Tampilkan postingan dengan label Bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bandung. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 September 2016

Objek WIsata Gunung Tangkuban Parahu Jawa Barat

Objek Wisata Gunung Tangkuban Parahu Jawa Barat


Objek WIsata Gunung Tangkuban Parahu Jawa Barat


Wisata Bandung Jawa Barat │ Gunung Tangkuban Perahu merupakan sebuah gunung aktif di Bandung Utara, tepatnya di Cikole, Lembang, atau sekitar 20 km dari pusat kota Bandung. Letusan terakhir gunung ini tercatat pada tahun 2013 namun meski begitu, gunung ini masih relatif aman untuk dikunjungi. Beberapa tanda aktifnya gunung ini adalah adanya gas belerang dan juga sumber air panas yang mengalir di kaki gunung, misalnya di Ciater. Jika berkunjung ke gunung ini, Anda sangat disarankan membawa masker penutup mulut untuk menghindari bau gas belerang yang tajam.

Tangkuban Parahu atau Gunung Tangkuban Perahu adalah salah satu gunung yang terletak di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung, dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh di sekitarnya, Gunung Tangkuban Perahu mempunyai ketinggian setinggi 2.084 meter. Bentuk gunung ini adalah Stratovulcano dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat. Jenis batuan yang dikeluarkan melalui letusan kebanyakan adalah lava dan sulfur, mineral yang dikeluarkan adalah sulfur belerang, mineral yang dikeluarkan saat gunung tidak aktif adalah uap belerang. Daerah Gunung Tangkuban Perahu dikelola oleh Perum Perhutanan. Suhu rata-rata hariannya adalah 17 oC pada siang hari dan 2 oC pada malam hari.

Daerah kawasan wisata Gunung Tangkuban Perahu dikelola oleh Perum Perhutanan. Tingkat suhu rata-rata pada setiap harinya adalah sekitar 17 derajat celcius pada waktu siang hari dan bersuhu sekitar 2 derajat celcius pada malam hari. Gunung Tangkuban Parahu juga memiliki kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Montane, hutan Dipterokarp Atas, serta Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Gunung Tangkuban Perahu memiliki ketinggian 2.084 di atas permukaan laut atau sekitar 6.873 kaki. Suhu di gunung ini adalah 17 derajat Celcius pada siang hari dan dapat mencapai 2 derajat Celcius pada malam hari. Karena suhunya yang dingin, pada saat berkunjung ke tempat wisata ini jangan lupa untuk membawa sweater dan jaket Anda.

Indahnya Wisata Gunung Tangkuban Parahu yang menjadi tujuan wisata populer di kawasan Bandung dan sekitarnya ini memiliki banyak sekali peminat baik itu wisatawan lokal maupun asing. Selain karena namanya yang sudah tersohor karena legenda Sangkuriang, Gunung Tangkuban Perahu memanglah tempat wisata di Bandung yang sangat Indah sekali.Gunung Tangkuban Perahu merupakan salah satu gunung yang berada di Provinsi Jawa Barat, Pulau Jawa, Indonesia.

Tak seperti gunung berapi lainnya, puncak Gunung Tangkuban Perahu ini berbentuk memanjang dan mirip sebuah perahu yang terbalik. Pada lereng gunung juga terdapat hamparan perkebunan teh yang membuat Anda ingin berlama-lama menikmati keindahannya.

Bentuk dari gunung ini adalah Stratovulcano dengan memiliki pusat erupsi yang selalu berpindah dari timur ke barat. Jenis dari bebatuan yang dikeluarkan melewati letusan dari gunung ini kebanyakan adalah lava dan sulfur, mineral yang banyak dikeluarkan adalah seperti sulfur belerang, mineral yang dikeluarkan pada waktu gunung sedang tidak aktif adalah uap belerang.

Gunung Tangkuban Perahu mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung. Jika dilihat dari kejauhan, Gunung Tangkuban Perahu memang berbentuk mirip dengan perahu yang terbalik. Letusan gunung yang terjadi menyebabkan munculnya kawah-kawah di sekitar gunung ini. Dari beberapa kawah yang dimiliki, ada tiga kawah yang paling terkenal di Gunung Tangkuban Perahu antara lain: Kawah Upas, Kawah Domas, dan Kawah Ratu.

Tempat wisata yang satu ini juga seringkali dijadikan lokasi pemotretan untuk foto prewedding, iklan komersil dan juga pengambilan gambar untuk film. Jika Anda belum puas menikmati keindahan Gunung Tangkuban Perahu dalam satu hari, Anda juga bisa bermalam dan melanjutkan keesokan harinya. Di sekitar gunung ini banyak terdapat hotel yang bisa Anda gunakan untuk menginap, mulai dari yang mengenakan tarif terjangkau sampai hotel mahal dengan kualitas pelayanan terbaik.

Legenda Gunung Tangkuban Parahu

Asal-usul Gunung Tangkuban Perahu dikaitkan dengan legenda Sangkuriang, yang dikisahkan jatuh cinta kepada ibunya, Dayang Sumbi/Rarasati. Untuk menggagalkan niat anaknya menikahinya, Dayang Sumbi mengajukan syarat supaya Sangkuriang membuat sebuah telaga dan sebuah perahu dalam semalam. Ketika usahanya gagal, Sangkuriang marah dan menendang perahu itu sehingga mendarat dalam keadaan terbalik. Perahu inilah yang kemudian membentuk Gunung Tangkuban Parahu.

Sangkuriang dan Dayang Sumbi

Diceritakan pada zaman dahulu kala, hidup seorang perempuan yang cantik jelita bernama Dayang Sumbi. Kecantikan Dayang Sumbi sudah diketahui oleh banyak orang. Dayang Sumbi hidup berdua dengan anaknya yang bernama Sangkuriang di sebuah hutan belantara. Dayang Sumbi sangat menyayangi Sangkuriang dan mereka hidup bahagia bersama seekor anjing kesayangannya, si Tumang, yang sebenarnya adalah ayah dari Sangkuriang.

Suatu hari, Sangkuriang membuat sebuah kesalahan. Sangkuriang pergi berburu rusa bersama si Tumang. Sampai sore hari, Sangkuriang tidak mendapatkan rusa seekor pun. Sangkuriang takut akan mengecewakan ibunya. Akhirnya, ia memutuskan untuk membunuh si Tumang dan membawa dagingnya pulang ke rumah.

Di rumah, Dayang Sumbi segera memasak daging yang dibawa anaknya pulang. Setelah makan, barulah ia menyadari ketidakberadaan si Tumang. Sangkuriang akhirnya mengaku bahwa daging yang mereka makan adalah si Tumang. Dayang Sumbi luar biasa marah pada Sangkuriang. Ia melemparkan sebuah batu sampai mengenai kepala anaknya dan mengusirnya pergi.

Dayang Sumbi kemudian menyesal telah mengusir anak kesayangannya. Kemudian ia berdoa agar diberi umur yang panjang dan awet muda agar bisa bertemu dengan anaknya kembali. Setelah beberapa tahun, mereka berdua bertemu kembali. Dayang Sumbi masih muda dan semakin cantik, sedangkan Sangkuriang telah tumbuh dewasa dan tampan. Singkat cerita, mereka berdua jatuh cinta.

Pada suatu hari, Sangkuriang mengatakan ingin menikahi Dayang Sumbi. Di saat yang sama, perempuan itu melihat bekas luka di kepala Sangkuriang dan menyadari bahwa ia adalah anaknya yang telah lama pergi. Dayang Sumbi kemudian mencari cara agar mereka tak jadi menikah.

Setelah meminta petunjuk, Dayang Sumbi kemudian mengajukan syarat pada Sangkuriang. Pemuda itu harus bisa membuat danau dan perahu dalam semalam agar keesokan harinya mereka bisa berkeliling danau berdua.

Menjelang pagi, danau dan perahu yang dibuat Sangkuriang hampir selesai, Dayang Sumbi pun khawatir dan berdoa agar matahari segera terbit. Doanya terkabul, matahari terbit dan Sangkuriang belum berhasil menyelesaikan perahunya. Karena marah, Sangkuriang lantas menendang perahu setengah jadi tersebut ke tengah danau. Perahu mendarat dalam posisi terbalik. Perahu itulah yang kemudian disebut sebagai Gunung Tangkuban Perahu.

Rute Perjalanan & Aksesibilitas 

Berjarak sekitar 20 km menuju ke arah utara adalah Kota Bandung, dengan rimbun dan banyak pohon pinus serta hamparan hijau kebun teh yang ada di sekitarnya, Gunung Tangkuban Parahu memiliki ketinggian kurang lebihnya adalah sekitar 2.084 meter. Alamat Lengkap Gunung Tangkuban Perahu adalah Gunung Tangkuban Parahu, Sukajaya, Lembang, Bandung Barat 40391, Jawa Barat, Pulau Jawa, Indonesia.

Rute jalan untuk dapat sampai di kawasan obyek wisata Gunung Tangkuban perahu dapat melewati pintu tol Pasteur, lali dilanjutkan menuju ke Jl. Dr. Djunjunan – lanjut lagi dengan berjalan ke Pasirkaliki – kemudian melewati Sukajadi – Setiabudi – Lembang lalu Anda akan sampai ke lokasi Wisata Gunung Tangkuban parahu (Gerbang bagian Atas).

Bila Anda keluar dari pintu tol Padalarang (lewat Cipularang), mengambil arah menuju ke Cimahi belok ke arah kiri dan melalui Jl. Kolonel Masturi, lalu mengikuti jalan Kolonel Masturi sampai pada (melalui kawasan kecamatan Cisarua dan kecamatan Parongpong, Kab. Bandung Barat), pada waktu sudah pada pertigaan Jl. Raya Lembang, lanjutkan dengan memilih jalan belok kiri dan terus saja mengikuti jalan dan melewati markas Brimob dll. Pada waktu Anda sudah melewati plang Tahu Tauhid yang berada di sebelah kiri maka sekitar 200 meter lagi Anda akan sampai di Gerbang akses menuju ke wisata kawah Gunung Tangkuban Perahu.

Itulah sedikit ulasan artikel tentang Objek Wisata Gunung Tangkuban Parahu Jawa Barat. Semoga bermanfaat.

Terima kasih !

Jumat, 16 September 2016

Objek Wisata Kawah Putih Ciwidey Bandung Jawa Barat

Objek Wisata Kawah Putih Ciwidey Bandung Jawa Barat

Objek Wisata Kawah Putih Ciwidey Bandung Jawa Barat

Wisata Bandung Jawa Barat │ Objek wisata Kawah Putih Bandung terletak di daerah Bandung selatan. Dikelilingi oleh kebun teh Walini yang indah dan terawat, disertai dengan suasana yang tenang dan segar amat memikat siapapun yang berlibur ke daerah ini. Kawah putih sendiri merupakan kawah bekas letusan gunung patuha di sekitar abad 10.

Kawah putih Ciwidey atau kawah putih di Bandung tentu sudah tidak asing lagi. Hal itu dikarenakan tempat wisata ini merupakan salah satu destinasi wisata ketika sedang mengunjungi Bandung. Bisa dikatakan jika Bandung merupakan salah satu kota besar yang sering dijadikan sebagai tujuan wisata seperti kota Jakarta dan juga Yogyakarta. Selama ini Bandung menyimpan banyak sekali potensi tempat wisata misalnya mulai dari wisata sejarah, budaya, wisata alam dan juga wisata buatan lainnya. Selain Trans Studio Bandung yang sangat fenomenal, Bandung memiliki wisata alam yang keren dan legendaris yaitu Kawah Putih Ciwidey. Berwisata di tempat ini akan memberikan pengalaman liburan yang mengesankan dan tidak terlupakan. Bagi anda yang ingin berkunjung kesini alangkah baiknya anda mengetahui berbagai macam informasi tentang Kawah Putih ini.

Pada mulanya, area kawah putih dikenal sebagai area angker oleh masyarakat setempat. Namun seorang ahli berkebangsaan belanda, Dr. Franz Wilhelm Junghuhn, pada tahun 1837 menyelidiki tempat ini dan menemukan adanya kawah berwarna putih dan indah. Sejak saat itulah area kawah putih mulai dikenal. Dimuali tahun 1087, area ini dikelola oleh pemerintah menjadi Tempat Wisata Kawah Putih Ciwidey Bandung.


1. Sejarah  Kawah Putih Ciwidey

Letusan hebat oleh Gunung Patuha pada abad ke 10 membuat banyak orang beranggapan bahwa lokasi ini adalah kawasan angker karena setiap burung yang terbang melewati kawasan tersebut akan mati. Karena kepercayaan tersebut, tidak ada orang yang berani mendekati kawasan ini sampai akhirnya pada tahun 1837 ada seorang ahli bernama Dr. Franz Wilhelm Junghuhn yang memutuskan untuk pergi ke puncak Gunung Patuha demi ilmu pengetahuan.

Dr. Franz Wilhelm Junghuhn berhasil mencapai puncak Gunung Patuha dan dari sana ia melihat ada sebuah danau berwarna putih dengan bau belerang yang menyegat. Sejak itu, keberadaan Kawah Putih menjadi terkenal dan pada tahun 1987 pemerintah mulai mengembangkan Kawah Putih sebagai tempat wisata.

2. Jam buka Kawah Putih Ciwidey

Tempat wisata Kawah Putih Ciwidey Bandung buka setiap hari pukul 7 pagi sampai dengan pukul 5 sore. Oleh sebab itu wisatawan yang ingin berkunjung ke Kawah Putih harus sesuai dengan jamnya. Selain itu jangan datang ke kawasan ini saat hujan, sebab saat hujan berbagai macam kondisi bisa terjadi sehingga dataglah saat cuaca sedang cerah dan bersahabat. 

3. Harga tiket masuk Kawah Putih Ciwidey

Harga tiket masuk Kawah Putih pada hari biasa dan hari libur serta akhir pekan sama yaitu Rp. 15.000 / orang, untuk tarif kendaraan adalah :

Parkir atas kendaraan Anda sampai dengan lokasi kawah (mobil)  Rp.150.000,- Parkir atas (motor) Rp. 35.000,- Ontang-anting Rp. 13.000,- Parkir bawah memarkir kendaraan Anda di gerbang masuk kemudian Anda dapat naik ontang-anting untuk menuju kawah. (mobil) Rp. 6.000,- (motor) Rp. 5.000,- Parkir bawah (bus) Rp. 25.000,-

Ontang-anting berasal dari bahasa Sunda yang berarti ‘mondar mandir’ dan merupakan sebutan bagi kendaraan khas Kawah Putih Ciwidey. Kendaraan ini berupa mini bus yang telah dimodifikasi menjadi terbuka dan dilengkapi dengan pengaman. Kapasitas maksimal untuk 1 ontang-anting adalah 12 orang, namun jangan kuatir tidak kebagian tempat karena ada banyak ontang anting beroperasi di kawasan ini.

4. Tips Berwisata Kawah Putih Ciwidey

Agar perjalanan wisata agar lebih nyaman, Perhatikanlah tips-tips berikut :
  • Suhu udara yang dingin bukan berarti Anda aman dari sengatan matahari, gunakan sunblock sebelum beraktifitas di Kawah Putih
  • Bila Anda tidak kuat dengan bau belerang, bawahlah masker
  • Bila tidak mempunyai masker, Anda dapat membelinya di lokasi
  • Jangan terlalu lama berada di kawah karena dapat membuat pernafasan Anda terganggu, 
  • Bila rombongan Anda terdiri dari sedikit orang, sebaiknya memarkir kendaraan di gerbang dan kemudian lanjut menggunakan ontang-anting karena lebih murah, 


5. Akses Menuju Lokasi

Untuk sampai di kawah putih pengunjung bisa menggunakan route perjalanan sebagai berikut: Pengunjung dari luar Bandung yang menggunnakan kendaraan roda empat dapat melewati jalur pintu Keluar Tol Kopo, melewati sayati dan dilanjutkan ke Soreang, dari soreang dilanjukan ke Ciwidey dan sampailah di lokasi kawah putih. Route alternatif bisa menggunakan jalur tol Buah Batu.

Sedangkan bagi wisatawan yang menggunakan kendaraan umum, akses ke kawah putih ditempuh dengan menggunakan jalur terminal Leuwi Panjang - dilanjutkan ke terminal Ciwidey - lokasi Kawah Putih

Rute Kawah Putih Ciwidey, Lokasi kawah putih ini ada di Jalan Raya Soreang Ciwidey. Lokasi wisata ini sekitar 25 km dari pusat kota Bandung, Jawa Barat. Untuk menuju ke lokasi wisata ini bisa ditempuh dengan sangat mudah. Untuk menuju kesini anda bisa menggunakan kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat dan juga mengguakan kendaraan umum. 

Kawah putih terletak di daerah Bandung selatan, setelah Ciwidey. Terletak kira-kira 50 KM dari pusat kota Bandung. Cara menuju kawah putih cukup mudah, dan banyak terdapat rambu menuju ke sini. Jika dari Jakarta, anda cukup masuk ke tol cipularang dan keluar di gerbang tol Kopo. Dari sana belok kanan menuju ke arah soreang – ciwidey – ciwidey selatan.

Jika menggunakan kendaraan umum, anda dapat menggunakan angkutan dari terminal leuwi panjang – terminal ciwidey, lalu disambung dengan angkot terminal ciwidey – situ patenggang, dan berhenti tepat di gerbang masuk kawah putih.

6. Wisata Kuliner Kawah Putih Ciwidey Bandung

Tidak akan lengkap jika Berlibur ke suatu tempat tidak diikuti dengan wisata kuliner yang khas. Kuliner merupakan hal wajib yang musti dilakukan, Begitupula saat berlibur di daerah Ciwidey ini, Berikut ini adalah kuliner khas Ciwidey Bandung yang patut untuk dicba :

Peuyeum

Peuyeum BandungSaat anda belibur ke Bandung atau di daerah Ciwidey, Bandung merupakan kota yang terkenal dengan peuyeumnya sehingga wisatawan tidak bisa dikatakan berlibur ke Bandung jika belum merasakan peuyeumnya. 

Bebek Unti

Bebek unti Makanan khas lainnya yang patut dicoba di dekat Kawah Putih adalah bebek unti. Lokasi rumah makan ini dekat sekali dengan lokasi kawah putih. Sama halnya dengan nama rumah makan tersebut, rumah makan satu ini menawarkan menu bebek goreng yang garing dan lembut. Tidak hanya itu saja, pengunjung yang ada disini bisa memesan gurame bakar yang lezat dan legit. Rumah makan ini merupakan rumah makan yang cocok dijadikan sebagai tempat makan keuarga terutama untuk anak-anak. Selain tempatnya yang luas, rumah makan ini memiliki pemandangan yang luar biasa.

Ubi Madu Cilembu

Makanan khas yang lain dan tidak boleh terlewatkan adalah ubi madu cilembu. yang harus diketahui adalah bahwa ubi madu tersebut asalnya dari daerah Cilembu Bandung. Daerah Ciwidey pun juga banyak yang menjual ubi madu ini. Dikatakan sebagai ubi madu dikarenakan rasanya yang sangat legit seperti rasa madu.

Bandrek Abah

Kota Bandung terkenal dengan cuacanya yang dingin. Karena hawanya yang sejuk tersebut ada beberapa minuman khas yang bisa digunakan untuk menghangatkan tubuh ketika berada disana, salah satunya adalah Bandrek Abah. Ketika berkunjung di Ciwidey jangan lupa untuk menyempatkan diri mencicipi minuman khas yang satu ini. Bandrek adalah minuman tradisional dari tanah Sunda. Rasanya yang hangat dan sedikit pedas membuat tenggorokan dan tubuh menjadi hangat. Salah satu Bandrek yang terkenal adalah Bandrek Abah. Bandrek ini sudah berdiir sejak tahun 1982 yang dibuat oleh almarhum kakek yang dulunya akrab dengan sebutan Abah. Komposisi bahan untuk membuat Bandrek semuanya alami yaitu gula aren, lada, jahe dan ditambahkan dengan rempah rempah lainnya.

Itulah berbagai macam informaasi tentang Kawah Putih Ciwidey Bandung semoga bermanfaat.

Terima Kasih




Kamis, 18 Agustus 2016

Objek Wisata Air Terjun di Bandung Yang Mempesona

Objek Wisata Air Terjun di Bandung Yang Mempesona

Wisata Bandung Jawa Barat │ Bandung adalah salah satu kota di Jawa Barat yang kaya akan tempat wisata alam dan ini dibuktikan dengan adanya spot wisata alam air terjun. Sobat tidak harus sampai bersusah payah ke tempat terpencil untuk dapat menikmati dan menyaksikan  keindahan curug-curug yang ada di Bandung. Air terjun ini tidaklah jauh dari pusat kota Bandung, tapi ada juga sih' yang lokasinya berada di luar kabupaten maupun kota Bandung serta merupakan air terjun yang asri di Indonesia.

Dari istilah yang biasa digunakan yaitu Curug, sebuah istilah dalam Bahasa Sunda yang artinya adalah air terjun. Di Bandung maupun daerah sekelilingnya yang merupakan gunung-gunung ada banyak objek wisata berupa air terjun.

Berikut ini adalah curug-curug atau air terjun yang mempesona di Bandung dan sekitarnya :

1. Curug Cimahi (Air Terjun Pelangi)

Curug Cimahi (Air Terjun Pelangi)
Curug Cimahi (Air Terjun Pelangi)

Lokasi curug ini berada di Jl. Kol Masturi - Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Curug Cimahi terletak sekitar 10 km di Utara Kota Bandung, tepatnya di kota Cimahi bisa Sobat temui setelah melalui jalan Sersan Bajuri ke arah Universitas Advent Indonesia menuju ke terminal Parongpong. Tinggi curug ini sekitar 75 meter. Salah satu curug yang sangat terjaga kebersihannya.

Dengan udara yang trasa adem, para pengunjung pasti akan menyukainya karena dengan suhunya antara 18 - 22 derajat Celsius, sehingga pengunjung akan merasa fress (seger banget). Jika sobat belum tau dimana lokasi air terjun satu ini, sebelum Dusun Bambu Bandung, maka jaraknya sekitar 2 kilometer.

Curug Cimahi atau bisa disebut juga sebagai Air Terjun Pelangi, jika sobat ingin menikmati panorama indah Curug Cimahi, maka sobat perlu menuju Jalan Kol. Masturi, yang berada di Kecamatan Cisarua, curug yang sudah terkenal dengan nama Air Terjun Pelangi ini bisa sobat temui sesudah lewat Jalan Sersan Bajuri dengan memilih arak ke terminal Parongpong.

Dengan ketinggiannya sekitar 1.050 meter kurang lebih di atas permukaan laut, air terjun ini sudah menjadi tempat wisata alam terfavorit di Bandung. Untuk mencapai lokasi ini, Sobat bisa melalui Jalan Lembang - Parongpong yang setelah itu dilanjutkan mengambil arah kiri ketika bertemu pertigaan besar tepat sebelum di kota Lembang.

Curug Cimahi buka setiap hari dari jam 8:00 WIB pagi sampai dengan malam hari pada jam 21:00 WIB. Tarif Tiket masuk hanya Rp. 12.000,- bila masuk sebelum jam 5 sore, sementara bagi yang datang di atas jam 5 sore ajan dikenakan Rp. 15.000,- saja.


2. Curug Dago

Curug Dago
Curug Dago
Bagi sobat yang bosan dengan arena permainan modern, tempat wisata air terjun ini boleh dicoba dulu. Tempat wisata alam Dago Pakar ini masih termasuk dalam Taman Hutan Raya Ir. H Djuanda atau sudah dikenali juga dengan nama Dago Pakar. Walau mungkin agak tersembunyi lokasinya dan lumayan juga jarak yang akan ditempuh di depan kampus UNPAD Dago, Curug Dago yang dengan ketinggiannya mencapai sekitar 800 meter di atas permukaan laut menawarkan panorama keindahan alam yang tidak akan ada habis-habisnya.

Lokasi curug ini berada di Kampung Curug Dago, Kecamatan Cidadap Bandung. Tempatnya sedikit tersembunyi, namun aksesnya dekat dengan Terminal Dago. Curug ini masuk dalam kawasan Taman Hutan Raya (THR) Djuanda. Diantara objek wisata di THR Djuanda, Curug dago ini paling jarang dikunjungi.

Asyiknya berada di sini karena terdapat pohon-pohon rimbun yang membuat suasana hutan menuju curug cukup gelap. Dari jalan utama, sebenarnya curug ini terbilang sangat dekat, apalagi dari terminal Dago. Hanya saja, kondisinya tidaklah sama dengan Dago Tea House atau Taman Budaya Provinsi Jawa Barat yang selalu dipadati pengunjung.

Curug Dago buka setiap hari dan bisa dikunjungi antara pagi sampai sore hari.
Pengunjung dikenakan biaya masuk Rp 8 ribu per kepala, sementara para wisatawan asing akan dikenakan sekitar Rp 30 ribu yang masih terbilang terjangkau.

Terletak di ketinggian sekitar 800 m di atas permukaan laut, Curug Dago juga menyimpan jejak sejarah bagi Kerajaan Thailand. Tak jauh dari lokasi air terjun, terdapat dua prasasti batu tulis peninggalan sekitar tahun 1818. Menurut para ahli sejarah, kedua prasasti tersebut konon merupakan peninggalan Raja Rama V (Raja Chulalonkorn) dan Raja Rama VII (Pradjathipok Pharaminthara) yang pernah berkunjung ke Curug Dago.


3. Curug Tilu Leuwi Opat

Curug Tilu Leuwi Opat
Curug Tilu Leuwi Opat

Pengambilan nama Curug Tilu sendiri diambil dari bahasa Sunda yang bermakna tiga, biasanya orang beranggapan bahwa curug ini memiliki 3 tingkatan air terjun sehingga dinamakan Curug Tilu. Curug ini memiliki lebar kurang lebih 2 meter dan tinggi 10 meter, Sobat akan mendapati sebuah kolam di bagian bawah curug dengan kedalamannya mencapai 3 meter. Apabila Sobat dari pusat kota Bandung, maka jarak yang harus ditempuh sekitar 20 kilometer dengan kisaran waktu perjalanan 2 jam. Untuk akses jalan yang memang terlalu sempit hanya akan mampu memuat kendaraan roda empat 1 arah. 

Tempat wisata lainnya untuk menghabiskan waktu liburan bersama keluarga selama di Bandung adalah Curug Tilu Leuwi Opat yang berlokasi di area wana wisata CIC atau Ciwangun Indah Camp. Memang tidak berada tepat di Bandung, namun tempat ini tidaklah jauh dari Bandung karena masih termasuk di daerah Lembang, tepatnya di kawasan Parongpong yang terbilang dekat dengan Villa Istana Bunga. Asyiknya, dalam perjalanan menuju ke air terjun ini, Anda dapat mengabadikan banyak air terjun kecil yang tingginya tidak sampai 3 meter.

Lokasi curug ini berada di Desa Gn Rahayu, Kec. Parongpong KBB. Pengunjung dikenakan biaya masuk sebesar Rp 7 ribu. Akomodasi dan fasilitas sangat memadai karena lokasi air terjun ini ada di dalam kawasan yang kerap dimanfaatkan untuk outbond keluarga.



4. Curug Maribaya

Curug Maribaya
Curug Maribaya

Curug omas adalah salah satu daya tarik dikawasan Maribaya. Curug Maribaya Terletak di Lembang, Sobat tidak boleh melewatkan air terjun satu ini. Bukan hanya pesona alam air terjunnya yang akan membuat hati Sobat meleleh, melainkan kolam air panas alami yang berada di area yang sama dan berasal dari Curug Maribaya sendiri juga akan membuat Sobat tambah terpesona. Lokasi curug ini berada di Desa Maribaya, Lembang Kab. Bandung Barat. 

Curug Maribaya buka dari pagi jam 8 sampai dengan jam 4 sore. Pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp 8 ribu per kepala untuk dapat menikmati kecantikan alam di Curug Maribaya. Pengunjung dewasa harus merogoh kocek sebesar Rp 5.500 dan anak-anak Rp 2.500 untuk dapat menikmati relaksasi berendam di kolam air panasnya. 

Penyediaan kolam air panas menambah kekhasan pada obyek wisata ini dan para wisatawan pun akan makin puas berlibur dan menghabiskan waktu di tempat ini dan cocok untuk tempat wisata honeymoon di bandung. Ada dua jenis kolam air panas yang disediakan, yakni kolam air panas umum dan pribadi. Kandungan mineral dengan kadar yang tinggi diyakini dapat menyembuhkan beberapa penyakit, jadi sangat layak dicoba untuk berendam di kolam ini. Wisata alam ini agak berbeda, namun akan memberikan kesegaran maksimal bagi tubuh dan pikiran para pengunjungnya. Nah, yang ini baru curug maribaya.



5. Curug Jompong

Curug Jompong
Curug Jompong
Curug Jompong Air terjun ini mungkin belum terlalu dikenali dan oleh karena itulah lokasi ini belum terlalu terjamah. Untuk dapat menikmati Curug Jompong dan segala keindahan di kawasan ini, datanglah langsung ke Soreang Kabupaten Bandung.

Lokasi curug ini berada di Jl. Balakasep Kaler, Soreang Kab. Bandung. Curug ini sebenarnya sangat indah, namun sampah-sampah yang membuatnya menjadi kotor. Belum lagi adanya wacana pemangkasan curug jompong untuk mengatasi banjir cilencang yang kerap terjadi menjadi Curug satu ini sering terabaikan

Air terjun ini sebenarnya dapat menjadi salah satu tempat wisata menawan, namun karena keadaannya yang tidaklah terawat dengan baik, maka curug ini tidak ada pada urutan teratas tempat wisata air terjun paling menarik di Bandung. Sebagai solusi banjir Cileuncang, ada rencana untuk pemangkasan air terjun ini, maka semakin terbengkalailah tempat ini.


6. Curug Panganten

Curug Panganten
Curug Panganten
Curug Panganten Berwisata alam di Curug Panganten tidak akan kalah seru dari lokasi wisata air terjun lainnya. Berada di Kabupaten Bandung Barat, tepatnya ada di Parongpong, obyek wisata satu ini berada di ketinggian 1.050 meter di atas permukaan laut dengan tinggi yang mencapai sekitar 50 meter. Daya tarik dari air terjun ini adalah airnya ketika jatuh terkena efek sinar matahari sehingga tampak seperti kristal yang penuh kilau. Perlu diketahui, dulunya curug ini bukan bernama Curug Panganten, melainkan Curug Manglayang.

Sebelumnya Curug Panganten ini bernama Curug Manglayang, tapi karena peristiwa sesuatu yang menjadi kepercayaan masyarakat disini (sepasang penganten mati bunuh diri dengan terjun atau versi lain hanyut oleh arus curug yang deras), maka curug ini dinamakan Curug Panganten.

Ada cerita dibalik nama Curug Panganten ini di mana konon katanya ada pengantin yang bunuh diri di air terjun ini dengan menerjunkan diri. Itulah alasan mengapa kemudian namanya diubah menjadi Curug Panganten, bahkan dikatakan bahwa pengantin tersebut terbawa arus air terjun dan hanyut. Meski sangat terkenal dan sering dipadati wisatawan, Sobat akan tetap menemukan keindahan wisata air terjun seperti belum terjamah sama sekali. Dari kota Cimahi, Sobat harus menempuh sekitar 7 kilometer untuk sampai ke curug satu ini dan apabila ingin menikmati dari sisi bawah air terjun, bersiaplah untuk menuruni tebing kurang lebih 30 meter lebih dan melalui licinnya jalan setapak.

Lokasi curug ini berada di Parongpong, Kab Bandung Barat. Curug Panganten berada di ketinggian 1050 m dpl dan memilki ketinggian terjunan air sekitar 50 meter dengan jatuhnya air terlihat seperti kristal berkilauan ditimpa sinar matahari. Curug Panganten berada di wilayah wisata alam katumiri. Tempat wisata ini berada di Jalan Raya Cihanjuang KM 5,56.

Pengunjung dikenakan biaya masuk sebesar Rp 6 ribu per kepala ketika hendak masuk ke kawasan Wisata Alam Katumiri. Pengunjung perlu membayar lagi ketika akan masuk ke Curug Panganten itu sendiri sebesar Rp 5 ribu.


7. Curug Malela

Curug Malela
Curug Malela
Keindahan Curug Malela akan menghilangkan rasa lelah selama perjalanan. Saking indahnya, curug ini dijuluki dengan istilah Niagara Mini di ujung barat Bandung. 

Bersantai di Curug Malela adalah keputusan tepat jika Sobat sangat menyukai wisata alam air terjun di Bandung yang merupakan tempat wisata dengan pemandangan indah di bandung . Berada di Kampung Manglid yang tepatnya ada di Kecamatan Rongga Bandung Barat, Curug Malela dengan ketinggiannya 1000 mdpl ini dapat ditemukan saat Sobat bertandang ke Desa Cicada. Selama perjalanan menuju ke air terjun ini, Sobat akan disuguhi panorama alam yang benar-benar cantik di sana-sini. Demi dapat menjangkau lokasi ini, masuklah melalui Gerbang Tol Baros apabila mengendarai kendaraan roda empat. Lokasi curug ini berada di Desa Cicadas Kec. Ronga, Kab. Bandung Barat. 

Sejumlah tempat harus dilewati, yaitu Batu Jajar dan kemudian mengarah ke Kecamatan Cihampelas, baru setelah itu dilanjutkan dengan memilih arah ke Cililin serta Sindang Kerta. Putuskan untuk menuju Gunung Halu dari Sindang Kerta dan Sobat akan segera sampai ke tujuan. Sewaktu sudah sampai pun, Sobat akan ditawari oleh banyak warga setempat yang rela mengantarkan Sobat untuk benar-benar dapat menjejakkan kaki di Curug Malela. Dengan jasa yang ditawarkan oleh penduduk setempat, akan memakan waktu setengah jam ke Curug Malela.

Curug Malela adalah sebuah curug cantik di Kampung Manglid, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat. Untuk mencapai curug tersebut diperlukan perjuangan yang tidak mudah. Sobat harus menempuh waktu perjalanan sekitar 3 jam hingga memasuki Perkebunan Montaya, di ketinggian 1000 mdpl.

Curug Malela memiliki lebar 70 meter dengan ketinggian 60 meter. Nama Malela sendiri berasal dari nama tokoh masyarakat sekitar, yaitu Prabu Taji Malela. Makam tokoh ini bisa ditemui di atas tebing sebelah kanan curug. Tebing yang konon usia bebatuannya ini berkisar 5 hingg 10 juta tahun ini, terbentuk akibat letusan Gunung Api Purba yang dulu banyak terdapat di selatan Bandung.

Tiket Masuknya adalah Pengunjung dewasa dikenakan biaya masuk dengan besar Rp 5 ribu per kepala, sementara anak-anak dikenakan sebesar Rp 3.500. Bila membawa kendaraan sendiri, harus merogoh kocek sebesar Rp 5 ribu sebagai biaya parkir di halaman rumah penduduk setempat. Jika berjalan kaki dari pintu masuk, maka ada sekitar 3 kilometer yang harus ditempuh. Cukup jauh dan sebaiknya tidak membawa anak kecil sebab cukup berbahaya dan berisiko dengan medan yang lumayan membuat lelah.


8. Curug Siliwangi

Curug Siliwangi
Curug Siliwangi

Curug ini berada di Gunung Puntang, Banjaran - Kab. Bandung. Air terjun satu ini tepatnya berlokasi di taman wisata dan bumi perkemahan Gunung Puntang yang ada di daerah Bandung Selatan. Untuk sampai di curug ini, Sobat harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk melewati jalan setapak serta melintasi hutan. Para pecinta alam sudah pasti menyukai petualangan semacam ini, apalagi sesampainya di lokasi air terjun, mata dan hati Sobat akan terpuaskan melihat sendiri keindahan Curug Siliwangi dengan tinggi sekitar 1200 meter di atas permukaan laut.

Di area air terjun disediakan shelter yang bisa digunakan oleh para pengunjung untuk memandangi air terjun dari tempat yang terbilang lebih aman. Hal ini dikarenakan kondisi dekat air terjun yang lumayan ekstrim sehingga wisatawan tidak boleh sampai terlalu dekat dengan curug. Dinginnya air terjun masih tetap bisa dirasakan oleh pengunjung walau dari shelter karena jaraknya cuma beberapa meter.

Memiliki dasar yang terbilang dangkal, ketinggian dari curug ini pun kemungkinan bisa sampai puluhan meter dan terletak di lereng bertebing yang dipenuhi batu-batuan andesit. Karena tidaklah dalam, pengunjung bisa bebas bermain air di bagian bawah air terjun. Bahkan anak-anak pun bisa bermain dengan aman asalkan tetap di bawah pengawasan orang tuanya. Jangan kaget karena ketika menyentuh airnya akan terasa sangat dingin.



9. Curug Cinulang

Curug Cinulang
Curug Cinulang

Curug ini berada di Cicalengka, Kab. Bandung. Terletak diperbatasan Kab. Bandung & Garut, Tepatnya di Desa Sindulang Sumedang.

Pengunjung hanya akan dikenakan biaya masuk sebesar Rp 5 ribu saja. Jika membawa kendaraan pribadi, Sobat akan dikenakan sekitar Rp 3 ribu untuk parkir. Itulah beragam tempat wisata air terjun di Bandung yang akan melengkapi pengalaman liburan Sobat sehingga lebih seru dan tidak terlupakan. Dari daftar rekomendasi air terjun ini, Sobat pun pasti makin mencintai kota Bandung sebagai surganya wisata alam.

Curug CinulangWisata curug lainnya di Bandung yang akan membuat liburan makin sempurna adalah Curug Cinulang yang terletak di Bandung Timur. Dari kota Bandung memang lumayan jauh karena tepatnya ada di Cicalengka. Nama asli dari curug ini adalah Sindulang, namun kemudian menjadi lebih populer dengan sebutan Curug Cinulang. Memiliki dua terjunan air dengan tinggi yang hampir sama, yaitu 50 meter, hawa dingin akan dapat dirasakan ketika berada di area curug ini dan merupakan tempat wisata yang cocok untuk anak muda. Sanking Indahnya, keindahan panorama Curug Cinulang ini pernah diabadikan dalam sebuah lagu pop Sunda karya Yayan Djatnika berjudul “Curug Cinulang”

Hati-hati karena anginnya cukup kencang di tempat ini, dan banyak juga pengunjung yang membekali diri dengan mengenakan jas hujan agar tidak kebasahan. Namun, bagi para pecinta alam sejati tentu sensasi basah-basahan tersebut yang paling ditunggu apalagi sambil duduk di batu-batu besar dekat air terjun. Tips penting di sini adalah bahwa Sobat perlu membawa baju ganti karena tidak mungkin Sobat akan melewatkan aksi basah-basahan di air terjun ini.

Itusaja yang bisa di ulas tentang Objek Wisata Air Terjun di Bandung Yang Mempesona. Sekarang jadi banyak pilihan kan menghabiskan weekend :) Selamat Berlibur di Bandung !

Terima Kasih

Selasa, 16 Agustus 2016

TEMPAT WISATA DI BANDUNG YANG PALING FAVORIT

TEMPAT WISATA DI BANDUNG YANG PALING FAVORIT UNTUK ANDA

TEMPAT WISATA DI BANDUNG YANG PALING FAVORIT Bag. 3


Wisata Bandung Jawa Barat │ Pada postingan kali ini akan melanjutkan kembali artikel tentang Tempat Wisata di Bandung yang paling favorit untuk anda kunjungi, baiklah untuk sobat semua mari kita simak bersama diantaranya  :

1.  Museum Geologi Bandung

Lokasinya berada di Museum Geologi Bandung berada di Jl. Diponegoro No. 57, Bandung, Jawa Barat 40122. Telepon: (022) 721822. Jam Operasional : 09.00-15.30 (hari biasa) | 09.00-13.30 (akhir pekan) | hari Jumat tutup. Tiket Masuk : Rp10.000,-.

Inilah sebuah Napak Tilas Sejarah pada masa Purbakala yang berada  di  Museum Geologi Bandung, Sayang sekali biasanya museum ini sering terlewatkan dalam liburan ke Kota Bandung. Padahal objek wisata ini sangat menarik dan tersimpan berbagai artefak geologis purbakala berharga tanah air Indonesia, seperti adanya bentukan struktur tanah dari jaman prasejarah!

Adapun dari Koleksi yang ada dan dipamerkan di museum ini antara lain diantaranya beberapa fosil Homo Erectus, replika Tyrannosaurus Rex Osborn, serta aneka berbagai bebatuan mineral. Lokasinya cukup strategis di pusat kota, beberapa obyek wisata menarik lain seperti Gedung Sate dan Lapangan Gasibu letaknya tak jauh dari museum ini. Dan di malam hari, area sekitar sini juga penuh oleh pedagang kaki lima yang menjajakan berbagai makanan tradisional.

2.  Saung Angklung Udjo

Lokasinya berada di Saung Angklung Udjo berada di Jl. Padasuka No. 118, Bandung, Jawa Barat 40192. Telepon: (022) 7271714 / 710 1736. Jam Operasional:  09.00 – 15.30 WIB. Tiket Masuk: Rp 60.000,- (hari biasa), Rp75.000,- (akhir pekan).

Mendalami Seni Musik Tradisional Sunda, Mengusung moto ‘one-stop cultural workshop’, Saung Angklung Udjo adalah tujuan yang tepat bagi Anda yang ingin belajar banyak tentang seni musik tradisional tanah Pasundan.
Terbuat dari pipa-pipa bambu yang dirangkai, apabila digoyangkan maka Angklung akan menghasilkan bunyi-bunyian yang begitu unik dan khas yang identik dengan budaya Sunda.
Anda dapat mengikuti kelas membuat Angklung dan belajar bagaimana menggunakannya sebagai alat musik pengiring tari tradisional dan pertunjukan wayang golek.

Tempat ini dibangun oleh pengrajin tradisional Udjo Ngalegana pada tahun 1966 dengan tujuan untuk memasyarakatkan seni tradisional Sunda. Semua penghasilan yang didapat Saung Angklung Udjo dimanfaatkan untuk biaya pendidikan anak-anak yang kurang beruntung di sekitarnya.

3.  Sari Ater Hot Spring Resort

Lokasinya berada di Sari Ater Hot Spring Resort berada di Jl. Raya Ciater, Subang, Jawa Barat. Telepon: (0260) 471700. Tiket Masuk: Rp30.000,- Jam Operasional: 24 jam (khusus kolam rendam air panas)

Berendam di Mata Air Panas yang Berkhasiat, Puas berkeliling kota seharian, Anda mungkin ingin meregangkan otot-otot yang tegang dan letih agar bisa melanjutkan liburan. Terletak di dekat gunung berapi, mata air panas alami yang ada di sini sudah sejak lama dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk relaksasi, menyembuhkan rematik, nyeri otot dan juga syaraf. Bahkan ada kepercayaan kalau setelah berendam di mata air ini maka penampilan Anda akan lebih menarik.

Ada lima kolam rendam yang bisa Anda pilih. Namun jika merasa tak nyaman berendam di tempat umum, Anda dapat menyewa kamar pribadi yang memiliki kolam rendam air panas sendiri. Aktivitas lain yang tersedia di sini di antaranya paintball, bersepeda, flying fox, high rope, dan masih banyak lagi.

4. Melintasi Jembatan Cinta di Situ Cileunca

Lokasinya berada di Situ Cileunca berada di desa Warnasari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung 40378. Tiket Masuk: Rp10.000,-

Dikelilingi oleh perkebunan teh, Situ Cileunca (Danau Cileunca) terletak pada 1.500 m di atas permukaan laut, sehingga udara di sini begitu sejuk dan segar. Di sini Anda dapat naik perahu mengitari danau sambil menikmati keindahan alam sekitarnya. Anda dapapat berjalan-jalan melintasi jembatan menyeberangi danau tersebut, yang juga berfungsi sebagai penghubung antara dua desa. Jembatan ini awalnya dibangun untuk mendorong aktivitas perdagangan di antara kedua desa tersebut, namun belakangan kerap dijadikan spot berkencan para muda-mudi setempat. Itulah mengapa akhirnya dijuluki Jembatan Cinta.

5.  Selasar Sunaryo Art Space

Lokasinya berada di Selasar Sunaryo Art Space berada di Bukit Pakar Timur No. 100 Bandung – 40198, Jawa Barat, Indonesia. Telepon: (022) 2507939. Jam Operasional: 10.00 – 17.00 WIB.  Tiket Masuk: Gratis.

Surganya Pecinta Seni Rupa, Dibangun pada tahun 1998, Selasar Sunaryo merupakan galeri seni yang cukup ternama di Bandung dan kerap memamerkan karya-karya seniman kreatif tanah air, termasuk karya sang pendiri galeri ini, Drs. Sunaryo. Selain pameran karya seni, tempat ini juga sering digunakan untuk pertemuan maupun workshop yang terbuka untuk umum, dan biasanya gratis! Pastikan cek terlebih dahulu di situs resmi mereka untuk jadwal event dan pameran. Setelah lelah mengitari galeri, Anda dapat bersantai minum kopi di Kopi Selasar sambil menikmati pemandangan Bukit Dago nan indah.

6.  Firebolt Clothing

Lokasinya berada di Firebolt Clothing berada di Jl. Prabu Dimuntur No. 4. Telepon: (022) 87241379. Jam Operasional: 10.00 – 22.00 WIB.

Membeli Sepasang Celana Jeans yang Ramah Lingkungan, Sejak didirikan pada tahun 2001, toko pakaian ini menghadirkan produk yang benar-benar unik dan berbeda. Sadar akan besarnya dampak emisi karbon yang dihasilkan industri perkebunan, terutama kapas, maka sang pemilik memutuskan untuk membuat pakaian secara organik yang pastinya lebih ramah lingkungan.

Sebagai anggota Organic Trade Association (OTA), bahan pembuatan produk-produk yang dijual di Firebolt Clothing berasal dari tanaman yang ditanam dengan pupuk non-kimia. Dan yang lebih hebat lagi, selain keren dan ramah lingkungan, pakaian-pakaian ini juga ramah di kantong.

7.  Trans Studio Bandung

Lokasinya berada di Trans Studio Bandung berada di Jl. Gatot Subroto No. 289, Bandung, Jawa Barat 40273. Telepon: 08998240236. Jam Operasional: 09.00-22.00 WIB. Tiket Masuk: Rp170.000,- (hari biasa) | Rp270.000,- (akhir pekan).

Uji Adrenalin di Salah Satu Roller Coaster Tercepat di Asia, Terbagi menjadi tiga area – Studio Central, Lost City, dan Magic Corner – Trans Studio Bandung merupakan taman hiburan dalam indoor terbesar di Indonesia. Wahana-wahana yang ada di sini umumnya mengikuti konsep acara-acara yang tayang di Trans TV. Ajak anak Anda belajar sains dengan cara yang menghibur sekaligus mendidik di Science Centre. Pastikan untuk mencoba naik salah satu roller coaster tercepat di Asia, yang bisa mencapai kecepatan 120 km/jam dalam 3,5 detik! Dan tentu saja Anda tak boleh melewatkan pawai jenaka yang melintasi jalanan Studio Central setiap harinya.

Kalau sudah lelah bermain di Trans Studio Bandung, Anda dapat lanjut berbelanja atau makan di Trans Studio Mall yang lokasinya tepat di bawah taman hiburan ini. Atau ingin menghabiskan malam dengan menginap di hotel mewah? Masih di area yang sama terdapat The Trans Luxury Hotel, satu-satunya hotel berbintang 5 di Bandung.

Baca artikel selanjutnya tetang Objek Wisata Air Terjun di Bandung Yang Mempesona. Mungkin itu saja ulasan tentang Tempat Wisata di Bandung yang Paling Favorit.

Terima kasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat!

Senin, 15 Agustus 2016

TEMPAT WISATA DI BANDUNG YANG PALING FAVORIT JANGAN SAMPAI TERLEWATKAN

TEMPAT WISATA DI BANDUNG YANG PALING FAVORIT JANGAN SAMPAI TERLEWATKAN

TEMPAT WISATA DI BANDUNG YANG PALING FAVORIT Bag. 2


Wisata Bandung Jawa Barat │ Pada postingan kali ini akan melanjutkan sebuah artikel tentang Tempat Wisata di Bandung yang paling favorit untuk anda, simak selengapnya dibawah ini :

1. Memetik Stroberi

Memetik Stroberi di Lembang dan Ciwidey memang sudah ada semenjak pada masa kolonial Belanda, tanaman beri ini terutama pada stroberi memang tumbuh subur di Bandung. Kita bisa membuktikan dengan melihat banyaknya perkebunan stroberi yang biasa kita jumpai disepanjang jalan menuju kawasan Lembang dan Ciwidey. Yang biasanya diantara para pengunjung bisa datang serta memetik langsung buah stroberi ini.

Lokasinya berada di Natural Resto and Strawberry Land berada di Jalan Tangkuban Parahu 109, Ciburial, Lembang, Bandung Barat. Telepon: 0878-2552-7771. Jam Operasional pukul 09.00-19.00 WIB. Tiket Masuk: Gratis.

Pada Natural Resto and Strawberry Land yang telah memiliki lahan stroberi seluas kurang lebihnya 1,5 hektar di daerah Lembang, yang penanamannya dilakukan secara organik. Selain untuk memetik stroberi, juga sudah biasa menyajikan aneka menu yang berbahan stroberi. serta menu favorit bisa sobat coba Gurame Goreng Stroberi dan Nasi Liwet Stroberi.

2. De’Ranch, Lembang

Bebaskan Jiwa Koboi Sobat di De’Ranch, Lembang, konon awal tempat ini adalah peternakan, tapi pada tahun 2007 disulap menjadi sebuah taman hiburan keluarga dan salah satu destinasi favorit yang ada di Bandung. Para Pengunjung bisa menunggang kuda untuk menjelajahi daerah natural seluas 5 hektar dan menggunakan kostum layaknya koboi.

Lokasinya berada di De’Ranch berada di Jl. Maribaya No. 17, Lembang, Jawa Barat 40791. Telepon: (022) 2785865. Jam Operasional: Buka setiap hari kecuali hari Senin, dari jam 09.00-17.00 WIB. Tiket Masuk: Gratis.

Sedikitnya ada 22 aktivitas yang bisa Sobat pilih, dengan anggaran budget antara Rp. 20.000,-Rp. 200.000,-. misalnya seperti flying fox,  panahan dan memancing. Disini Sobat bisa sekaligus belajar benyak tentang perawatan sapi dan kuda, seperti memberi makan, memandikan hewan ternak serta memerah susu sapi. Dan sobat bisa sekaligus membeli daging dan susu segar.

3. Rumah di Puncak Air Terjun

Rumah di Puncak Air Terjun di Situ Patenggang yang berjarak sekitar 10 menit dari Kawah Putih yang terkenal terdapat sebuah danau yang terlalu indah untuk dilewatkan. Menurut legenda Jawa Barat dari abad ke-15, setelah berpisah selama bertahun-tahun akibat perbedaan keyakinan, Pangeran Putra Prabu dan Putri Titisan Dewi akhirnya bertemu di sebuah pulau berbentuk hati di tengah Situ Patenggang. Danau ini dikelilingi oleh perkebunan teh, sehingga tampak seperti hamparan permadani hijau nan luas dan indah. Luar biasa! Bahkan ada sebuah rumah yang terletak tepat di atas air terjun!

Lokasinya berada di Situ Patenggang Patengan, Rancabali, Bandung 40973 (10 menit dari Kawah Putih). bagi wisatawan lokal dan USD4 bagi wisatawan mancanegara. Tiket Masuk: Rp. 15.000,-

4. Wisata Alam di Dusun Bambu Family Leisure Park

Satu jam perjalanan dari pusat kota terdapat sepenggal surga, di mana semua yang Anda lihat tampak lebih indah dari biasanya. Dusun Bambu Family Leisure Park berlokasi tepat di kaki gunung di kawasan Situ Lembang dengan udara yang begitu bersih. Bahkan untuk menuju taman ini Anda masih harus naik shuttle dari tempat parkir.

Lokasinya berada di Dusun Bambu Family Leisure Park berada di Jl. Kolonel Masturi Km. 11, Situ Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat 40551. Telepon: (022) 82782020. Jam Operasional: 08.00-22.00 WIB. Tiket Masuk: Rp 15.000,-.

Anda dapat berpartisipasi dalam bermacam aktivitas, dari naik balon udara hingga mendayung kano sembari menikmati segarnya udara pegunungan. Karena taman ini tutup jam 10 malam, bila masih belum puas menghabiskan waktu di sini, Anda dapat menginap di pondok di tepi danau yang bangunannya terbuat dari kayu. Bagi mereka yang lebih berjiwa petualang, bisa juga menyewa tenda berkapasitas 6 orang dengan harga Rp 1.400.000,- per malam.

5. Kafe dengan Pemandangan Spektakuler

Tak ada yang lebih luar biasa dari pada memandangi hamparan lembah yang indah sambil menikmati hidangan lezat di sebuah kafe atau restoran. Bukit-bukit dan pegunungan yang ada di sekelilingnya membuat Kota Bandung tak pernah kehabisan spot menarik untuk menikmati pemandangan menakjubkan sambil makan malam.

Salah satu tempat makan pertama yang mengusung konsep ‘dinner with a view’ adalah Warung Daweung (kurang lebih artinya: warung untuk duduk melamun sambil dibelai angin sepoi-sepoi). Sebuah tempat makan legendaris yang terletak di puncak Bukit Moko.

Sesuai namanya, Bukit Moko bisa dibilang salah satu tempat terbaik di seluruh Bandung di mana pengunjung dapat melihat pemandangan kota nan indah dari atas lembah. Siang atau malam pun sama indahnya.

6. Bukan Toko Perlengkapan Adventure Yang Biasa

Eiger Flagship StoreBrand lokal perlengkapan outdoor terbesar di tanah air, Eiger, didirikan pada tahun 1993 oleh Ronny Lukito di Bandung. Dua puluh tahun kemudian, brand ini berkembang dengan pesat sehingga mereka memutuskan untuk memindahkan toko pusatnya dari kawasan Cihampelas ke Jl. Sumatra. Tak tanggung-tanggung, arsitek toko baru ini adalah Ridwan Kamil yang sekarang menjabat Walikota Bandung.

Lokasinya berada di Eiger Flagship Store berada di Jl. Sumatera No. 23, Bandung, Jawa Barat 40171. Telepon: (022) 4213487. Di lantai dua terdapat tempat makan dengan desain minimalis bernama Kafe Khatulistiwa yang menyajikan berbagai makanan dari seluruh Indonesia. Salah satunya adalah Papeda Fish in Yellow Soup, menu tradisional khas Papua yang dihidangkan dengan sagu, bukan nasi.


7. Belanja dan Makan di Ruang Terbuka Ada di Cihampelas Walk

Lokasinya berada di Chihampelas Walk berada di Jl. Cihampelas No. 160, Bandung, Jawa Barat 40131. Telepon: + 62 22 2061122. Jam Operasional: 10:00-22:00 WIB.

Dibangun di lansekap yang berbukit menjadikan Cihampelas Walk (atau biasa disingkat CiWalk) berbeda daripada mal biasanya. Dengan hanya menggunakan sepertiga dari total luas lahan 3,5 hektar untuk bangunan, otomatis CiWalk memiliki banyak ruang terbuka yang dipenuhi pohon-pohon besar berusia puluhan tahun. Selain merk-merk lokal, Anda juga akan menemukan brand internasional yang cukup ternama, seperti Pierre Cardin hingga Metro.

Setelah puas berbelanja, Anda dapat bersantai di deretan kafe dan restauran yang berjejer di area outdoor. Bukan cuma itu, Cihampelas Walk juga menawarkan bermacam aktivitas yang bisa dinikmati semua orang: taman bermain untuk anak-anak, pusat video game, bioskop, tempat karaoke, serta dua buah kelab malam. Pokoknya semua ada di sini!

8. Tak Kalah Indah Curug Malela Dibandingkan Niagara 

Dengan ketinggian 70 meter dan lebar 50 meter, Curug Malela merupakan air terjun terbesar yang ada di Bandung. Meski begitu menawan, namun karena lokasinya yang cukup jauh (tiga jam perjalanan dari pusat kota) serta medannya yang terjal, orang lebih banyak mendengar cerita tentang indahnya Curug Malela ketimbang melihat langsung dengan mata kepala sendiri.

Lokasinya berada di Curug Malela berada di Kampung Manglid, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Tiket Masuk: Gratis.

9. Danau Mistis di Atas Awan Berada di Kawah Putih

Danau berbentuk kawah yang tercipta akibat letusan Gunung Patuha ini dipercaya sebagai danau mistis oleh warga setempat karena dulu setiap burung yang terbang melintas di sekitarnya pasti akan langsung mati. Akibatnya semua orang enggan untuk mendekatinya. Baru pada abad ke-19 seorang ahli botani dari Jerman mengeksplorasi area ini dan menemukan danau kawah yang amat menawan.

Lokasinya berada di Kawah Putih berada di Jl. Raya Soreang, Ciwidey, Bandung, Jawa Barat. Jam Operasional: 07.00-17.00 WIB. Tiket Masuk: Rp18.0000,-

Airnya yang sebening kristal akan berubah warna mengikuti kondisi cuaca, sedangkan di tepinya terdapat pasir yang begitu putih sehingga terlihat begitu unik. Bahkan jenis tanaman yang tumbuh di sekitar danau ini pun cukup berbeda dibandingkan dengan area lain di bawahnya. Meski terletak di puncak kawah gunung, fasilitas penunjang seperti toilet dan tempat parkir sudah tersedia, begitu pula kedai-kedai penjual makanan.

10. Menyusuri Kota Bandung Dengan Bandros

Lokasinya berada di Bandros, Bandung Tour on Bus berada di Jl. Indramayu No.66 Antapani, Kota Bandung, Jawa Barat 40291. Telepon: (022) 61591010 / 0877-36081998. Jam Operasional: 08.00-16.00 WIB.  Tiket Masuk: Saat ini hanya tersedia khusus reservasi.

Bandros, kependekan dari ‘Bandung Tour on Bus’, diresmikan penggunaannya oleh Walikota Bandung saat ini, Ridwan Kamil. Bis wisata berwarna merah ini menyerupai bis bertingkat yang ada di London dalam versi lebih kecil. Dek bagian atas dibuat terbuka agar penumpang dapat melihat-lihat kota secara leluasa. Interiornya dirancang bernuansa tempo dulu dengan lantai kayu, pembatas besi, serta kaca patri berarna-warni.

Selama 30 menit Anda akan dibawa berkeliling gedung-gedung bersejarah di yang ada di Bandung, seperti Gedung Sate, Gedung Balai Kota di Dago, Jalan Braga, dan banyak lagi. Perjalanan Anda juga akan ditemani dengan pemandu wisata yang dengan fasih menjelaskan sekilas sejarah kota ini.

Mungkin itu sedikit ulasan tentang TEMPAT WISATA DI BANDUNG, Lihat juga Yang Ini dan Lainnya

Terima kasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat!.

Jumat, 22 Juli 2016

Objek Wisata Alam ke Taman Hutan Raya Djuanda

Objek Wisata Alam ke Taman Hutan Raya Djuanda

Taman Hutan Raya Djuanda

Wisata Bandung Jawa Barat Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda atau biasa dinamakan dgn Tahura Djuanda, terbentang dari Dago Pakar (Curug Dago) sampai ke Maribaya-Lembang. Wilayah Bandung sebelah utara, tempat wisata alam yang dekat untuk diakses dari pusat Kota Bandung. Wilayahnya yang luas, sebahagian masuk wilayah kota Bandung sedangkan sebahagian yang lain termasuk juga wilayah Kab Bandung Barat. Lantaran lokasinya berada di dua daerah tersebut, maka Tahura Djuanda dikelola oleh Lembaga Kebudayaan & Pariwisata Propinsi jabar. 

Awalnya Tahura Djuanda termasuk juga dalam kawasan Hutan Lindung Gunung Pulosari yang telah diresmikan pemerintah Hindia Belanda kepada th 1922. Sesudah proklamasi kemerdekaan, status hutan ini jadi kawasan hutan negeri, yg selanjutnya dikonsep yang merupakan kawasan hutan wisata & kebun raya. Kepada th 1963, Ir. R. Djoeanda Kartawidjaja (Pertama Menteri Republik Indonesia terakhir & penggagas deklarasi Djuanda) meninggal & namanya diabadikan yang merupakan nama kawasan hutan ini bersama nama Kebun Raya Rekreasi Ir. H. Djuanda bersamaan dgn perubahan nama Jl. Dago jadi Jl. Ir. H. Djuanda. 

Pada tahun 1980, status hutan ini dalam kawasan taman wisata bersama nama Taman Wisata Curug Dago. Atas usul Mashudi & Ismail Saleh, status taman wisata ini beralih jadi Taman Hutan Raya lewat Kepres No. 3 Thn 1985 yg diresmikan bertepatan bersama hri lahir Ir. H. Djuanda terhadap tanggal 14 Januari 1985 & tertulis sbg Taman Hutan Raya mula-mula di Indonesia. 

Kekhasan vegetasi hutan dataran tinggi tampak dari lumayan dominannya tumbuhan Pinus (Pinus merkusii) di wilayah yg terletak di Sub-DAS Cikapundung ini. Tidak Hanya pinus, di Tahura Djuanda masihlah tersimpan keanekaragaman hayati yg fantastis. Tertulis ada 2500 varietas tanaman yg menyebar dalam 40 familia & 112 genus. Koleksi tumbuhan ini berasal dari Kebun Raya Bogor & yakni koleksi tumbuhan dari bermacam daerah di Indonesia. 

Tidak Hanya ketajiran alam yg luar biasa ini, di Tahura Djuanda terdapat sekian banyak objek yg jadi daya pikat kawasan ini. Diantara objek tersebut yakni Museum Ir. H. Djuanda, Gua Belanda, Gua Jepang, Curug Omas, Curug Koleang, Curug Kidang. Buat mencapai bermacam macam objek tersebut, kita akan melintas jalan setapak beralas paving block yg terbentang dari gerbang Selatan di Dago Pakar sampai gerbang Utara di Maribaya.

Terima kasih atas kunjungannya. Semoga bermanfaat!

Rabu, 20 Juli 2016

Objek Wisata Edukasi Observatorium Bosscha Lembang

Objek Wisata Edukasi Observatorium Bosscha Lembang

Observatorium Bosscha Lembang

Wisata Bandung Jawa Barat │ Observatorium Bosscha yakni tempat buat menyaksikan bintang di daerah Lembang Bandung Jawa Barat. Berbea serta menarik buat dikunjungi, tempat main sekaligus menuntut ilmu mengamati serta meneliti berkenaan bermacam-macam bintang ataupun galaxy di Observatorium Bosscha ini. Observatorium Bosscha ialah lokasi yg popular dikalangan para pelajarsehingga difungsikan untuk study tour, di Observatorium Bosscha ini terdapat “jatah” atau Porsi tiap-tiap disetiap jam kunjungan. 

Observatorium Bosscha yaitu salah satu lokasi peneropongan bintang tertua di Indonesia. Dengan tanah seluas 6 hektar, berada di atas ketinggian 1310 mdpl atau kepada ketinggian 630 meter dari Plato Bandung. Tinggi bangunan ini mencapai 15 meter bersama berdiameter 11 meter, sedangkan buat kubahnya yg disebut Zeis beratnya 56 ton bersama diameter 14,5 meter. Atap kubah ini sanggup bergerak bersama daya listrik berkekuatan 1500 watt. Bersama kokohnya, bangunan Observatorium Bosscha ini diperkirakan bisa bersi teguh dari guncangan gempa berkekuatan sampai tujuh skala Richter. Di Observatorium Bosscha terdapat teleskop Zeiss yg telah mulai sejak dioperasikan sejak 1928 & sampai saat ini tetap berfungsi dgn baik. Mempunyai panjang 11 sentimeter, diameter 60 sentimeter & berat 17 ton, awalnya teleskop ini difungsikan buat lakukan penelitian bintang ganda. Terkecuali teleskop Zeissada serta teleskop lain yg terdapat di dalamnya, yakni Unitron, Goto, Bamberg. Kesemua teleskop akan difungsikan utk melihat bln sampai matahari. 

Sejarah

Observartorium Bosscha (dulunya bernama Bosscha Sterrenwacht ) di bangun oleh Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia-Belanda. Pembangunan observatorium ini sendiri menghabiskan disaat seputar 5 th sejak thn 1923 hingga bersama th 1928. Terhadap rapat mula-mula NISV, diputuskan bahwa bakal dibangun suatu observatorium di Indonesia demi memajukan Ilmu Astronomi di Hindia-Belanda. 

Karel Albert Rudolf Bosscha sbg mantan dosen Bung Karno disaat mengenyam pendidikan di Insitut Tehnologi Bandung (ITB) bersedia memberikan pertolongan pembelian teropong bintang. Buat mengenang jasanya, diambillah nama Bosscha yang merupakan nama ruangan terompong bintang ini. Seterusnya kepada tanggal 17 Oktober 1951, NISV menyerahkan observatorium ini terhadap pemerintah Republik Indonesia. Sesudah Institut Tehnologi Bandung (ITB) berdiri kepada th 1959, Observatorium Bosscha seterusnya jadi bidang dari ITB. & sejak disaat itu, Bosscha dipakai yang merupakan dinas penelitian & pendidikan formal Astronomi di Indonesia.

Tips Untuk Berkunjung

  1. Kamu mesti datang pas kala pas bersama jadwal yg sudah ditentukan. Apabila Kamu datang terlambat lebih dari satu jam sehingga kunjungan dapat dibatalkan. 
  2. Datang tepat jumlah yg sudah tertulis. Seandainya ada tambahan jumlah akan dikenai sanksi mulai sejak dari pembayaran dua kali lipat sampai penolakan kunjungan. 
  3. Berpakaianlah yg sopan & rapi. Bagi peserta didik pakailah seragam sekolah. 
  4. Kita tak diperkenankan utk mengadakan makan dgn di kompleks observatorium. Menjadi kalau mengambil nasi buat rombongan sebaiknya makan diluar kompleks observatorium. 
  5. Kita pun tak diperbolehkan buat mengadakan program seperti permainan, outbond, poto pre-wedding. 
  6. Jangan Sampai membawa poto memakai lampu flash apabila Kamu berkunjung kepada tengah malam hri. 
  7. Kalau Kamu perokok, sebaiknya lakukanlah sebelum masuk kompleks observatorium lantaran merokok di lingkungan observatorium tak diperbolehkan.

Jam Buka dan Harga Tiket

Jam Buka:

Jam Buka Observatorium Bosscha Lembang

Tiket Masuk 

Kunjungan Siang 10.000/ orang
Kunjungan Malam 15.000/ orang
Cara Pembayaran dan Pendaftaran

Pengunjung Umum

Visitor bisa langsung datang & berkunjung di hri Sabtu jam 09.00-13.00 wib. Sementara utk kunjungan tengah malam, visitor mesti laksanakan reservasi apalagi dulu via telphon. Pembayaran pula akan dilakukan cash di area waktu berkunjung.

Pengunjung dari Sekolah/Lembaga/Organisasi

Bersama mengirimkan surat resmi yg dikirim terhadap Kepala Observatorium Bosscha bersama alamat : Observatorium Bosscha, FMIPA Institut Tehnologi Bandung, Lembang, Bandung 40391, Jawa Barat, Indonesia. Pendaftaran dengan cara lisan/lewat telpon/email tak dilayani. 
Dalam surat tersebutcantumkan :
– Hari dan tanggal berkunjung
– Jam berkunjung
– Jumlah orang yang akan berkunjung
– Kelompok usia pengunjung (TK, pelajar SD, SMP, SMA, Mahasiswa dan Umum)
– Email dan nomor telphon yang dapat dihubungi untuk konfirmasi pendaftaran.
Pembayaran dilakukan dengan cara transfer ke rekening BNI: No rekening : 0901-042-017 a.n PPM FMIPA ITB lalu kirimkan bukti transfer tersebut via faks ke no 022-2786001 dan bukti transfer yang asli dibawa dan ditunjukkan saat berkunjung.

Akomodasi

Penginapan atau Hotel di Sekitar Observatorium Bosscha, banyak hotel di daerah Lembang dari mulai sejak hotel berbintang satu sampai berbintang 4 bersama rentang harga dari mulai Rp.350.000,- permalam sampai Rp.2.500.000,-. Kalau Kamu mau harga yg murah, sebaiknya laksanakan pemesanan dengan cara online di web booking online.

Rumah Makan, banyak rumah makan atau restoran untuk mencicipi masakan khas Sunda. Salah satu kuliner yg wajib buat Kamu mencoba merupakan Tahu Susu Lembang yg terdapat tak jauh (kira-kira 0.7 kilometer) dari observatorium. Tahu susu kepada proses pembuatannya ditambahkan susu maka teksturnya tidak sama bersama tahu kepada kebanyakan, lebih lembut & enak. Kamu bisa pula memesannya dalam wujud mentah buat dijadikan oleh-oleh.

Parkir Kendaraan, rombongan & mengambil kendaraan besar, sehingga Kamu dapat memarkir bus atau kendaraan gede lain di pinggir jalan, dulu terjadi kaki ke Observatorium Bosscha (kira-kira 1 kilo meter). Tapi, bila Kamu datang memanfaatkan mobil pribadi, sehingga Kamu bisa serta-merta masuk ke kompleks observatorium. 

Lokasi 

Alamat Observatorium Bosscha terletak kecamatan Lembang, Kab Bandung, yakni lebih tepatnya di jalan Teropong Bintang, Cikahuripan, Bandung Indonesia atau kira kira 15 kilo meter di bidang utara Kota Bandung. 


Observatorium Bosscha dapat di raih dgn gampang lantaran akses jalannya yg beraspal halus akan ditempuh baik dgn kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum. 

Bila memakai kendaraan pribadi, sehingga dari jalan Setiabudi Bandung berkendaralah ke arah Lembang. Kamu dapat melintasi Kampus Pendidikan Indonesia (UPI) & Terminal Ledeng. Sesudah melintasi Pusdik Korps Perempuan Angkatan Darat, sehingga kira kira 400 meter sesudahnya Kamu dapat hingga di gerbang Observatorium Bosscha yang berada di sudut kanan jalan. Note : Jangan Sampai pakai google maps utk mencari observatorium ini lantaran telah tidak sedikit yg justru tersesat. Kalau Kamu bingung sebaiknya bertanya saja pada orang di tepi jalan. 

Bila memakai kendaraan umum : 

  • Dari Stasiun Bandung : naiklah angkot St. Hall-Lembang & mogok serta-merta di gerbang bawah Observatorium Bosscha. 
  • Dari Terminal Bus Cicaheum : naiklah angkot trayek Cicaheum – Ledeng & mogok di Terminal Ledeng. kemudian berganti angkot trayek Stasiun Hall – Lembang & mogok di gerbang bawah Observatorium. 
  • Dari Terminal Bus Leuwi Panjang : naiklah bus Damri maksud Terminal Ledeng. Sesudah itu turun di terminal & ubah dgn angkot jalur Stasiun Hall – Lembang & mogok cepat di gerbang bawah Observatorium Bosscha.

Demikianlah informasi seputar  Observatorium Bosscha Lembang.

 Terima kasih, semoga bermanfaat!.

Selasa, 19 Juli 2016

Wisata Sejarah Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang

Wisata Sejarah Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang

Museum Prabu Geusan Ulun
Museum Prabu Geusan Ulun

Wisata Bandung Jawa Barat │ Benda-benda pusaka di Museum Prabu Geusan Ulun di Sumedang ini tersimpan beberapa ratus benda peninggalan bersejarah & pusaka milik leluhur Kerajaan Sumedang Larang. Benda-benda pusaka bersejarah milik para Raja Sumedang dulu tersebut disimpan di Yayasan Pangeran Sumedang sejak 1955. Benda pusaka seperti keris, tombak, kujang, mahkota raja & ratu, mata duit koin, kereta kencana, sampai gamelan tersimpan rapi. Waktu memasuki Gedung Pusaka, aura magis serta-merta menyergap maka visitor dilarang memotret. 

Awalnya, museum ini dikasih nama Museum Yayasan Pangeran Sumedang yg resmi berdiri 11 Nopember 1973. Museum ini dikelola serentak oleh Yayasan Pangeran Sumedang. Kemudian, nama museum beralih jadi Museum Prabu Geusan Ulun. Nama ini diambil dari raja terakhir yg memerintah Kerajaan Sumedang Larang dari thn 1578-1601, adalah Prabu Geusan Oeloen. 

Museum Prabu Geusan Ulun terletak ditengah kota Sumedang, 50 meter dari alun-alun ke sebelah selatan. Jarak dari Bandung ke Sumedang kurang lebih 45 kilo meter yg ditempuh dalam disaat 1 jam. Sedangkan dari Cirebon berjarak 85 Kilo Meter bersama memakan waktu kira-kira 2 jam perjalanan. 


Museum Prabu Geusan Ulun dipagari tembok putih setinggi 2,5 meter yg dibangun kepada 16 Agustus 1979. Halaman museum seluas 1,88 hektare dipercantik taman & pohon-pohon langka. Bangunan Museum Prabu Geusan Ulun berdampingan dgn Gedung Bengkok atau Gedung Negeri & berhadapan dgn Gedung-gedung Pemerintah. Gedung yg dipergunakan buat museum adalah Gedung Srimanganti, Bumi Kaler, Gedung Gendeng, & Gedung Gamelan. 

Terimakasih atas kunjunganya, semoga bermanfaat!