA pada tanggal 18 Desember 1995 oleh H. M. Soeharto (Presiden RI ke II) juga sebagai mantan Perwira PETA angkatan I. Lokasi gedung ini terletak sekitar 700 meter dari Istana Bogor. pada tahun 1943 gedung ini juga digunakan sebagai pusat pelatihan pasukan tanah air (masih di bawah Jepang). Akan tetapi di kemudian harinya , pasukan PETA mengadakan perlawanan ke pihak jepang . dan PETA ini yang akhirnya menjadi salah satu cikal bakal satuan yang bersatu membentuk BKR terus menjadi TKR serta menjadi TNI.

Tentara Peta merupakan tentara kebangsaan yang dipersiapkan untuk menjadi tentara kebangsaan Negara Indonesia Merdeka. Di Bogor inilah pertama kali diselenggarakan pembentukan taruna‐taruna yang setelahnya melahirkan perwira-perwira Tentara Sukarela Pembela Tanah Air, Tentara Kebangsaan Republik Indonesia. Ditempat inilah dibangkitkan jiwa keprajuritan kebangsaan Indonesia yang mampu menggerakan setiap perwira Tentara Sukarela Pembela Tanah Air untuk dikemudian hari berperan didalam sebuah gerakan persiapan Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia sampai pada pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) yaitu yang menjadi cikal bakal Tentara Indonesia.

Dahulu Kota Bogor yang telah menjadi pusat latihan tentara yang bernama Jawa Boei Giyugun Kanbu Kyo Iku Tai (Pusat Pendidikan Perwira Tentara Sukarela Pembela Tanah Air di Jawa). Selanjutnya pada tanggal 19 Oktober 1995, melalui adanya surat keputusan DPRD Kotamadya Tingkat II Bogor Nomor.3/kep/DPRD/1995 isi dari surat tersebut adalah menetapkan Bogor sebagai Kota Pembela Tanah Air (PETA). Hal inilah yang mengukuhkan Kota Bogor sebagai bumi keprajuritan yang banyak melahirkan perwira‐perwira tangguh, yang berperan besar dalam gerakan persiapan menuju kemerdekaan bangsa Indonesia.

Koleksi Museum

Seperti hal umumnya pada museum sejarah, penyajiannya berbentuk diorama. Museum Peta mempunyai 14 diorama yg menceritakan berkaitan histori pembentukan tentara Peta & sekian banyak kontribusinya dalam proses pergerakan kebangsaan buat mencapai kemerdekaan. Terhadap tanggal 3 Oktober 1943 bertempat dibekas Kesatriaan tentara KNIL/Belanda, Pabaton Bogor, saat ini jadi Jl. Jend. Sudirman dijadikan yang merupakan lokasi diselenggarakannya pendidikan Perwira Tentara Sukarela Pembela Tanah Air.

Koleksi yg ada di Museum Peta, terdiri atas : Relief/Monumen, yg menceritakan dari awal terbentuknya tentara PETA & terjadinya pertempuran tentara PETA melawan Penjajah. Koleksi patung, perlengkapan perang, meriam, & senjata yang lain.


2. Museum Perjuangan Bogor

Museum perjuangan Bogor didirikan lewat musyawarah para tokoh Pejuang Karesidenan Bogor yg meliputi Kota & Kab Bogor, Sukabumi, Cianjur & Depok. Diprakasai & diresmikan oleh Mayor Ishak Djuarsah PEKUMIL. Daerah Res. INF. 8 Suryakancana Devisi III Siliwangi, terhadap tanggal 10 November 1957. Pendirian museum dmaksudkan buat mewariskan semangat & jiwa juang pula nilai – nilai '45 terhadap generasi waktu ini & yg mendatang.

Alamat Lokasi Museum : Jl. Jalan Merdeka No.56, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor 16124 Koordinat : 6° 35' 35" S, 106° 47' 16" E Telpon : (0251) 8326377, Fax (0251) 8326377. Akses Menuju Ruang : Dari Stasiun Kota Bogor : Naik angkutan kota nomer 03(BS‐Bubulak), turun di pertigaan merdeka(depan bank Mandiri). Setelah Itu naik angkutan umum No. 02(Sukasari‐Bubulak), turun di depan museum Perjuangan. Dari Terminal Baranangsiang Bogor : Naik angkutan umum dari stasiun Bogor No. 02(Sukasari‐Bubulak), turun di depan museum Perjuangan. Peta lokasi Museum Perjuangan Bogor dibawah ini :


Gedung yg dipakai juga sebagai museum, pada awal mulanya yakni milik satu orang entrepreneur Belanda yg bernama Wilhelm Gustaf Wissner. Dibangun kepada thn 1879 yg terhadap awalnya dimanfaatkan yang merupakan gudang ekspor komoditas pertanian sebelum dikirim ke negara‐negeri di Eropa


Pada periode pergerakan gedung ini dipakai oleh PARINDRA terhadap thn 1935 bersama nama gedung PERSAUDARAAN, & diperlukan yang merupakan ruang gerakan pemuda di bawah panji‐panji Kepanduan Indonesia adalah Pandu Suryawirawan. Terhadap th 1942 dipakai yang merupakan gudang tentara Jepang buat menaruh barang –mbarang milik interniran Belanda, selanjutnya dipakai utk menyongsong & mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia terhadap th 1945.

Diantara thn 1945‐1950 dipergunakan oleh KNI Karesidenan Bogor, Gelora Rakyat, Dewan Pertahanan Karesidenan Bogor, Call Sigen RRI Perjuangan Karesidenan Bogor, GABSI Cab. Bogor, & Kantor Pemerintah sementara Kab Bogor. Terhadap thn 1052‐1958 dipunyai & dihuni oleh Umar Badan Intelijen Negara Usman Albawahab .Baru terhadap tanggal 20 Mei 1958 gedung ini dihibahkan dari pemiliknya yg terakhir merupakan Umar Badan Intelijen Negara Usman Albawahab jadi Museum Perjuangan Bogor.

Koleksi Museum

Koleksi museum terdiri atas macam‐macam senapan yg difungsikan para pejuang waktu merebut kemerdekaan, pun terdapat senapan hasil rampasan pertempuran di daerah Bogor & sekitarnya. Tidak Cuma itu, museum ini pun mempunyai koleksi baju pejuang yg sebahagian diantaranya mempunyai noda darah asli.

3. Museum Zoologi


Museum Zoologi
Museum Zoologi

Museum zoologi Bogor didirikan oleh Dr. J.C. Koningsberger terhadap bln Agustus 1894. Museum Zoologi Bogor mulanya hanyalah suatu laboratorium mungil di segi Kebun Raya Bogor (dahulu bernama Lands Plantentuin).

Akses ke Museum zoologi Bogor yaitu sobat bisa dari arah Stasiun Kota Bogor : Naik angkutan kota dari stasiun Bogor No. 02(Sukasari‐ Bubulak), turun di depan museum zoologi. Dari Terminal Baranangsiang Bogor : Naik angkutan kota No. 03(BS‐Bubulak), turun di pertigaan merdeka(depan bank Mandiri). Seterusnya naik angkutan umum No. 02(Sukasari‐Bubulak), turun di depan museum zoologi. Selengkapnya bisa dilihat pada peta dibawah ini :



Diwaktu didirikan tahun 1894, laboratorium ini diawaki segelintir ilmuwan yg ditugasi meneliti hama serangga terhadap tanaman. Namun setelah itu MZB berevolusi jadi Instansi kelas dunia. Museum seluas 1.500 m2 ini yaitu pameran ilmiah dari bermacam kategori fauna Indonesia. Jumlah binatang yg dipamerkan di museum ini kurang lebih 2.000 type yg disajikan dalam lebih kurang 75 kotak & 60 vitrine.

Koleksi museum antara lain terdiri dari bermacam‐macam offset binatang yg ada di indonesia, serta terdapat kerangka ikan paus biru "balanoptera musculus" paling besar di Indonesia. Keterangan : Buka : Tiap-tiap hri Sabtu‐Kamis, dari 08.00 hingga 16.00. Hri Jumat : Buka hingga sebelum shalat Jum'at. Karcis Masuk : dgn Karcis Kebun Raya Bogor telah termasuk juga kupon masuk Museum Zoologi Bogor. Alamat : Jl. Ir. H. Juanda No. 9 Bogor, jabar. Telp : (0251) 8322226

4. Museum Tanah

Bagi yg perdana kali mendengarnya bisa jadi terdengar asing & tak lazim. Museum Tanah? Museum yg terbuat dari tanah? atau museum yg isinya tanah? Ya, itu yakni pertanyaan‐pertanyaan lazim yg biasa ditanyakan oleh mereka yg belum tahu, termasuk juga aku sebelum berkunjung ke sini.

Berawal dari didirikannya "Laboratorium voor Agrogeologie en Grond Onderzoek" yang merupakan sektor dari Lands Plantentuin (Kebun Raya Bogor) oleh pemerintah Belanda terhadap th 1905 , yg seterusnya jadi jadi Bodemkundig Instituut Thn 1942, terhadap periode penjajahan Jepang, beralih nama jadi Dozyoobu & disaat Negeri Republik Indonesia baru saja diproklamirkan, nama Bodemkundig Instituut kembali dipakai.

Tahun 1950 nomenklaturnya jadi Balai Penyelidikan Tanah, & thn 1961 jadi Instansi Penyelidikan Tanah. Setahun setelah itu(1962), namanya beralih lagi jadi Dinas Penyelidikan Tanah & Pemupukan. Seterusnya jadi Instansi Penelitian Tanah pd thn 1976, & jadi Pusat Penelitian Tanah
pd th 1981.

Pada thn 1990 mandat penelitian diperluas ke sektor agroklimatologi. Konsekuensinya, nama institusi ini dirubah jadi Pusat Penelitian Tanah & Agroklimat (Puslittanak). Sesudah Otonomi Daerah, adalah pada th 2001 nama ini beralih lagi jadi Pusat Penelitian & Pengembangan Tanah & Agroklimat (Puslitbangtanak). Kepada thn 2002 Puslitbangtanak memiliki tiga balai penelitian. Salah satunya yaitu Balai Penelitian Tanah (Balittanah). 

Balai Penelitian Tanah (Balittanah) bertugas laksanakan penelitian utk membuahkan tehnologi & kabar sumberdaya & pengelolaan tanah juga
memberikan layanan dalam sektor analisis tanah, air, tanaman, & pupuk,
pemetaan, analisis data penginderaan jauh (inderaja), layanan basis data tabular & spasial (memakai GIS), juga beraneka ragam layanan lain yg berhubungan bersama kabar & tehnologi pengelolaan tanah.

Sejak tanggal 29 September 1988, Balai Penelitian Tanah meresmikan pendirian
Museum Tanah yg bekerja sama bersama International Soil Reference and Information Centre (ISRIC) Wageningen Belanda. Museum Tanah ialah lokasi menaruh model/contoh tanah sbg koleksi bermacam macam tanah di Indonesia bersama tujuan yang merupakan sumber kabar dalam faktor sumberdaya tanah bagi beri dukungan pembangunan pertanian.

Koleksi Museum Tanah

Koleksi Museum Tanah terdiri atas macam‐macam tanah yg disajikan dalam ukuran mungil berupa makromonolit, macam‐macam batuan, contoh‐sample pupuk, piranti uji tanah, peta‐peta, maket, sarana survei tanah. Koleksi museum Tanah dibagi dalam 6 sektor, merupakan : monolit, batuan, peralatan survey, tehnologi pengolahan tanah, peta‐peta & berita lain.

Lokasi Alamat Museum Tanah di Jalan Ir. H. Juanda no.98, Bogor 16123 Koordinat : 6° 36' 13" S, 106° 47' 53" E Telephone : (0251) 8336757 – 8321608. Selengkapnya bisa dilihat pada peta dibawah ini :



5. Museum Etnobotani

A. Letak Geografis

Museum Etnobotani Indonesia terletak ditengah kota Bogor gabung dgn gedung Herbarium Bogoriense, tepatnya berada di jalan Ir. H. Juanda no 22‐24, telpon : (0251) ‐ 8322035 Faks : (0251)‐ 8336538. Jam Buka : Senin – Jumat, pukul 08.00‐16.00 Tutup : Sabtu, Pekan & hri gede libur.
Kupon : Rupiah 3.000,00.

Akses Menuju lokasi : Dari Stasiun Kota Bogor : Naik angkot 02.Suksasari turun di museum etnobotani. Dari Terminal Baranangsiang Bogor : Naik angkot 03, turun di istana bogor. naik angkot 02 turun di museum etnobotani. Selengkapnya bisa dilihat pada peta dibawah ini :


B. Pengertian Etnobotani

Istilah Etnobotani dikenalkan di Indonesia kira kira th 1895 oleh seseorang Antropologi Amerika bernama Harshberger yg mencakup wawasan mengenai jenis‐type tumbuhan yg diperlukan yang merupakan bahan makanan, baju, bangunan, pekakas, obat‐obatan & sesaji dalam upacara kebiasaan & lain‐lain. Etnobotani dengan cara etimologi berasal dari kata “etno” yg berarti bangsa & “botani” ilmu yg menggali ilmu tumbuh‐tumbuhan. Menjadi, Etnobotani yakni sebuah ilmu yg mencari ilmu pertalian antara tumbuh‐tumbuhan yg difungsikan oleh suku/bangsa tertentu atau masyarakat original buat kebutuhan hidup sehari‐hri.

Histori Singkat Museum Etnobotani Indonesia Ide buat mendirikan Museum Etnobotani (MEI) mula‐mula dicetuskan oleh Prof. Sarwono Prawirohardjo, yg kala itu menjabat yang merupakan Ketua Majelis Ilmu Wawasan Indonesia (MIPI) waktu ini Instansi Ilmu Wawasan Indonesia ( Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), bertepatan bersama peletakan batu mula-mula pembangunan Herbarium Bogoriense terhadap thn 1962. Konsep tersebut dimantapkan kembali disaat Dr. Setiaji Sastrapraja yg menjabat juga sebagai Direktur Instansi Biologi Nasional (LBN) kepada thn 1975 mengadakan jumpa bersama para tokoh permuseuman, ahli ilmu sosial, kemasrakatan & antrofologi pun pakar‐pakar botani.

Koleksi aretefakta dikumpulkan dari bermacam macam daerah di Indonesia oleh para peneliti yg khususnya dari Dinas Biologi Nasional atau Puslit Biologi waktu ini.

Sesudah lewat proses yg panjang, Museum Etnobotani terwujud & diresmikan oleh Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie terhadap tanggal 18 Mei 1982 yg bertepatan dgn hri ulang thn Kebun Raya Indonesia di Bogor yg ke 165.

Tugas dan Fungsi Museum Etnobotani Indonesia

Pekerjaan & fungsi Museum Etnobotani Indonesia ialah :
  1. Melestasrikan kekayaan Pemanfaatan Tumbuhan oleh suku bangsa atau Warga ori di Indonesia. 
  2. Yang Merupakan media Berita kira kira lokasi 2 lingkup Etnobotani.
Tidak kurang dari 1700 koleksi yg ada di Museum Etnobotani Indonesia, termasuk juga didalamnya puluhan ribu koleksi contoh tanaman dalam botol yg tidak barangkali admin
jelaskan satu persatu. Tiga ribu rp yang merupakan harga kupon masuk, sungguh nilai
yg tak sebanding bersama sejumlah wawasan yg kita temukan disaat berkunjung.

Saran untuk sobat semua, singgahlah ke museum ini kala sobat berkunjung ke Bogor, bagi yang sudah berkeluarga dan memiliki putra‐putri, bawalah mereka kemari. Saya yakin mereka akan kagum dan bangga terlahir sebagai anak Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayati dan budaya.

Terima kasih atas kunjungannya, Demikian ulasan tempat wisata di Bogor yaitu beberapa musesum di Kota Bogor, semoga bisa menjadi alternatif untuk berwisata di Kota Bogor dengan budget murah serta mendapat wawasan dan pengetahuan baru. Selamat berlibur.

Terima kasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat!.